Dji Sam Soe Magnum Mild, Nama Baru Dari Dji Sam Soe Magnum Blue

Selamat sore,

Minggu ini kebetulan merupakan minggu tersibuk admin sejauh ini, dimana dalam hal ini tugas yang admin dapati jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Maklum, semakin tinggi posisi yang di dapat menentukan apakah sebuah tugas dikatakan ringan atau pun tidak. Dimana posisi admin sebenarnya sudah berada pada tingkat menengah yang secara kesibukan dikatakan lebih tinggi bila dibandingkan dengan sebelumnya. Kebetulan saja, admin ada keinginan untuk mereview rokok yang dikatakan baru saja mengganti namanya, dimana dalam hal ini rokok ini sebenarnya merupakan perubahan yang bersifat major dimana perubahan nama ini juga berdampak terhadap penurunan harga yang terjadi pada rokok ini.

Rokok ini dinamakan sebagai Magnum Mild, atau dahulu disebut dengan Magnum Blue. Rokok ini sebenarnya bukanlah produk yang dikatakan sangat baru, alias rokok ini merupakan nama baru dari Magnum Blue sebagai rokok yang admin paling direkomendasikan untuk jenis SKM LTLN. Cerita admin mendapatkan produk ini dapat dikatakan sebagai kejadian yang tidak sengaja. Kejadian ini berawal dari kejadian tadi pagi, dimana admin memang sengaja mencari rokok yang dikatakan belum direview. Namun, admin jadi teringat beberapa posting-an dari pengikut setia admin di Facebook, dimana dia mengatakan bahwa Magnum yang berwarna biru kini berubah nama menjadi Magnum Mild dikarenakan ada kemungkinan bila tetap mempertahankan nama Magnum Blue, cenderung kurang begitu baik secara penjualan dikarenakan kurang begitu baik kalau tetap mempertahankan nama Blue. Ada beberapa analisis yang admin bisa paparkan dalam postingan kali ini diantaranya sebagai berikut
  1. Magnum Blue yang pertama kali diluncurkan pada awal tahun 2014 sepertinya penjualannya tidak sebaik Magnum Filter. Dikatakan pada Annual Report HM Sampoerna tahun 2016, market share dari SKM produksi Sampoerna pada umumnya, mencapai 28,9% dari total penjualan rokok di Indonesia secara umum. Dikatakan juga bahwa pertumbuhan dari jenis SKM pada umumnya, berdasarkan Annual Report Philip Morris pada tahun 2016 mencapai 75,8% dimana dalam hal ini didominasi dengan penjualan SKM LTLN yang dikatakan sangat berkembang untuk saat ini. Magnum Blue sebagai portofolio dari Sampoerna dirasa dikatakan kurang begitu baik bila dibandingkan dengan mild lain buatan Sampoerna yang sejauh ini posisi pertama dikuasai oleh A Mild dan di posisi ketiga dikuasai oleh U Mild. Portofolio dari Dji Sam Soe mengalami penurunan sebanyak 0,4% di tahun 2016 dengan angka 6,5%. Pertumbuhan yang dikatakan lebih rendah bila dibandingkan dengan portofolio Sampoerna lainnya membuat Dji Sam