Union Filter, SPM Full Flavor dari STTC dengan Harga Sangat Terjangkau

Selamat pagi,

Sudah seharusnya admin menuliskan beberapa review yang dikatakan belum saya buat sebelumnya. Dimana sudah banyak sekali hutang review yang harus saya buat pada beberapa minggu kedepan. Dan juga, rokok dengan pita cukai 2018 sampai sekarang belum ada sama sekali, dimana kebanyakan rokok yang saya akan review ke depan produksi November hingga Desember 2017. Review kali ini sejatinya saya buat sekitar bulan Desember, namun baru sempat saya buat saat ini.

Review yang saya buat kali ini ialah Union Filter, salah satu merek SPM asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang sampai sekarang bisa bertahan hingga saat ini. Rokok ini belakangan mulai di-ujicoba-kan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, dimana saya mendapat rokok ini di salah satu toko di kawasan Jakarta Timur. Kebetulan saja, saya membeli rokok ini bersamaan dengan West 100's yang sampai sekarang belum saya review karena keterbatasan waktu. Saya agak bingung untuk analisis postingan ini, mengingat data yang ada sangat-sangat terbatas bahkan hampir tidak ada. Jadi mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Dan saya langsung memulai review rokok ini tanpa adanya pengantar analisis.

Untuk harga rokok ini saya beli dengan harga Rp. 13.500 (cukai 2017 13.000) dengan kuantitas isi sebanyak 20 batang. Terhitung sangat murah untuk rokok SPM dengan isi yang terhitung banyak. Untuk harga sendiri saya beri nilai 9.4 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasan rokok ini dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan warna dasar putih, hijau muda, dan biru tua. Pada bagian depan dan belakang kemasan terdapat latar kemasan menggunakan warna putih. Terdapat tiga garis tipis di bagian kanan dan kiri kemasan menggunakan warna hijau muda, disusul dengan dua garis dengan ketebalan menengah di bagian kanan dan kiri kemasan, dan satu garis dengan ketebalan maksimum di dekat objek persegi panjang vertikal yang terletak di bagian kanan dan kiri kemasan. Terdapat persegi panjang vertikal berwarna hijau tua sebanyak dua buah di bagian kanan dan kiri kemasan. Terdapat juga persegi panjang vertikal dengan warna hijau muda. Di bagian persegi panjang berwarna hijau muda, terdapat tulisan Since 1952 dengan adanya font Arial dengan warna biru tua. Terdapat logo Union yakni adanya lima orang yang sedang berjalan beriringan, dengan adanya latar awan dan satu burung di bagian kanan logo. Orang yang ada di logo Union tersebut tersusun dari satu orang tanpa caping, dua orang yang sekiranya menggunakan caping, dan dua orang di kanan yang tidak memakai caping. Di logo tersebut juga terdapat bayangan yang disimbolkan dengan garis, dan melangkahi objek tanah dengan adanya garis curve sebanyak 5 buah. Terdapat objek rounded rectangle dengan adanya latar berwarna biru tua dan adanya rounded rectangle yang hanya terdapat outline saja dengan warna putih. Terdapat tulisan UNION dengan font serif berwarna putih dan FILTER yang juga menggunakan font serif berwarna putih. Tertulis KING SIZE dengan font Times New Roman, dan CIGARETTES yang sepertinya merupakan font yang dibuat secara manual. 

Bagian kanan atas kemasan bagian kanan terdapat nama pabrik yang membentuk semacam lingkaran, yakni PT. STTC. P. SIANTAR dan INDONESIA yang dipisahkan dengan dua lingkaran. Di bagian tengahnya tertulis 20 dan SPM di bagian bawahnya. Di bagian kanan kemasan juga tertulis UNION dengan warna biru tua, dan larangan jual serta barcode. Bagian kiri kemasan bagian atas terdapat pabrik dan 20 SPM, tulisan UNION FILTER dan kadar tar serta nikotin. Bagian atas kemasan terdapat objek yang sama dengan bagian depan dan belakang kemasan, dimana tulisan UNION menggunakan warna biru tua dan CIGARETTES yang menggunakan font sans serif berwarna putih. Bagian bawah kemasan hampir sama dengan bagian atas, hanya saja terdapat kode produksi yang dicetak secara digital. Saya merasa kemasan rokok ini sangat vintage dan terkesan kurang begitu menjual bila dibandingkan dengan SPM buatan pabrikan lain. Untuk kemasan saya beri nilai 7.7 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian dalam kemasan menggunakan warna dasar putih, baik di inner frame maupun di inner hinge lid kemasan. Di foil dari rokok ini terdapat tulisan PULL yang sangat jarang ditemui untuk rokok di Indonesia, dengan warna dasar foil yakni silver.

