Selamat siang,
Kegiatan menulis bukanlah sebuah kegiatan yang mudah untuk dilakukan pada akhirnya, mengingat bahwa dalam mengungkapkan apa yang menjadi inti utama dari sebuah tulisan, memerlukan sebuah dedikasi yang tinggi dan juga minat yang didasari oleh kegiatan yang pada akhirnya disukai. Tentu bahwa pengantar kali ini mirip dengan apa yang kemudian diungkapkan pada beberapa post sebelumnya, secara pendek dan khas. Harap maklum.
Review kali ini pada dasarnya akan membahas sebuah produk yang sebenarnya terhitung baru di pasaran, dengan kata lain bahwa produk ini memang baru saja diluncurkan dengan arsitektur yang pada akhirnya cukup rumit untuk dijelaskan. Sebuah dimensi baru dari Kretek Tangan, yang memadukan model modernitas dari sebuah model Sigaret yang berpadu dengan tradisi khas dari Kretek Tangan itu sendiri. Nama produk yang akan saya bahas pada kesempatan kali ini, yaitu Magnum Kretek dari Dji Sam Soe. Pada dasarnya bahwa apa yang ditawarkan oleh produk ini, kemudian mengusung dua fitur yang menjadi nilai jual utama dan menjadi perhatian tersendiri, kala membahas bagaimana produk ini kemudian harus dimaknai secara penuh.
Dua fitur tersebut yakni penggunaan model arsitektur Sigaret Kretek yang modern, dan juga fitur selongsong khusus yang menjaga citarasa dari rokok ini bisa bertahan lama, dengan harapan kualitas atas arsitektur Sigaret Kretek yang modern tersebut, bisa dinikmati dari awal sesi hingga batang terakhir. Pada dasarnya bahwa arsitektur dari Kretek Modern yang menjadi daya jual utama yang ditawarkan oleh rokok ini sangat lah simpel. Pertama, Kretek Modern haruslah memiliki hisapan yang enteng dan juga halus; kedua, Kretek Modern haruslah menggunakan saus yang lebih minim dan kurang begitu kompleks layaknya Kretek pada umumnya, atau bahkan harus mirip dengan produk SKM yang dituju; dan ketiga, Kretek Modern memiliki durasi hisapan yang lebih cepat ketimbang Kretek pada umumnya yang memiliki durasi lama.
Model arsitektur yang pada dasarnya mengusung simplisitas atas sebuah produk, dengan tetap menjual daya tariknya sebagai produk yang memiliki turunan dari tradisi khas, kemudian dikemas secara baik dengan adanya fitur selongsong khusus, dengan harapan bahwa kesempurnaan atas citarasa yang diharapkan, bisa tersampaikan secara utuh, tanpa adanya gangguan dari faktor eksternal yang bisa merusak citarasa khas tersebut. Produk ini kemudian diluncurkan pada bulan Mei 2024 lalu, tepatnya pada tanggal 28 Mei 2024 lalu, dengan wilayah penjualan utama pada wilayah yang memang secara umum memiliki penjualan Magnum Filter secara besar. Yakni wilayah Sumatera Utara (dan Barat), Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Tentu bahwa upaya HM Sampoerna dalam melakukan mitigasi dari brand Magnum (Filter) itu sendiri, memunculkan sebuah ide yang pada akhirnya bisa diterapkan secara mudah, tentunya dengan adanya modifikasi dari spesifikasi bawaan produk yang dianggap bisa memitigasi user Magnum Filter ke varian yang lebih murah. Hal tersebut tentu secara jelas terlihat dalam segmen pasar SKT yang pada akhirnya memiliki penjualan yang besar. Produk yang pada akhirnya bisa dianggap sebagai produk khusus pengguna yang ingin beralih ke Kretek Tangan, namun tetap menginginkan adanya sebuah sensasi rasa penuh dan high impact. Singkatnya bahwa apa yang kemudian ditawarkan oleh Magnum Kretek kali ini, secara penuh merupakan upaya mitigasi dari HM Sampoerna bagi konsumen yang (terpaksa) beralih ke Kretek Tangan karena faktor ekonomi, namun tetap memiliki citarasa high impact yang khas dari produk yang sebelumnya digunakan sehari-hari.
Selain itu, ada kemungkinan besar bahwa produk ini sengaja dibuat, untuk membendung Bintang Mas Wijaya Magnum Kretek, sebuah produk yang pada akhirnya secara langsung mendompleng nama besar Magnum, yang kalau kita cek pemilik merek dari "magnum" itu sendiri, kemudian terlihat bahwa pemilik merek "magnum" pada kategori rokok tembakau dan turunannya, dimiliki oleh PT HM Sampoerna, Tbk. itu sendiri. Mengingat bahwa pada saat ini Bintang Mas Wijaya memiliki perselisihan atas merek "magnum" itu sendiri, kemudian menjadi penting, manakala HM Sampoerna terpaksa menggunakan trik yang belakangan digunakan oleh pabrikan rokok secara umum, namun di satu sisi HM Sampoerna ingin membuktikan bahwa merek "magnum" pada dasarnya dimiliki secara penuh oleh HM Sampoerna.
Pada akhirnya, bahwa tujuan utama yang ingin dicapai oleh produk ini, memiliki tiga motif utama yang penting untuk dimaknai secara penuh. Pertama, merupakan upaya dari HM Sampoerna dalam menciptakan Kretek Modern (yakni perpaduan Kretek Tangan dan saus khas SKM); kedua sebagai upaya mitigasi HM Sampoerna atas praktek downtrading user SKM ke SKT, yang ditandai dengan menurunnya penjualan dari versi SKM-nya; dan ketiga, sebagai cara untuk membendung pengaruh Bintang Mas Wijaya dalam menanamkan merek "magnum" yang menurut BMW, magnum pada dasarnya merupakan tipe Sigaret dengan ukuran besar. Ya kemudian ibarat sebagai pepatah, sekali mendayung, dua sampai tiga pulau terlampaui. Anggap saja seperti itu.
Baiklah, itu beberapa pengantar dari bagaimana produk Magnum Kretek tersebut kemudian harus dimaknai secara penuh. Mari kita mulai review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini, pada dasarnya memiliki harga modal sebesar Rp. 16.300,- untuk grosir, dengan harga eceran yang disarankan untuk konsumen, sebesar Rp. 18.000,- (cukai golongan I sebesar Rp. 16.500,- per 12 batang). Adapun tarif cukai yang kemudian dikenakan pada produk ini, memiliki persamaaan yang jelas dengan dua produk Value For Money dari HM Sampoerna itu sendiri, yakni Sampoerna Kretek dan juga Sampoerna Prima. Namun bahwa harga eceran yang disarankan, kemudian menyiratkan bahwa produk ini pada dasarnya bisa memasuki segmen 'tengah' yang pada saat ini dikuasai oleh Djarum Super Espresso. Segmen tengah ini kemudian bisa dikatakan sebagai SKT Premium.
Untuk harga sendiri saya beri nilai 8.5 dari 10.
Kemudian kita coba ulas kemasannya secara saksama dan perlahan-lahan
1 Komentar
Mantap betul artikelnya, sangat membantu
BalasHapus