Soe terpaksa me-relaunch produk Magnum Blue dengan nama barunya yakni Magnum Mild. Sejatinya, Magnum Mild merupakan nama terbaru dari Magnum Blue dengan harapan portofolio Dji Sam Soe bisa mengalami kenaikan yang drastis. Diposisikan sebagai rokok Value For Money, Magnum Mild dikatakan mengalami perubahan posisi sebelumnya yang menyasar ke kelas menengah, kini berada pada kisaran harga yang cenderung dikatakan sebagai harga untuk rokok menengah ke bawah. Dengan harga retail saat ini yakni Rp. 13.000 isi 16 batang, membuat rokok ini seakan menjadi pilihan terbaik untuk kelas menengah ke bawah yang dikatakan cukup banyak ditemui di Indonesia.
  2. Alasan lain mengapa Magnum Blue berubah nama menjadi Magnum Mild dikarenakan produk ini sebenarnya memang dikatakan sebagai produk jenis LTLN atau Mild. Dahulu, Magnum Blue sebenarnya untuk mengakomodasi PP no. 109 tahun 2012 yang melarang menggunakan penggunaan deskriptor pada merek rokok dimana ternyata Sampoerna melihat PP no. 109 tahun 2012 ternyata masih memperbolehkan menggunakan kata "mild" sebagai bentuk deskriptor dari rasa rokok ini, selama nama tersebut sudah didaftarkan ke Ditjen HKI. Magnum Mild kembali diluncurkan di tengah persaingan rokok SKM LTLN yang saat ini dikatakan sangat booming. Sampoerna cukup tepat meluncurkan kembali Magnum Blue dengan nama baru yakni Magnum Mild dikarenakan produk ini memang seharusnya di awal diluncurkan sebagai Magnum Mild. Sampoerna juga melihat PP no. 109 tahun 2012 tidak berjalan dengan baik, dimana penggunaan kata Lights atau Mild masih diperbolehkan selama sudah didaftarkan di Ditjen HKI.
  3. Dapat disimpulkan bahwa Sampoerna meluncurkan kembali Magnum Blue dengan nama Magnum Mild dikarenakan adanya dua faktor. Pertama ialah portofolio Dji Sam Soe secara keseluruhan cenderung menurun, dan yang kedua Sampoerna melihat penerapan PP no. 109 tahun 2012 tidak berjalan dengan semestinya. Dengan penggunaan nama Mild sebagai bentuk deskriptor dari rokok ini, diharapkan penjualan dari Sampoerna bisa meningkat drastis. Dan juga dalam hal ini membuat produk ini seakan bangkit dari mati surinya dikarenakan dahulu masih menggunakan nama "Blue" dan pada saat ini diganti menjadi Magnum Mild.
Baiklah, itu merupakan sedikit analisis mengapa Sampoerna meluncurkan kembali Magnum Blue dengan nama baru yakni Magnum Mild. Mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini admin beli dengan harga Rp. 13.000 (cukai 17.925) dengan kuantitas isi 16 batang. Untuk hitungan rokok mild, rokok ini termasuk sangat murah bila dibandingkan dengan kompetitor. Untuk harga sendiri saya beri nilai 10 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasannya dengan seksama