Kemudian kita coba tarik foil-nya dengan seksama


Bagian batang rokok ini terlihat menggunakan warna cork yang sangat umum ditemui untuk rokok SPM di Indonesia. Susunan batang dari rokok ini ialah 7 di depan, 6 di tengah, dan 7 di belakang dengan kuantitas isi sebanyak 20 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki ukuran King Size yang umum diterapkan pada rokok SPM di Indonesia. Panjang rokok ini sekitar 85mm, dengan ukuran diameter yang cenderung sedikit gemuk layaknya rokok SPM kebanyakan di Indonesia. Pada bagian burning area, terdapat factory mark bertuliskan UNION dan FILTER dengan menggunakan warna hitam. Rokok ini tidak memiliki batasan tipping paper, dalam artian bagian tipping paper bersifat langsung terpapar dengan bakaran akhir. Tipping paper dari rokok ini menggunakan warna dasar cork, dengan pattern yang cenderung tersebar merata.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang cenderung hambar dan kurang begitu menggoda disertai adanya sedikit sensasi gurih yang cukup terasa. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa khas yang terasa meskipun dominan dengan sensasi hambar. Rokok ini sepertinya tidak menggunakan banyak aditif layaknya rokok SPM yang umum ditemui di Indonesia, memiliki karakteristik rasa tembakau yang sangat alamiah dan cenderung memiliki sensasi kaya rasa yang khas. Rokok ini kuat memiliki sensasi Tembakau Virginia yang memang memiliki karakteristik lembut dan memiliki sensasi yang cukup manis alamiah, dimana dimulai dari hisapan pertama rokok ini sangat terasa sensasi rasa yang cukup lembut dan memiliki sensasi rasa yang bisa dikatakan gurih alamiah. Rokok ini juga menggunakan Tembakau Burley sebagai penyusun dari blend rokok ini, dimana rokok ini sedikit memiliki karakteristik pedas spicy yang sangat terasa serta sensasi gatal yang sedikit terasa. Pada rokok ini, sepertinya tidak menggunakan Tembakau berjenis Oriental yang memang memiliki karakter nutty yang khas, dimana pada rokok ini cenderung terasa sensasi Tembakau Virginia yang khas disertai Tembakau Burley yang cenderung mampu menciptakan kesan manis alamiah dan sedikit sensasi spicy. Memiliki tingkat kemanisan alamiah yang cenderung terasa dalam intensitas yang baik, dalam artian kandungan gula yang terdapat pada tembakau dari rokok ini mampu menciptakan sensasi manis yang cenderung bersifat a hint of swetness. Cenderung meninggalkan sensasi warming yang sangat terasa, dimana pada rokok ini cenderung meninggalkan kesan hangat di tenggorokan. Sensasi warming bisa terjadi dikarenakan karakter tembakau yang cenderung spicy alamiah tanpa adanya bahan tambahan lain. Dan juga pada rokok ini, racikan yang digunakan terhitung baik, sehingga mampu menciptakan sensasi rasa yang terhitung sangat baik. 

