Dji Sam Soe Super Premium, SKT Super Premium Dengan Fitur Individually Wrapped dari Sampoerna

Selamat siang,

Bisa dibilang admin merasakan kesibukan yang makin mengganggu admin untuk melakukan review terhadap rokok apa saja yang saat ini dijual di Indonesia. Walaupun kesibukan admin dikatakan sangat mengganggu, akan tetapi admin berusaha membuat banyak posting mengenai rokok apa saja yang sudah dijual di Indonesia, baik berupa rokok yang dikatakan baru ataupun rokok yang sudah terhitung lama di pasaran. Postingan berikut akan membahas mengenai rokok yang sepertinya sudah admin beli sekitar Juli lalu di event Pekan Raya Jakarta atau lazim disebut dengan Jakarta Fair. Dimana di Jakarta Fair sendiri terdapat stand yang khusus menjual Dji Sam Soe Super Premium yang kebetulan sekarang sedang dilakukan promosi besar-besaran oleh pihak Sampoerna. Admin tidak terlalu banyak intro pada postingan ini dikarenakan sepertinya postingan ini harus diselesaikan paling maksimal jam 2 siang ini.

Dji Sam Soe Super Premium sebenarnya merupakan SKT dengan harga paling termahal di Indonesia. Bila dibandingkan dengan produk SKT lain, harga yang ditawarkan oleh Dji Sam Soe Super Premium terbilang diatas rata-rata merek rokok SKT yang secara umum dijual dengan range harga 10.000-15.000 per bungkus dengan kuantitas isi 12 batang. Sedikit saya bercerita mengenai pengalaman saya di Jakarta Fair kemarin, admin bersama dengan teman admin sedikit iseng mengunjungi Jakarta Fair dikarenakan kebanyakan teman admin merasa kurang ada kerjaan. Sekilas, admin mengajak teman admin agar bisa menemani admin kala itu untuk mengunjungi beberapa stand rokok yang ada di Jakarta Fair. Diantara stand yang mempromosikan rokok, tahun ini bisa dibilang sangat sedikit stand yang khusus untuk mempromosikan rokok. Beberapa stand yang ada pada saat itu ialah stand Djarum dengan mengandalkan Super Music serta beberapa booth kecil di bagian dekat area indoor pameran, cerutu mini Tycoon yang kebetulan berada di stand Indocafe, dan stand Dji Sam Soe Super Premium yang dikatakan merupakan produk SKT yang kebetulan saat itu memiliki space yang besar. Di stand Dji Sam Soe tersebut ada beberapa permainan yang bisa diikuti pada saat itu, dimana permainan pertama ialah foto bersama teman, yang kedua ialah tebak rajangan yang digunakan oleh Dji Sam Soe, ketiga yakni tebak aroma dengan mencium sample blend dari Dji Sam Soe, dan yang terakhir ialah menebak bahan baku yang digunakan oleh Dji Sam Soe. Itu sedikit intro dari admin. Langsung saja kita mulai review ini dengan dilakukannya analisis terlebih dahulu terhadap produk ini diantaranya sebab mengapa Dji Sam Soe saat ini lebih menggencarkan promosi terhadap produk Super Premium bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe regular yang sejauh ini hampir tidak pernah dilakukan promosi layaknya berikut ini:
  1. Dji Sam Soe Super Premium merupakan produk SKT pertama di Indonesia yang menggunakan inovasi "individually wrapped". Diluncurkan sekitar tahun 2004 bersamaan dengan Dji Sam Soe Super Premium Magnum Filter yang pada saat ini berubah nama menjadi Dji Sam Soe Magnum dimana dua varian tersebut pada awalnya memang memiliki target pemasaran yakni perokok 30 tahun keatas yang menginginkan sensasi Dji Sam Soe yang lebih premium dengan harga yang terbilang tidak murah. Awal dari peluncuran rokok ini ialah menggunakan case yang dibuat dengan plastik yang bisa dibilang mahal untuk saat itu, dan juga isi rokok ini yang sering disebut dengan "Refill". Makanya, beberapa orang masih menganggap bahwa Dji Sam Soe Super Premium saat ini sering disebut juga dengan Dji Sam Soe Refill. Secara resmi, produk ini mulai mengalami perubahan kemasan pada tahun 2011, dimana kemasan yang digunakan sangat berbeda dengan Dji Sam Soe Super Premium Refill yang sudah dijual sebelumnya. Produk ini mulai di-relaunch pada tahun 2015 dengan slogan "Yang Berharga, Dijaga Sempurna" serta mengalami perubahan pada bagian dalam kemasan pada tahun 2016, terutama pada bagian wrap dari batang rokok ini mulai mengalami perubahan sejak tahun 2016. Dji Sam Soe Super Premium sendiri merupakan versi modern dari Dji Sam Soe Regular yang sampai sekarang sengaja tidak diubah kemasannya dikarenakan kemasan pada Dji Sam Soe Regular dipertahankan dikarenakan nilai-nilai heritage yang ada pada rokok ini.
  2. Penjualan SKT secara keseluruhan terus mengalami penurunan. Berdasarkan Annual Report Philip Morris International tahun 2016, angka penjualan SKT secara keseluruhan mengalami penurunan dari sebelumnya mencapai 19,1% pada tahun 2015 turun menjadi 18,2% di tahun 2016. Angka ini seakan menandakan bahwa konsumen SKT terbilang terus mengalami penurunan. Dji Sam Soe Super Premium sendiri pada saat ini diposisikan untuk menjaga agar konsumen SKT tidak pindah ke jenis rokok lain semisal SKM. Tentunya dengan inovasi yang berbeda yakni fitur "Individually Wrapped" yang menggunakan foil khusus yang dimaksudkan untuk menjaga cita rasa dari Dji Sam Soe Super Premium dari awal dibuka kemasan hingga akhir. Dikatakan sebagai produk dengan inovasi yang berbeda, Dji Sam Soe Super Premium memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang Dji Sam Soe Reguler dengan adanya isi batang rokok yang jauh lebih padat serta dibungkus dengan foil khusus di setiap batang-nya, dengan upaya konsumen merasakan nilai tambah bila dibandingkan dengan rokok SKT secara umum yang per batangnya tidak dibungkus dengan foil khusus.