Kemasan rokok ini menggunakan basis warna silver dan biru tua. Pada bagian depan dari kemasan sepertinya tidak memiliki perubahan yang mendasar dari Magnum Blue, dimana terdapat pattern persegi panjang sebanyak 5 buah dengan warna biru yang lebih tua, dimana terdapat 1 bagian persegi dengan ukuran besar, 1 dengan ukuran menengah yang terletak di bagian tengah dan paling bawah kemasan, 2 ukuran dengan ukuran kecil. Secara pattern lain terdapat warna dengan biru yang sedikit lebih muda, namun secara keseluruhan kemasan menggunakan warna biru tua yang pada kemasan ini tidak memiliki efek shiny layaknya Magnum Blue. Terdapat dua garis tipis yang berada di bawah tulisan MAGNUM MILD dengan warna garis silver, dimana dalam garis tersebut terdapat efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Tulisan MAGNUM menggunakan font serif yang sama dengan kemasan Magnum Blue. Tulisan MILD menggunakan ukuran tulisan yang lebih kecil dan memiliki efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Terdapat logo Dji Sam Soe yang bertuliskan 234 dengan adanya bintang sebanyak 9 buah dan adanya garis berjumlah satu di bagian bawah tulisan 234. Hal yang berbeda dengan Magnum Blue ialah tidak terdapat tulisan DJI SAM SOE dan juga di bagian bawah kemasan tertulis 16 LASERMILD KRETEK yang menandakan bahwa rokok ini memiliki fitur Lasermild layaknya rokok mild buatan Sampoerna pada umumnya. Di bagian belakang memiliki tulisan MAGNUM MILD dengan adanya dua garis di bagian atas dan bawah kemasan, dengan model deskripsi yang sama saja dengan Magnum Blue. Terdapat tanda tangan dari Putera Sampoerna sebagai salah satu petinggi Sampoerna yang menciptakan Sampoerna A Mild. Bagian samping kiri yang dahulu tertulis 16 KRETEK CIGARETTES kini tidak ada, dikarenakan sudah tertulis di bagian depan kemasan. Bagian atas terdapat tulisan MAGNUM MILD dan di bagian bawahnya tertulis MAGNUM MILD ke arah vertikal dengan model penempatan kode produksi yang sama saja dengan Magnum Blue. Secara kemasan, rokok ini memiliki kesamaan dengan Magnum Blue, hanya berbeda di warna biru yang saat ini tidak memiliki unsur shiny dan terdapat tulisan MILD yang menandakan bahwa rokok ini masuk kedalam segmen SKM LTLN. Untuk kemasan cenderung terasa lebih baik, dimana untuk nilai kemasan sendiri saya beri nilai 8.6 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Hal yang berubah pada rokok ini sebenarnya terdapat pada inner hinge lid dari rokok ini terdapat semacam lambang amplop yang disampingnya terdapat tulisan suara.konsumen@sampoerna.com sebagai bentuk layanan yang ditawarkan oleh Sampoerna ketika rokok ini memiliki komplain secara rasa. Bagian inner frame dari rokok ini memiliki kesamaan dengan Magnum Blue, dimana warna inner frame dari rokok ini ialah biru. Yang berbeda terletak pada foil dari rokok ini, dimana sebelumnya terdapat logo Magnum Blue kini sudah tidak ada, alias foil rokok ini polos dengan model foil shiny dan glossy. Warna foil pada rokok ini ialah silver, layaknya foil yang terdapat pada Magnum Blue.

Kemudian kita coba buka foil-nya dengan seksama


Susunan batang rokok ini memiliki kesamaan dengan Magnum Blue yakni 8 di depan dan 8 di belakang, dengan kuantitas isi sebanyak 16 batang. Batang tidak mengalami perubahan sama sekali bila melihat secara sekilas.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang dan diameter yang sama dengan rokok mild pada umumnya. Dimana hal yang membedakan produk ini dengan Magnum Blue terletak pada batasan tipping paper. Batasan tipping paper pada rokok ini terdapat tulisan MILD dengan warna biru tua, disertai dua garis berwarna silver yang memiliki efek shiny yang sama saja dengan Magnum Blue. Pada bagian atas batasan, terdapat tulisan MAGNUM dengan warna biru. Perforasi pada rokok ini sama saja dengan Magnum Blue, yakni adanya perforasi laser berjumlah dua baris, dengan jarak lubang berdekatan satu sama lain. 

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini menawarkan sensasi manis yang cenderung tidak begitu terasa disertai dengan sensasi fruity yang sangat minim. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa spicy yang sangat kuat disertai sensasi`rasa manis yang cenderung minim. Rasa rokok ini sepertinya tidak memiliki perubahan yang drastis dikarenakan kadar tar dan nikotin pada rokok ini sama saja dengan Magnum Blue. Memiliki karakter fruity yang tidak begitu kuat, dalam hal ini saya menemukan sensasi leci yang sama dengan rokok mild pada umumnya namun dalam intensitas yang cenderung minim. Sensasi spicy yang ditawarkan dari rokok ini ialah gabungan dari adas manis dan kapulaga yang menjadi daya tarik dari blend Dji Sam Soe pada umumnya. Memiliki karakter mirip dengan marshmallow dimana dalam hal ini rokok ini menawarkan sensasi vanilla disertai adanya sedikit sentuhan rasa marshmallow yang membuat rokok ini seakan menawarkan sensasi yang cenderung unik. Sensasi manis yang ditawarkan dari rokok ini cukup terasa namun dengan intensitas manis menengah ke bawah, dikarenakan adanya sensasi a hint of sweetness yang tercipta salah satunya berkat penambahan liquorice yang memang sudah menjadi daya tarik dari rokok Dji Sam Soe pada umumnya. Cenderung memiliki karakter nutty yang jauh lebih kuat dibandingkan rokok mild pada umumnya, dimana dalam hal ini sensasi nutty yang kuat dikarenakan rokok ini salah satunya menggunakan Tembakau Madura yang secara jenis memang masuk ke dalam Tembakau Oriental. Memiliki tingkat kelembutan yang cenderung tinggi, dimana dalam hal ini sensasi kelembutan khas dari Tembakau Virginia sangatlah terasa, dan juga rokok ini memiliki sensasi earthy yang cenderung terasa, dikarenakan rasa tembakau dalam rokok ini termasuk kaya. Cenderung memiliki sensasi warming yang khas, terutama bila dikonsumsi rokok ini pada saat hujan membuat rokok ini memiliki sifat menghangatkan yang sangat terasa di tenggorokan. Memiliki tarikan yang cenderung mantap, dalam artian rokok ini menawarkan sensasi rasa halus namun dengan kemantapan khas blend Dji Sam Soe pada umumnya. Rasa harshness pada rokok ini cenderung minim namun sedikit terasa, dalam artian rokok ini menawarkan sensasi harsh yang cenderung rendah dan cenderung memiliki karakter lembut. Blend pada rokok ini cenderung dibuat mellow secara rasa, dimana dalam hal ini cenderung memiliki karakter yang menurut saya sangat nikmat bila dihisap secara perlahan. Bila dikeluarkan dari hidung, rokok ini menawarkan sensasi aroma yang sangat lembut, dalam artian rokok ini tidak menusuk ketika mengeluarkannya lewat hidung. Throat hit pada rokok ini cenderung tidak ada, dalam hal ini rokok ini tidak membuat tenggorokan tidak nyaman, alias sangat nyaman bila rasa rokok ini dihisap hingga tenggorokan. Durasi rokok ini ialah 10-11 menit, dalam artian rokok ini memiliki durasi yang cenderung sama dengan rokok mild pada umumnya. Aftertaste rokok ini menawarkan sensasi nutty yang sangat kuat, disertai sedikit rasa vanilla dan adanya unsur spicy yang sangat terasa. Namun bila rokok ini sudah mendekati batasan tipping paper, rokok ini sedikit meninggalkan kesan chemical taste yang menurut saya sangat minim. Secara rasa, rokok ini tidak jauh berbeda dengan Magnum Blue dimana sensasi rasa yang ditawarkan sama persis dengan Magnum Blue. Saya sangat menyukai rokok ini, untuk nilai rasa rokok ini saya beri nilai 9 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan harga rokok ini yang cenderung lebih murah dibandingkan sebelumnya, rasa rokok yang cenderung sama persis dengan Magnum Blue, dan kemasannya yang modern membuat rokok ini bisa dikatakan sebagai rokok mild dengan angka tertinggi bila dibandingkan dengan kompetitor, diman secara rasa, rokok ini dikatakan sebagai rokok dengan rasa yang paling nikmat (berdasarkan pendapat admin) dan juga secara harga rokok ini sangat terhitung terjangkau. Untuk distribusi rokok ini termasuk mudah untuk ditemui, terutama pada Indomaret yang memang menjadi salah satu sentra distribusi rokok buatan HM Sampoerna pada umumnya, dan juga sepertinya di warung dan toko akan mulai di awal bulan ini. Secara umum, rokok ini hampir tidak memiliki kelemahan yang berarti, akan tetapi durasi rokok ini cenderung sama dengan rokok mild pada umumnya, dimana dengan durasi bakar yang cepat membuat rokok ini seakan tidak direkomendasikan bagi Anda yang menginginkan rokok dengan durasi bakar yang cenderung lebih lama. Overall, nilai rokok ini ialah 9.2 dari 10. Artinya, rokok ini menang pada harganya yang cenderung terjangkau, rasa yang sama dengan Magnum Blue, dan kemasannya yang memiliki kesan stylish dan modern.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , ,