Selamat siang,
Menyadari bahwa 2022 menjadi tahun terakhir (sementara) dalam membuat review, hal ini memacu saya untuk meneruskan, setidaknya membuat review yang seakan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Terlebih bahwa preferensi perokok di Indonesia yang seakan mencari rokok dengan harga lebih terjangkau, membuat inisiatif saya untuk terus (sementara) bertahan, menjadi opsi yang bisa saya pilih, dengan tujuan untuk tidak lari atas tanggungjawab yang sudah saya buat dan saya harus pelihara sebaik mungkin. Mengingat review berbagai rokok harus sementara bakal terhenti pada tahun 2023 (dengan total angka waktu istirahat yang seakan lama, saya dengan ini tidak bisa menjanjikan opsi ini sebagai opsi permanen), membuat apa yang seharusnya dipenuhi sebagai syarat rehat, bisa terpenuhi dengan beberapa tulisan yang saya buat. Harap maklum.
Review kali ini bisa dipastikan menjadi review pertama setelah bulan Ramadhan yang panjang, lebih tepatnya Mei 2022 menjadi titik awal kembalinya saya untuk menulis ulasan rokok. Adapun sementara ini, review ini bisa ditandai dengan "keberhasilan" transaksi yang sudah saya lakukan kepada salah satu orang yang saya kenal. Total rokok ini kemudian saya bisa pastikan ada sekitar 7-8 barang, dan mungkin akan terus berjalan terus di bulan Mei secara berurutan. Tampaknya perlahan tapi pasti, harus bisa dituliskan dalam blog tercinta ini.
Salah satu produk yang masuk ke dalam radar untuk diulas, yakni Halim Coklat 20 batang. Berbeda dengan suksesor yang menggunakan metode reconstituted tobacco leaf, yakni Forte dari Djarum dan Tycoon Filtered Cigars dari STTC (tentu yang berkaitan hanya kategori produknya yang sama-sama SPM), metode papir yang digunakan oleh Halim kemudian memiliki kesamaan dengan produk sigaret secara umum. Yaitu menggunakan papir sigaret yang dihasilkan dari pemrosesan bubur kertas dari kayu, hanya saja kemudian disesuaikan dengan menambah "burning area" untuk mempermudah pembakaran, dan menggunakan pewarna makanan berwarna coklat.
Tentu persamaan diatas juga bisa ditemukan juga pada produk Mr. Brown dari Djarum Group, yang sejujurnya harus saya ulas di kemudian hari. Hanya saja kemudian kita bisa menangkap dengan perbandingan secara empirikal, bahwa lini Halim merupakan wujud SPM yang kemudian dikehendaki Gudang Garam, sebagai "Gudang Garam International versi lama dengan racikan rokok putih," namun pada penjelasan produk akan memperjelaskan terkait bagaimana Halim yang sesungguhnya, dengan kata lain review ini bisa menjadi penjelas (bahkan menjadi revisi) tambahan akan review Halim yang dulu pernah saya buat.
Tidak usah panjang lebar, untuk harga rokok ini saya dapatkan sekiranya dengan harga Rp. 20.000,- (cukai IIB SPM memiliki nilai 22.700), dengan total kuantitas yang bisa kita lihat sebagai kewajiban SPM, memiliki isi 20 batang. Hal ini kemudian bisa kita lihat lagi bahwa untuk SPM yang memiliki keunggulan kemasan "soft-pack" tak bisa dianggap bahwa produk ini murah ataupun mahal. Masih dianggap wajar pada akhirnya.
Nilai harga rokok ini sekitar 7.9 dari 10.
Kemudian kita coba kaji kemasannya secara seksama
0 Komentar