  3. Dapat dikatakan bahwa produk ini memang memiliki target pemasaran untuk segmen premium, dan juga inovasi "Individually Wrapped" yang ada pada rokok ini, serta kemasan yang cenderung elegan membuat rokok ini seakan menjadi produk SKT kelas Premium dengan harga yang Premium pula. Dji Sam Soe yang memiliki market share sebanyak 6,5% di tahun 2016 terus berinovasi dengan upaya konsumen yang memang dasarnya menyukai rokok berjenis SKT mendapatkan nilai plus yakni batang rokok yang dibungkus secara individual, serta blend yang lebih baik ketimbang Dji Sam Soe biasa.
Baiklah, itu sedikit analisis mengapa Dji Sam Soe Super Premium dipromosikan secara massal pada saat ini dan memiliki nilai tambah bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler. Mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk rokok ini admin beli dengan harga Rp. 18.000 (beberapa toko menjual rokok ini dengan harga 17.000, di minimarket harga rokok ini diatas 18.500, cukai 16.400) dengan kuantitas isi sebanyak 12 batang. Terhitung sangat mahal untuk jenis rokok SKT namun sebanding dengan nilai tambah yang ada pada rokok ini. Untuk harga sendiri saya beri nilai 7.4 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasan rokok ini dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan basis warna hitam dan emas. Bila dilihat, pada pembuka cellophane dari rokok ini tertulis DJI SAM SOE dengan adanya bintang bersudut sembilan dengan warna emas dengan adanya efek hologram. Bagian depan kemasan terdapat latar berupa pattern yang merupakan gabungan dari semacam persegi yang menghadap layaknya layang-layang dengan efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Terdapat tulisan SUPER PREMIUM dengan font sans serif dengan adanya efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama dan menggunakan warna emas. Terdapat logo Dji Sam Soe terbaru yakni terdapat semacam bintang yang memiliki sembilan sudut disertai jumlah bintang yakni sembilan buah. Terdapat logo Dji Sam Soe terbaru yakni sebuah sabit dengan bagian bawahnya yakni garis, dengan bagian tengah logo tertulis 234 yang bila dijumlahkan memiliki angka sembilan. Di bawah logo Dji Sam Soe terdapat semacam objek persegi panjang dengan tulisan DJI SAM SOE dengan font serif dan memiliki warna emas serta pada tulisan terdapat unsur emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Di bagian bawah persegi terdapat aksen "Ong" yang dapat diartikan sebagai Raja, mengacu kepada ukuran batang rokok ini yakni King Size, dengan warna aksen hitam dan memiliki efek emboss. Di bagian aksen "Ong" bagian atas terdapat tulisan PT HM SAMPOERNA Tbk. dengan dibawahnya di bagian kiri terdapat tulisan ber-aksara Jawa dan di bagian kanan ber-aksara Arab. Di bagian tengah terdapat logo LST yang diartikan sebagai Liem Seeng Tee. Di bagian bawah-nya terdapat tulisan PABRIK ROKOK LIEM SEENG TEE yakni nama dahulu Sampoerna sebelum mengalami era nasionalisasi. Bagian belakang memiliki kesamaan dengan bagian depan, namun tidak terdapat unsur "Ong" layaknya kemasan depan. Pada bagian belakang memiliki pattern yang sama dengan kemasan depan, namun pada tulisan dan logo tidak ada unsur emboss. Terdapat semacam objek garis di bagian belakang untuk memudahkan pematahan dari kemasan rokok ini. Bagian kanan terdapat pattern yang sama dengan kemasan dan terdapat bukaan dari kemasan rokok ini, di bagian kiri tertulis SKT, dibawah barcode terdapat tulisan 12 SIGARET KRETEK, serta kadar tar dan nikotin. Bagian atas terdapat tulisan DJI SAM SOE dengan adanya efek emboss, serta bagian bawahnya terdapat tulisan DJI SAM SOE dengan adanya kode produksi yakni DSB 12. Bisa diartikan rokok ini memiliki kode produksi yang merupakan singkatan dari Dji Sam Soe Black. Bisa dibilang kemasan rokok ini termasuk simpel dan sangat elegan. Untuk kemasan sendiri saya beri nilai 9.5 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian kiri dalam kemasan yang saya sebut sebagai bagian dalam hinge lid terdapat deskripsi mengenai rokok ini yang dapat diringkas sebagai Mahakarya Indonesia yang diramu dengan tembakau serta cengkeh terbaik serta dibungkus secara khusus untuk menjaga citarasa rokok ini. Terdapat tanda tangan Putera Sampoerna sebagai lambang produk Sampoerna yang bersifat modern. Bagian inner frame memiliki semacam perforasi untuk bisa dipatahkan dengan adanya petunjuk bertuliskan PATAHKAN DI TENGAH dengan adanya motif batik Kawung yang menjadi latar inner frame dari rokok ini.

