Selamat sore,
Tiada kata yang kali ini saya bagikan secara penuh, kecuali "pasrah akan keadaan" yang setidaknya menimpa akun Twitter saya (tercatat ditangguhkan karena hal yang saya tak bisa kontrol, pihak Twitter belum bisa menjelaskan terkait alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi). Ada hal yang kemudian terkesan tersembunyi darinya, dan hal tersebut membuat saya tidak bisa berkata-kata lagi selain menunggu dan memohon. Cukup rumit kemudian untuk menuliskan kata pengantar yang secara umum hanyalah ungkapan yang menjadi dasar dari bagaimana hidup saya harus berjalan. Tidak karena lain, hanya perlu sedikit penyesuaian agar bisa bertahan dalam adaptasi yang terkesan baru ini. Harap maklum.
Review kali ini sepertinya merupakan review yang terkesan spesial, dikarenakan pada kesempatan ini saya, mungkin seperti biasa (pertama kali) mencoba mengulas produk yang sekiranya bisa dikatakan sangat menjual, bahkan sepertinya ada besar kemungkinan produk terbaru ini akan menggantikan produk yang setidaknya juga bisa dianggap sebagai pelopor di kategorinya tersendiri. Produk ini dinamakan sebagai Esse Double Pop, atau Double POP lebih tepatnya.
Esse Double POP bisa dianggap kemudian sebagai penerus terkini dari lini Esse Change, yang sebelumnya kita kenal sebagai Esse Change Double. Rokok ini punya daya tarik yang setidaknya menjadi "template" khas dari KT&G; dengan mengusung adanya "rasa-rasa" yang punya daya tarik kuat, dan sensasi Kretek yang menyegarkan serta memiliki keunikan tersendiri.
Produk ini menjual daya tarik yang sekiranya bisa dianggap menjadi ciri khas seperti apa yang sudah disebutkan pada bagian sebelumnya; mengusung dua kapsul utama (MangoBurst Capsule dan AppleCrush Capsule) yang kemudian dilengkapi dengan rasa bawaan yang sebetulnya sudah cukup segar (Bubblemint tipis dengan paduan gummy sensation).
Berbeda dengan pendahulunya (Esse Change Double) yang menawarkan rasa bawaan Grape tanpa dilengkapi adanya mint, Esse Double POP kali ini sudah sedikit dilengkapi dengan adanya sensasi mint (meskipun dalam intensitasnya cukup tipis bila dirasakan secara penuh). Esse Double POP bisa dikatakan juga sebagai pelopor SKM LTLN Regular dengan adanya dua kapsul atau lazim kita sebut sebagai rokok "double click."
Hal yang kemudian belum bisa ditiru oleh pabrikan lain yang bermain di kategori serupa (HM Sampoerna misalkan dengan lini A Splash dan JTI dengan Camel Mild Option), ialah terkait dengan pembawaan "kesegaran yang unik" menjadi hal mengapa Esse sampai sekarang masih bisa dianggap sebagai merek rokok kapsul terlaris di Indonesia. Esse mengambil target niche yang berkutat pada kategori usia 18-30 tahun, yang menyukai sensasi rasa dengan adanya kesegaran khas, dan tentu inovasi "click" menjadi "signature style" dari KT&G; dengan pada akhirnya berusaha menutupi celah niche pada rokok kapsul di Indonesia, yang secara umum kurang begitu variatif.
Pada kasus Esse Double POP, yang diluncurkan pada minggu ketiga dari September 2022 ini, Esse kemudian mereformulasikan rasa yang pernah ditemukan pada Esse Change Mix, dengan kembali memasang dua kapsul; yang pada akhirnya dua kapsul "double click" dengan keunikan dari tiap kapsul yang unik, dirombak kembali dengan wujud "regular size", dan pada akhirnya rokok ini bisa sesuai dengan apa yang kita temukan di belakang kemasan rokok ini.
"Double Freshness UP!" seperti apa yang ingin dijual oleh rokok Esse Double POP, menggabungkan dua kapsul yang umum ditemukan pada varian Esse (Applemint capsule dinamakan sebagai AppleCrush dan Mangomint capsule dinamakan sebagai MangoBurst), dan hal tersebut kemudian dipadukan dengan gaya "SKM LTLN regular size" dari lini Esse POP, dan hal tersebut kemudian juga dipadukan dengan gaya sedikit adanya rasa mint (Bubblemint yang banyak dipelajari dari gaya Change Mix).
Pada akhirnya, inovasi "Double Click" pada Esse Change Double yang dianggap kurang begitu baik untuk dijual dengan segala kerepotan yang dihadapi, direformulasikan ulang dengan gaya yang lebih familiar untuk dihisap, dan produk ini kemudian pada akhirnya bisa diluncurkan, dengan harapan perokok dengan tipe kapsul di Indonesia tidak bosan dengan model kapsul tersebut, dan kemudian bisa mengeksplorasi gaya khas Esse, yang banyak diturunkan dari manifesto gaya kekhasan cinta akan diri sendiri (Love Yourself).
Baiklah itu sedikit latar belakang yang kemudian perlu divalidasi lebih lanjut terkait dengan beberapa pendapat yang saya kira, saya mendasarkan dari apa yang dijual oleh produk ini. Langsung saja kita ulas produk ini dimulai dari harganya terlebih dahulu.
Harga rokok ini bisa didapatkan dengan harga Rp. 29.000,- (cukai golongan I diterapkan dengan harga pita Rp.30.500 per 16 batang) yang bisa dianggap terhitung mahal untuk sebuah varian rokok baru, dengan catatan saya mendapatkan barang ini di salah satu warung di kisaran Jakarta Timur. Varian yang dijual sejauh ini dimulai dari 16 batang, dan berbeda dengan kasus Bana Pop yang dijual dengan kuantitas 12 batang (dan juga khusus warung pada saat ini), harga rokok ini terbilang sangat mahal untuk sebuah rokok yang hanya dijual di kisaran warung (untuk sementara waktu).
Tentu juga hal yang unik pada rokok Esse kali ini yakni kembalinya KT&G Indonesia menduduki posisi cukai yang pada awal tahun berhasil turun (golongan IIA) namun terhitung bulan Juli 2022; TSPM kembali menduduki golongan cukai paling besar, golongan I dengan total produksi per tahun "lebih dari 3 miliar batang" (komentar penulis, kenaikan cukai ini setidaknya mendapat dampak yang besar dari lakunya Juara Filter Teh Manis 12).
Melihat harga awal rokok ini yang begitu mahal, maka setidaknya perlu adanya sikap bijak ketika kita berusaha membelii rokok tersebut. Nilai untuk harga kemudian bisa dinilai dengan angka 5 dari 10.
Kemudian kita coba review kemasan rokok ini secara seksama dan perlahan-lahan
0 Komentar