Esse Honey Pop, SKM LTLN Pertama dengan Fitur Honey Flavor Tip dan Caramel Capsule

Selamat pagi,

Sudah sekitar dua bulan lebih saya tidak menuliskan postingan di blog tercinta ini. Ada beberapa alasan mendasar mengapa saya tidak menulis selama sekitar dua bulan lebih. Alasan utama mengapa saya lama tidak menulis ialah karena mood saya untuk menulis hampir tidak ada sama sekali. Banyak pergolakan dalam diri saya yang membuat saya memutuskan untuk rehat sejenak dari dunia per-blog-gan namun tidak berhenti pada media sosial LINE. 

Mengapa saya belakangan mulai aktif di LINE? Karena LINE SQUARE saya saat ini bisa dikatakan terhitung memiliki pengikut yang terhitung besar, terlebih ketika Jakarta Cigar Guy mempromosikan LINE SQUARE saya pada saat dia mereview Dunhill Ultra. Saya merasa sangat terbantu oleh dia, mengingat saya membuat LINE SQUARE semata-mata hanya untuk iseng belaka untuk mencari teman chat dengan minat yang sama. Dan memang, berkat pertambahan teman di LINE membuat saya sejauh ini lebih terfokus di LINE, meskipun setiap hari pasti ada saja yang berkonsultasi dengan saya pribadi terkait dengan rokok.

Langsung saja, saya hari ini akan membuat review Esse Honey Pop. Esse Honey Pop merupakan rokok rasa madu pertama di Dunia untuk kategori Kretek (saya kurang tahu juga apakah KT&G pusat di Korea Selatan juga mengeluarkan produk sejenis atau tidak), dengan penambahan fitur Caramel Capsule yang memiliki dua fungsi. Yakni switch sensasi rasa berupa sensasi Caramel dengan adanya mint, dan sensasi boost yakni memperkuat sensasi manis bawaan madu yang sudah menjadi fitur utama di dalam rokok ini. Produk ini diluncurkan pada pertengahan April lalu, tepatnya sekitar 14 April 2018 lalu (berdasarkan data yang saya dapatkan dari pengikut setia) dengan penjualan sementara hanya di modern trade (dalam artian minimarket ataupun convenience store). 

Analisis ini hanya sekedar pengantar saja, mengingat saya agak malas membuat analisis secara panjang dan bertele-tele. Sekedar pengantar bisa dibaca sebagai berikut:

  1. Esse Honey Pop merupakan rokok SKM pertama di Indonesia dengan fitur Honey Flavor Tip dan Caramel Capsule. Honey Flavor Tip disini memiliki artian bahwa bagian hisapan rokok ini dirancang memiliki sensasi rasa layaknya madu. Kemungkinan besar, fitur honey flavor sendiri berada pada filter rokok yang diinjeksikan perisa artifisial madu beserta tipping paper yang direndam dengan menggunakan perisa artifisial madu. Jadi dalam artian fitur ini juga bisa dibilang sebagai "Honey Tip" atau hisapan madu, bukan pada blend rokok ini yang dicampur dengan perisa artifisial madu. Fitur capsule juga menjadi bawaan pada rokok Esse berupa Caramelmint capsule (namun anehnya Esse hanya menuliskan fitur ini sebagai Caramel Capsule saja). Dengan rasa mint kuat khas Esse berpadu dengan sensasi Caramel, produk ini seakan memiliki dua fitur, yakni sensasi switch dan boost. Sensasi ini sudah dijelaskan pada bagian atas. Jadi saya tidak perlu menjelaskan lagi.
  2. Esse saat ini dikenal sebagai market leader dalam industri SKM LTLN dengan fitur kapsul di Indonesia. Angka pastinya sampai sekarang saya belum bisa dapatkan dikarenakan data terhadap perusahaan rokok ini terhitung sangat terbatas. Namun saya bisa mengklaim bahwa produk KT&G Indonesia yakni Esse lini SKM merupakan salah satu produk rokok yang berhasil menjadi game-changer dalam dunia industri tembakau di Indonesia. Dengan fitur flavor capsule khas KT&G, Esse lini SKM berhasil menarik konsumen perokok pemula, berusia 18-25 tahun dengan SES A-B, yang memiliki kepribadian "coba-coba" terhadap sebuah produk rokok dan menginginkan sebuah hal yang berbeda dari sebuah rokok. Berkat internal flavorist yang dimiliki oleh KT&G Korea Selatan, dan juga filter serta bahan baku diimpor dari Korea Selatan (terkecuali tembakau dan cengkeh) membuat Esse bisa menjadi sebuah pemain kecil namun tidak bisa diremehkan.
  3. Pada intinya, Honey Pop merupakan produk inovasi pertama yang menggabungkan budaya asli Indonesia yakni merokok Kretek dengan saus manis, kini bergabung dengan sensasi perisa madu dan kapsul Caramel yang memang menjadi daya tarik khas KT&G. Akulturasi ini seakan menjadikan produk ini akan sukses di pasaran. Terlebih, ketika produk ini dipromosikan secara massif di masa yang akan datang.
Baiklah, itu sedikit analisis mengapa produk ini bisa ada, dan kemungkinan akan menjadi blockbuster dalam dunia rokok di Indonesia. Sebelum kita mereview rokok ini lebih dalam dari segi kemasan dan rasa, alangkah baiknya kita mereview rokok ini dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya beli dengan harga Rp. 17.500 (cukai 14.325 dengan kuantitas 16 batang). Terhitung agak mahal memang untuk sebuah produk baru, namun sebanding dengan fitur yang dijanjikan oleh produk ini. Untuk harga saya beri nilai 7.7 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasannya dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan basis warna putih, kuning keemasan, hitam, dan silver. Pada bagian depan kemasan terdapat latar berupa pattern heksagonal yang melengkung di setiap sudutnya. Pattern ini seakan memiliki kesamaan dengan Esse Pop series, namun hal yang berbeda ialah latar berupa heksagonal. Bukanlah lingkaran layaknya Esse Pop series secara umum. Pattern memiliki efek emboss yang bisa dirasakan secara halus dan terasa sekali ketika bersentuhan dengan jari. Terdapat logo Esse di bagian kanan atas, dengan bagian kirinya berupa emblem Esse berupa E yang berada di bagian kotak melengkung dengan adanya persegipanjang berbentuk E dengan latar dot, tentunya memiliki efek emboss terasa pada bagian titik dan huruf E. Emblem E tersebut memiliki efek hologram yang bisa berubah warna ketika terkena sinar. Terdapat tulisan ESSE dengan warna hitam dan font serif. 