Cara mematahkan rokok ini cukup simpel layaknya berikut


Posisikan tangan kiri di bagian kiri inner frame dan tangan kanan di bagian kanan inner frame. Kemudian kita bisa mematahkan kemasan yang ada dengan mendorong kemasannya ke bawah. Hasil patahannya bisa dilihat layaknya gambar di bawah ini


Bilamana sudah dipatahkan maka hal tersebut memudahkan untuk mengeluarkan batang rokoknya dari kemasan. Secara posisi batang, rokok ini memiliki susunan 6 di depan dan 6 di belakang dengan adanya kuantitas sebanyak 12 batang. Batang rokok ini dilindungi dengan adanya foil khusus yang bersifat "Individually Wrapped". Bilamana batang rokok ini sudah bisa diambil maka hasilnya akan sebagaimana berikut


Terlihat jelas batang rokok ini dibungkus dengan foil khusus untuk menjaga cita rasa dari rokok ini. Terdapat pembungkus berwarna emas dengan adanya motif batik Kawung yang sudah diterapkan 2 tahun belakangan. Terdapat semacam bagian yang bisa dibuka pada bagian pembungkus batang rokok ini dengan logo dan tulisan Dji Sam Soe. Bagian belakang bisa terlihat sebagaimana berikut


Bagian belakang terdapat tulisan SUPER PREMIUM dengan warna emas dalam latar hitam. Bilamana kita bisa lihat bagian atas dan bawah pembungkus batang maka akan terlihat di dua gambar berikut


Bagian atas dilindungi oleh semacam penutup yang memiliki model lingkaran. Bagian bawah bisa dilihat layaknya berikut


Bilamana kita sudah bisa melihat bagian atas dan bawah kemasan, maka kita bisa membuka pembungkus batang rokok ini layaknya berikut. Pertama kita bisa membuka bagian yang sudah diberikan garis perforasi layaknya berikut dengan merobek-nya menggunakan satu tangan layaknya berikut


Ketika sudah bisa terbuka, maka kita bisa melanjutkan untuk merobek bagian pembuka hingga terlihat seperti gambar di bawah ini


Bilamana sudah terobek sempurna, maka ada dua selongsong yang bisa dilihat layaknya gambar di bawah ini


Kita coba untuk menarik bagian atas selongsong pembungkus batang rokok ini layaknya berikut sehingga bisa terlihat bagian atas batang rokok ini


Kemudian kita coba tarik selongsong bagian bawah sehingga batang rokok bisa terlihat seutuhnya layaknya gambar di bawah ini


