Selamat malam,
Dua kali menulis bukanlah sebuah hal yang mudah. Memfokuskan diri dalam mendapatkan sudut pandang yang bisa diterima oleh semua, dan juga menuliskan apa yang sudah ditangkap melalui indera perasa, itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Bagi sebagian orang, hanya menikmati (terutama di bagian foto) merupakan sebuah kegiatan yang megasyikan, namun bagi saya yang menulis, saya jujur mengharapkan pembaca bisa membaca post yang saya buat dengan seksama. Harap maklum.
Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya di Twitter (bagi yang belum mengikuti, silahkan ikuti di @ReviewRokok untuk lebih jelas terkait info terbaru dari saya), maka kali ini saya mencoba kembali menuliskan dua review dalam satu hari. Produk yang saya akan review pada sesi kedua ialah Sampoerna A Ultramild, dan keberadaan produk ini terhitung baru berjalan sekitar 3 hari (Produk ini memasuki pasar pada tanggal 23 Juni 2021).
Info terkait dengan produk ini sebenarnya sudah saya dapatkan dari bulan lalu, oleh seorang kerabat yang saya kenal baik. Mungkin kisaran Mei lalu, info ini sebenarnya sudah beredar di grup yang membahas rokok secara umum (termasuk grup saya), dan hal ini saya coba tuangkan dalam sebuah twit yang mengutarakan keresahan yang saya dapatkan sebagaimana berikut
Mendadak beli tiga barang bersamaan, saat Adzan Maghrib mulai selesai berkumandang
— Review Rokok (@ReviewRokok) May 9, 2021
Tak mengerti jujur, kenapa saya terbesit kembali membeli tiga barang itu secara bersamaan ya
Semoga bukan sebuah isyarat semu 😊 pic.twitter.com/kTViEuyHb7
U Mild sudah menjadi masa lalu, dan Sampoerna U pada akhirnya dilebur menjadi Sampoerna A, dengan nama Ultramild
Alasan ini tentunya di awal tidak masuk akal, dan membingungkan beberapa spekulan lain yang dahulu memperkirakan U Mild berubah nama menjadi Philip Morris Mild. Hal ini sempat didiskusikan di grup saya, dan mereka juga bertanya kenapa menjadi begitu. Meskipun memang alasan peleburan brand ini pada akhirnya terjawab dengan alasan logis dan bisa diterima oleh saya pribadi (dan alasan kuat ini berdasarkan pengamatan saya di lapangan):
Philip Morris (Bold) kurang laku, lalu dikarenakan sama-sama SKM LTLN, maka pada akhirnya dipilihlah Sampoerna A yang secara nilai lebih bisa diterima
Dan pada akhirnya, setelah teaser yang dipasang di media OOH ini berlangsung satu bulan, 23 Juni 2021 ini menandakan bahwa transisi Sampoerna U Mild ke Sampoerna A Ultramild dimulai secara penuh. Stok lama dari U Mild masih bisa ditemukan, dan stok terbaru U Mild saat ini sudah dilebur menjadi A Ultramild. Efektif transisi ini mungkin berlangsung sampai Agustus, mengingat U Mild memiliki masa paruh simpan hingga 6 bulan dan masih banyak produksi maksimal bulan April beredar.
Itulah cerita singkat terkait A Ultramild (selanutnya kita bisa sebut sebagai Mild Biru atau Ultra mild atau juga A Mild Ultra) yang bisa disarikan dalam tulisan ini. Baiklah kita coba mulai review rokok Sampoerna A Ultramild sebagai berikut.
Kemasan 16 batang memiliki harga Rp. 23.000,- (cukai 2021 sebesar Rp. 27.200), dan pada kemasan 12 Batang memiliki harga Rp. 16.500,- (cukai 2021 sebesar Rp. 20.400). Anggap saja bahwa harga rokok ini tidak jauh berbeda dengan Sampoerna U Mild, dengan catatan harga pada isi 16 memiliki selisih mungkin lebih murah 500 dibandingkan dengan pendahulunya.
Untuk kemasan 12 batang, harga yang ditawarkan termasuk kompetitif dan sesuai dengan harga LTLN 12 di pasaran, namun pada kuantitas 16 batang harganya termasuk mahal dan akan terjadi anggapan "harganya nanggung".
Untuk Harga Ultramild 12, saya beri nilai 8.4 dari 10. Sedangkan Harga Ultramild 16, saya beri nilai 6.5 dari 10.
Kemudian kita coba review lihat kemasan rokok ini baik isi 12 batang dan 16 batang secara seksama
0 Komentar