Aliran utama HM Sampoerna (basis natural kretek), terdapat pada Dji Sam Soe / Sampoerna Kretek / 234 Magnum, dan versi turunannya dikenal pada racikan Sampoerna A Mild : Permainan utama jelas pada Tembakau Virginia dan Madura, dengan beberapa bahan tembakau "lauk" pendukung berkarakter daun gelap dan terang, cengkeh secara umum menggunakan tipe Zanzibar atau Manado, hal utama yang dimainkan ialah gabungan molasses dengan licorice dan rempah bermutu, note utama ada pada vanilla dan cocoa, dan penggunaan rasa buah seringkali tak begitu terasa.
Aliran klasik (selanjutnya aliran ini merupakan aliran SKM Full Flavor Sampoerna, tentu saja 234 Magnum Filter merupakan pengecualian dari aliran ini) : Permainan tembakau dan cengkeh sekiranya sama dengan aliran utama, rempah juga diposisikan sama halnya, namun penggunaan maple essences dengan paduan cocoa dan brandy (dan juga raspberry serta buah lain), menjadi ciri khas utama dari rokok "rasa klasik" dari Sampoerna itu sendiri. Tentu kemudian aliran ini banyak belajar dari racikan filter yang dibuat Bentoel dan Djarum (bahkan Gudang Garam yang menjadi target utamanya), dan sejarah mencatat salah satu produk yang dikenal menggunakan tipe ini pada masa awal ialah Sampoerna Exclusive.
Karena mencari dan menggali harta maupun tahta tak semudah yang dikira
— Review Rokok (@ReviewRokok) December 22, 2021
Merubah diri dengan tetap mempertahankan apa yang dianut sebagai prinsip hidup, saya kira juga tak mudah
Layaknya ilustrasi dibawah berikut#renungan pic.twitter.com/xxqryBj79B
Informasi terakhir dari Bali, berdasarkan informasi foto dari anggota Group Review Rokok+
— Review Rokok (@ReviewRokok) February 16, 2022
Magnum Classic, harga jual yang disarankan sekitar 18.000 untuk estimasi 12 batang filter kretek. Ada selentingan kabar produk ini khusus untuk melawan kekaisaran Surya
Liat aja ya pic.twitter.com/ySBNPk5vt2
Cukup simpel kemudian menerka tujuan Magnum Classic diciptakan dari kalimat "Yang Baru, Yang Diburu" pada kalimat spanduk. Yang lama sudah ada, kadang lebih mahal, muncul kemudian Magnum Classic sebagai alternatif yang bisa diburu. Simpelnya, pendekatan saat ini menawarkan alternatif sebagai jualan utama, bukan produk tersebut harusnya bagaimana saat dihisap. Simpel, meski kemudian saya sendiri agak bingung, entah ini dampak kenaikan cukai atau bagaimana.
Setelah dibahas alasan dari produk ini ada, mari kita bahas produk ini secara seksama dimulai dari harga terlebih dahulu. Saya mendapatkannya dari teman, dikarenakan produk ini tidak masuk pada daerah yang basis utama penjualan Full Flavor-nya bukan GG Surya. Produk ini saya dapatkan dengan harga Rp. 18.000,- (cukai 2022 Golongan I memiliki tarif sebesar Rp. 22.875 per 12 batang). Lokasi pembelian dari teman di kawasan Pulau Bali, meski kemudian teman hanya menyatakan ia membeli bukan di minimarket.
Harga ini kemudian bisa dikatakan lebih murah 3.000 dibandingkan Surya 12 atau GG International, 2.000 lebih murah dibandingkan GG Signature 12, dan 1.000 lebih murah dibandingkan varian utama dari 234 Magnum yakni Magnum Filter. Singkat kata, produk ini layak disebut pada kategori entry level.
Harga ini tentunya masih terhitung terjangkau, meski kemudian dengan harga yang hampir sama, bisa mendapatkan kompetitor lain semisal Dunhill Filter Extra 12, ataupun Win Filter yang bisa mendapatkan kuantitas lebih banyak (20 batang) dengan harga serupa. Nilai dari harga rokok ini, kemudian bisa diberi angka 8.4 dari 10.
Lalu kita coba kaji kemasan bungkus rokok ini secara seksama
0 Komentar