Akhirnya, kita bisa lihat batang rokok ini secara seksama. Kemudian mari kita review batang rokok ini dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang dan diameter yang sama dengan SKT secara umum, yakni King Size. Bagian atas cenderung memiliki diameter yang lebih lebar, dengan bagian hisapan cenderung lebih kecil. Bagian batasan bakaran terdapat semacam garis berwarna hitam dengan persegi panjang kuning yang terdapat logo Dji Sam Soe terbaru dan tulisan SUPER PREMIUM. Bagian belakang yang tidak sempat terfoto terdapat tulisan GEDEP NO 12762. Bagian burning area pada rokok ini memiliki pattern kotak, dengan adanya tulisan SAMPOERNA dalam oval dan logo LIENG SEEM TEE dengan tiga tangan khas Sampoerna serta tulisan SOERABAIA yang menegaskan rokok ini dibuat di Surabaya.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Pada sebelum dibakar, rokok ini seakan memiliki sedikit sensasi manis disertai sensasi tembakau yang sudah terfermentasi dengan baik, dengan adanya sedikit unsur cocoa. Namun ketika dibakar rokok ini seakan menawarkan sensasi spicy yang sangat kuat disertai sensasi sedikit rasa manis yang timbul dikarenakan salah satu penyusun rokok ini menggunakan liquorice untuk menciptakan rasa manis yang alami. Rasa manis ini cenderung memiliki unsur yang kompleks, yakni gabungan antara liquorice yang dikatakan sebagai "saus anti batuk", adanya unsur cocoa, dan terdapat sentuhan rasa klasik yang timbul dikarenakan adanya tambahan vanilla pada saus rokok ini. Rasa manis ini juga timbul dikarenakan penambahan inverted sugar yang menjadi bahan tambahan dari rokok ini, sehingga mampu menciptakan kesan manis yang cenderung pas. Ada sedikit sensasi toffee yang terasa dan lebih mirip seperti sensasi yang ditawarkan oleh gula terkaramelisasi, dikarenakan rokok ini menggunakan inverted sugar sebagai pemanis dari rokok ini. Bakaran pada rokok ini cenderung lebih baik bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler, cenderung memiliki bakaran yang lurus dan lebih baik. Sensasi spicy yang ditawarkan oleh rokok ini merupakan gabungan dari cengkeh yang sudah melalui proses aging selama 6 tahun, dimana rasa spicy yang ada pada rokok ini ditunjang dengan saus spicy yang kemungkinan besar merupakan gabungan dari kayumanis, adas manis, nutmeg, kapulaga, serta pekak. Cenderung memiliki sensasi nutty yang sangat kuat, dalam hal ini Tembakau Madura serta beberapa Tembakau lain merupakan Tembakau berjenis Oriental. Ada sedikit sensasi a hint of sweetness yang terasa dikarenakan salah satu blend penyusun dari rokok ini menggunakan Tembakau Virginia yang secara aroma sangat manis alami. Cenderung memiliki sensasi warming yang sangat terasa, dikarenakan saus dari rokok ini memang sangat spicy sehingga mampu memberikan kesan hangat. Cenderung memiliki tarikan yang lebih lembut dan lebih nikmat bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler, dimana sepertinya blend dari rokok ini memiliki tembakau dengan grade satu tingkat diatas Dji Sam Soe Reguler. Cenderung memiliki rasa gurih khas yang cenderung alami, bisa dikatakan bahwa rokok ini memiliki karakteristik saus yang mampu menciptakan rasa gurih alami, dimana hal ini ditunjang dengan saus yang cenderung kompleks. Blend pada rokok ini sangat earthy dan balance, dalam artian rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa tanah yang cenderung alamiah dan kuat, balance yang ada