Cenderung memiliki karakter blend yang cukup earthy dan balance dalam intensitas yang baik. Dalam artian saya sedikit bisa menemukan sensasi tanah khas dimana penanaman Tembakau Virginia dan Burley yang ada pada rokok ini ditanam di lahan yang cenderung baik. Karakter balance yang ada pada rokok ini bisa dibilang seimbang antara Tembakau Virginia dengan Tembakau Burley yang ada pada rokok ini. Rokok ini bisa dibilang rendah aditif atau sedikit menggunakan bahan tambahan lain kecuali air dan inverted sugar (dalam intensitas yang sangat minim) sehingga mampu menciptakan sensasi rasa yang terkesan tidak memiliki sensasi chemical taste. Penambahan stem dan Tembakau Recon bisa dibilang hampir tidak ada pada rokok ini, sehingga rasa rokok ini cenderung tidak memiliki sensasi chemical taste sama sekali pada bakaran awal hingga akhir sebelum mendekati batasan tipping paper. Tarikan dari rokok ini sangatlah mantap namun sangat halus, dimana pada rokok ini terhitung memiliki sensasi tarikan yang lembut namun berkesan sangat mantap. Ketika dikeluarkan melalui hidung, rokok ini cenderung memiliki aroma yang hangat dan kaya akan unsur tembakau yang bersifat alamiah, dimana sensasi aroma khas ini memang sering ditemukan pada rokok buatan STTC. Sensasi harshness yang ada pada rokok ini cenderung minim, dalam artian rokok ini memang memiliki sensasi harsh yang cenderung rendah, meskipun kemungkinan besar adanya sensasi harsh pada rokok ini kemungkinan besar dikarenakan adanya sedikit efek spicy alamiah yang muncul dari rokok ini. Throat hit yang ada pada rokok ini cenderung hampir tidak ada, dimana pada rokok ini cenderung tidak memiliki sensasi menusuk di tenggorokan dan tidak membuat tenggorokan terasa tak nyaman. Durasi bakar dari rokok ini sekitar 9-10 menit, dalam artian rokok ini memang cenderung menawarkan durasi bakar yang lebih lama dibandingkan SPM yang secara umum ditemui di Indonesia. Aftertaste dari rokok ini ialah sedikit sensasi manis yang cukup meninggalkan kesan baik di tenggorokan, sensasi hangat yang cenderung intens namun dalam intensitas yang baik, sensasi rasa tembakau yang cenderung kaya, dan juga sensasi sedikit gatal yang terasa di tenggorokan. 

Kelemahan dari rokok ini bisa dikatakan hampir tidak ada. Paling hanya sensasi sedikit panas di bibir ketika bakaran mendekati tipping paper. Untuk masalah chemical taste, rokok ini hampir tidak memiliki sensasi chemical taste yang berarti, dimana bakaran ketika mendekati tipping paper cenderung memiliki sensasi rasa yang konsisten dan hanya mengalami sedikit perubahan yang kurang begitu berarti. Dan juga, bagi Anda yang suka dengan Marlboro Merah, rokok ini cenderung memiliki perbedaan rasa yang sangat signifikan, dimana tarikan dari rokok ini terhitung sangat halus dan tidak memiliki sensasi rasa cocoa yang sering digunakan pada Marlboro. Sensasi kembung khas rokok SPM cukup terasa ketika merokok ini dalam intensitas yang banyak tanpa sebelumnya makan, dimana rokok ini menawarkan sensasi kembung khas namun dalam intensitas yang tidak begitu kuat, sehingga sensasi penuh pada perut cukup terasa dalam intensitas yang lemah. Saya merasa, rokok ini bisa dikatakan merupakan rokok SPM dengan rasa yang sangat baik, dan juga saya merasa cocok ketika merokok ini. Namun, bagi sebagian orang yang terbiasa merokok Marlboro Merah akan sedikit kurang cocok untuk merokok ini, dikarenakan sensasi menusuk yang ada hampir tidak ada. Saya sangat menyukainya, meskipun bila dibandingkan dengan Lucky Strike Merah maka rokok ini cenderung 11-12 meskipun Lucky Strike Merah menawarkan sensasi rasa yang lebih baik. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 8.77 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa yang terhitung sangat natural dan rendah bahan tambahan, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa SPM yang terhitung lebih baik dibandingkan dengan kebanyakan SPM yang dijual di Indonesia. Rasa tembakau alamiah sangat bisa ditemukan pada rokok ini, dimana memang produk buatan STTC kebanyakan memang cenderung menawarkan sensasi rasa yang lebih baik, serta rendah throat hit, yang membuat rokok ini terkesan "underrated" bila dibandingkan dengan SPM yang umum dijual di Indonesia. Kelemahan rokok ini ialah cenderung panas ketika bakaran mendekati tipping paper dari rokok ini, dan sensasi rasa yang sedikit membuat gatal. Namun hal tersebut bukanlah kelemahan yang sangat berarti. Untuk distribusi rokok ini hanya dijual di warung dan toko tertentu saja, dimana memang untuk Jakarta dan sekitarnya rokok ini sangat susah untuk dicari. Untuk kawasan Sumatera Utara sendiri kemungkinan besar sangat mudah untuk mendapatkan rokok ini, mengingat tuan rumah dari rokok ini berada di kawasan tersebut, jadi untuk Anda yang tinggal di Sumatera Utara, Anda pasti mudah menemukan rokok ini di toko ataupun warung terdekat. Overall, saya memberi nilai rokok ini 8.65 dari 10. Artinya, rokok ini unggul pada harga dan rasanya, sedang kemasannya bagi saya kurang begitu menjual, bahkan bagi sebagian orang akan menganggap rokok ini merupakan rokok kelas rendah.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , ,