Selamat siang,
Menarik kembali atas kesimpulan yang sebenarnya cukup rumit untuk dibahas, menjadi penting dalam memaknai perjuangan yang sudah saya lakukan, sebagai martir dalam dunia hisap menghisap. Pernyataan yang saya alami pada saat ini, kemudian menjadi penting pada saat saya harus mengambil posisi lebih jauh akan apa yang saya lakukan pada kesempatan yang akan datang. Perlunya kembali untuk menjadi lebih pasif, menjadi satu hal yang utama dari bagaimana saya harus memaknainya secara lebih utuh. Harap maklum.
Ulasan kali ini akan membahas sebuah produk yang sudah hadir sejak tahun 2021 lalu, dan pada dasarnya bahwa model rokok ini merupakan substitusi yang baik bagi Anda yang menyukai produk semisal Surya Professional dari Gudang Garam. Produk ini kemudian dibuat oleh salah satu anak perusahaan dari Djarum Group, dengan nama yang sangat berani, yakni Ferro. Ferro dapat diartikan sebagai besi dalam bahasa Indonesia, sebuah pernyataan penting dalam memaknai citarasa khas yang memiliki aromatik fruity khas dan memiliki sensasi rasa yang lebih gamblang. Tampaknya bahwa model rasa bawaan yang ingin diciptakan oleh rokok tersebut, merupakan turunan dari produk yang dahulu pernah dijual, yakni LA FilteRed. Hanya saja, bahwa sensasi rasa dari rokok ini kemudian terkesan sedikit lebih padat, mengingat bahwa sensasi bawaan dari rokok ini muncul dari model batang yang tampak ramping khas dari kretek filter modern.
Adapun bahwa terkait dengan distribusi Ferro itu sendiri, berdasarkan info yang saya dapatkan secara umum, rokok ini hanya dapat ditemukan di beberapa wilayah saja. Misalkan pada wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, beberapa wilayah Nusa Tenggara dan Kalimantan, dan Ambon. Tampaknya bahwa distribusi utama dari produk tersebut menyasar kepada wilayah yang secara umum memiliki penjualan Surya Pro yang baik. Mengingat bahwa pada dasarnya, Ferro merupakan percobaan pertama dari Djarum Group dalam menjual SKM full flavor dengan model yang lebih ramping. Dan juga, satu keunggulan yang muncul dari rokok ini adalah, ukuran yang ditawarkan oleh rokok ini jauh lebih panjang ketimbang model SKM medium tar yang memiliki ukuran ramping secara umum. Anggap saja lebih panjang 10mm merupakan nilai bonus yang ditawarkan oleh rokok ini secara penuh.
Baiklah, itu sedikit pengantar bagaimana produk ini harus dimaknai secara penuh. Langsung saja kita mulai ulasan rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya dapatkan dengan harga Rp. 21.000,- untuk kuantitas sebesar 16 batang (cukai golongan II sebesar Rp. 22.100,- per 16 batang). Harga tersebut kemudian berlaku pada warung ataupun toko kelontong, dengan selisih harga pada minimarket sebesar 500 hingga 1.000 per bungkusnya. Tampaknya bahwa model harga yang ditawarkan oleh rokok ini, memiliki harga yang sangat terjangkau untuk sebuah SKM Medium Tar, dengan nilai jual utama yakni batang ramping dan ukuran yang sangat panjang.
Untuk harga sendiri, saya beri nilai 8.5 dari 10.
Kemudian kita coba kaji kemasannya secara saksama dan perlahan
Distribusi rokok ini paling mudah ditemukan pada wilayah pulau Jawa secara penuh, dengan persebaran yang cukup merata pada wilayah tersebut (terkecuali di Jawa Tengah). Rokok ini bisa ditemukan di minimarket, supermarket, toko kelontong, dan juga warun. Namun bahwa catatan rokok ini sulit untuk ditemukan belakangan ini, ada benarnya. Mengingat bahwa kurangnya peminat pada rokok ini, sangat berimbang dengan penurunan penjualan pada model Medium Tar secara penuh di Indonesia.
Nilai keseluruhan rokok ini yakni 8.76 dari 10, artinya bahwa rokok ini memiliki keunggulan dominan pada kemasan dan juga rasa yang secara umum sangat baik. Hanya saja bahwa harga rokok ini terhitung cukup mahal untuk sebuah rokok medium tar, sekiranya perlu penambahan kuantitas agar rokok ini bisa kembali menarik perhatian.
0 Komentar