pada rokok ini bisa dibilang seimbang dalam penggunaan tembakau yang ada pada rokok ini. Tarikan pada rokok ini cenderung lebih halus dan lebih nikmat bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler, dimana pada rokok ini kemungkinan terjadi improvisasi dalam hal blend dari rokok ini. Bilamana dikeluarkan dari hidung, rokok ini seakan menawarkan sensasi nutty yang sangat kuat, beserta aroma yang cenderung lebih lembut bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler. Harshness pada rokok ini cukup terasa, namun dalam intensitas yang bisa dikatakan menengah, dalam artian rokok ini cenderung memiliki rasa dengan kadar harsh yang lebih rendah bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler. Saya sedikit menemukan throat hit pada rokok ini, dimana rokok ini sepertinya menawarkan sensasi rasa yang cenderung lebih nyaman di tenggorokan. Durasi bakar dari rokok ini sekitar 15-16 menit terhitung sampai batasan bakaran, dalam artian rokok ini cenderung memiliki durasi bakar yang cukup lama namun dikatakan pas untuk hitungan SKT. Memiliki aftertaste nutty yang kuat, disertai sedikit sensasi a hint of sweetness yang terasa di tenggorokan serta sensasi spicy yang cenderung kuat. Secara lintingan rokok ini dikatakan lebih baik ketimbang Dji Sam Soe Reguler, dimana lintingan-nya lebih padat dan lebih berisi. Namun kelemahan pada rokok ini terletak ketika mendekati batasan bakaran cenderung panas di mulut serta jari. Kelemahan ini menurut admin bisa ditoleransi dengan baik. Saya merasa rokok ini cenderung memiliki karakter natural yang baik dan rasa yang lebih baik dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 9.4 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa rokok ini yang cenderung nikmat dan sangat khas, kualitas yang lebih baik dan lintingan yang lebih padat serta berisi, serta rasa yang cenderung lebih terjaga dikarenakan proses "Individually Wrapped" yang ada pada rokok ini membuat rokok ini memiliki sensasi rasa yang cenderung lebih nikmat serta lebih baik bila dibandingkan dengan Dji Sam Soe Reguler. Namun kelemahan yang ada pada rokok ini terletak ketika mendekati akhir bakaran. Cenderung panas namun dalam intensitas yang baik. Serta bagi beberapa orang yang tidak terbiasa dengan rokok berjenis SKT akan merasa susah untuk menghisap rokok ini, dikarenakan tarikan pada rokok ini cenderung berat dan kurang begitu disukai oleh pemula. Walaupun begitu, saran saya untuk mengurangi sensasi berat pada rokok ini ialah memijat rokok ini sebelum dibakar, dalam artian rokok ini akan lebih dihisap ketika setelah dipijat bagian batang dari rokok ini. Untuk distribusi, rokok ini termasuk mudah untuk ditemui, dengan harga yang cenderung beragam dan di warung umumnya menjual rokok ini dengan harga yang tidak jauh dengan harga resmi rokok ini. Walaupun begitu, rokok ini terhitung jarang untuk di warung bila dibandingkan dengan minimarket dan stok-nya maksimum hanya 5-6 bungkus saja. Untuk stok yang berlimpah, silahkan cari ke minimarket saja dikarenakan stok rokok ini terhitung lebih banyak walaupun secara harga lebih mahal. Overall saya memberi nilai rokok ini 8.76 dari 10. Dalam artian rokok ini unggul pada kemasan dan rasanya, namun secara harga rokok ini terhitung mahal untuk hitungan rokok SKT namun sebanding dengan kualitas yang ditawarkan oleh rokok ini.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , ,

CONVERSATION

10 komentar:

  1. Ada gak rokok yg nilainya diatas rokok skt termahal ini mas admin?

    BalasHapus
  2. Di alfmrt mahal kali min, bbrapa minggu yg lalu beli harganya 19k. Trus kmrin temen beli di warung dapet 17k. Tp sedotannya emg smooth enak jg rasanya. Alternatif saya beli gg merah, 15k dapet isi 16, harum jg baunya. :D

    BalasHapus
  3. ni rokok emang paling top menurut gwe dari segi rasa ok n tarikan juga mantap yg paling gwe suka gas buangnya banyak

    BalasHapus
  4. Ever wanted to get free Twitter Re-tweets?
    Did you know that you can get these ON AUTO-PILOT & TOTALLY FOR FREE by registering on Like 4 Like?

    BalasHapus
  5. Yg sekarang ga ada pelindung dari ujungnya atas bawah.. Rasanya pun agak berubah dan bnyak yg kempos atau tmbakau kasar.. Ga kaya dlu tuh roko sedepp Bgt.. Apa ada pemalsuan apa emng perubahan dari pabrik..

    BalasHapus
  6. tak seenak dulu.sekarang tembakonya kadang kasar, sensasi hisap kurang smooth..

    BalasHapus
  7. Djisamsoe super premium kurang menjaga kualitas, kian kemari kian keras, susah di hisap, banyak batang tembakau besar2..
    Saya cenderung balik lg ke djisamsoe yg kuning / original..

    BalasHapus
  8. Saya penghisap rokok Dji Sam Soe Super Premium tapi yg saya herankan tembakaunya tidak seperti dulu sekarang tiap hari saya beli tembakaunya dicampur dengan Batang tembakau terkadang dalam 1 bungkus sampai dengan 3 atau 4 Batang rokok tidak bisa dihisap karena penuh dengan Batang dan yg lainnya terpaksa dipijat dulu baru bisa dihisap dan satu hal lagi tembakaunya waktu dihisap agak gatal ditenggorokan. Apakah pihak pabrik sengaja melakukannya untuk mencari keuntungan yang banyak sehingga menimbulkan kerugian konsumen.... Mohon dibenahi.... Terimakasih...

    BalasHapus
  9. Sya peroko 234,trasa sma aja dgn reguler,tlng cut ing tembakao ny lbh di prhtikan,trdpt batang dan keras susah di hisap,hrs di pijit,kwalitas tlng lbh diprthatikan,trm ksh.

    BalasHapus