Di bagian utama kemasan, terdapat heksagonal melengkung dengan adanya dua lapisan. Dengan adanya juga gradasi dari kuning keemasan menjadi kuning kecoklatan. Ada semacam garis bayangan tipis sebagai pemisah dari dua lapisan tersebut, dipertemukan dengan satu garis vertikal di bagian bawah heksagonal. Dibawah heksagonal terdapat semacam lelehan madu yang menandakan rokok ini memiliki rasa madu. Terdapat tulisan HONEY berwarna kuning keemasan dengan adanya gradasi kuning kecoklatan, dengan adanya tiga persegi panjang di huruf E dan dilengkapi dengan efek strokes berwarna hitam. Memiliki efek emboss yang cukup tebal pada tulisan HONEY. Di bagian bawah tulisan HONEY terdapat tulisan POP dengan warna tulisan putih dan strokes berwarna hitam. Efek emboss bisa dirasakan secara tebal dan sangat kuat, dan terdapat semacam efek lapisan hologram berupa kristal yang bisa berubah warna ketika melihatnya dari sudut lain. Di bagian kiri heksagonal terdapat bola dengan adanya tanda panah berwarna putih dan latar bola yakni coklat keemasan yang menunjukan adanya fitur kapsul karamel. Bola tersebut memiliki latar efek cahaya yang menandakan rokok ini memiliki kapsul yang shiny ketika terkena cahaya. Pada bola terdapat semacam lapisan kristal hologram dengan adanya efek kristal yang akan terlihat ketika terkena cahaya. Bola tersebut memiliki efek emboss yang bisa dirasakan dengan halus, dengan adanya panah yang juga memiliki efek emboss. Di bagian kiri bawah kemasan terdapat tulisan CARAMEL CAPSULE yang menjelaskan fitur utama dari rokok ini yakni kapsul rasa karamel.

Bagian belakang kemasan terdapat pattern yang sama dan heksagonal yang sama. Namun hal yang berbeda ialah tidak adanya lelehan madu layaknya kemasan depan. Terdapat tulisan POP! dengan efek emboss dan efek hologram kristal, HONEY FLAVOR berwarna kuning kecoklatan, dan CARAMEL CAPSULE berwarna coklat muda dengan efek strokes hitam. Terdapat bola kapsul yang memiliki efek sama dengan kemasan depan, dan dilengkapi dengan efek cahaya layaknya kemasan depan. Bagian kanan atas terdapat logo KT&G, lingkaran bertuliskan 16 di tengah, SKM, SIGARET dan KRETEK yang dipisahkan dengan dua lingkaran. Terdapat larangan jual dengan model rata kiri. Hal yang berbeda dengan Esse Pop series ialah di bagian kiri kemasan tidak terdapat tulisan tidak ada batasan aman. Produk KT&G keluaran 2018 sepertinya tidak mengeluarkan peringatan tersebut. Terdapat tulisan ESSE HONEY POP serta kadar tar dan nikotin. Bagian atas tertulis ESSE HONEY POP, dan di bagian bawah tertulis pabrik rokok ini yakni PT. Mandiri Maha Mulia. Terhitung lebih simpel dibandingkan Esse Pop Series dan lebih menjual. Untuk kemasan sendiri saya beri nilai 8.8 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian inner hinge lid dari rokok ini terdapat semacam gimmick promosi yakni lelehan madu berwarna kuning keemasan dan bertuliskan "Sweet Surprise! It's Honey!". Bagian inner frame memiliki kesamaan dengan rokok kebanyakan di Indonesia. Hal yang berbeda dengan Esse Pop series ialah foil pada rokok ini tidak berwarna ungu, akan tetapi berwarna silver namun terdapat tulisan POP dengan adanya semacam sabit di bagian kiri tulisan.

Kemudian kita tarik foil-nya dengan seksama


Batang rokok ini terlihat memiliki warna putih yang sama dengan rokok SKM LTLN atau mild kebanyakan di Indonesia. Hal yang unik ialah adanya sekilas ada tulisan HONEY POP di beberapa batang rokok ini, yang menandakan fitur POP atau "Popping the Capsule" di bagian filter rokok ini. Susunan batang rokok ini ialah 8 di depan dan 8 di belakang, dengan kuantitas isi sebanyak 16 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang sebesar 90mm, dengan ukuran diameter batang yang sama dengan rokok SKM LTLN kebanyakan di Indonesia. Di bagian batasan tipping paper rokok ini terdapat tulisan ESSE berwarna hitam dan garis berwarna kuning. Terdapat kapsul yang berada dekat batasan tipping paper yakni lingkaran dengan panah putih, dengan adanya dua panah menyilang di bagian kiri dan kanan lingkaran. Terdapat tulisan HONEY dengan warna kuning dan strokes hitam dan POP dengan strokes hitam. Perforasi yang digunakan oleh rokok ini berjumlah 3 baris, dengan model perforasi berupa dot dan jarak lubang berdekatan satu sama lain.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan mengeluarkan sensasi manis madu tipis disertai adanya sedikit sensasi fruity. Namun setelah dibakar, rokok ini seakan mengeluarkan sensasi spicy yang sedikit kuat namun cenderung lemah, disertai adanya sensasi madu yang mulai menguat dan adanya sensasi fruity yang tertutupi dengan perisa artifisial madu yang menjadi fitur bawaan dari rokok ini. Sensasi manis madu ini mulai menguat pada hisapan kedua dan seterusnya. Karakter fruity bawaan dari rokok ini ialah leci dan pisang, dimana dua karakter ini berada tingkat yang tidak sekuat produk Esse lini SKM secara umum, dikarenakan hal ini tertutupi dengan sensasi perisa madu bawaan dari bagian hisapan rokok ini. Karakter spicy dari rokok ini terbilang sangat lemah, dimana hal ini juga terjadi karena adanya penambahan sensasi madu dari rokok ini. Penyusun rasa sedikit spicy ini kemungkinan hanya menggunakan adas manis serta pekak dan kapulaga. Memiliki sensasi penambahan liquorice sebagai penyusun a hint of sweetness, yang mendukung sensasi manis dari rokok ini. Sensasi madu yang ditawarkan oleh rokok ini  cenderung memiliki intensitas manis dalam hitungan menengah keatas. Dalam artian rokok ini seakan menawarkan sensasi manis yang lebih terasa ketimbang A Mild. Perisa artifisial madu pada rokok ini mampu membantu karakter manis khas Esse untuk menciptakan sensasi rasa manis yang berbeda dibandingkan dengan kompetitor. Kemungkinan besar, perisa madu yang digunakan oleh rokok ini terinspirasi dari madu komersial yang terkadang sudah ditambahkan gula berupa fruktosa. 

Blend dari rokok ini dominan dengan Tembakau Virginia dan sedikit penambahan Tembakau Oriental, dalam artian rokok ini memiliki karakter yang sama dengan Esse lini SKM secara umum. Bila dikeluarkan lewat hidung, rokok ini cenderung memiliki sensasi aroma Tembakau Virginia yang lembut dengan adanya sedikit sensasi aroma nutty khas dari Tembakau Virginia dan sedikit adanya sensasi spicy. Tarikan sangat halus, harshness hampir tidak ada, dan throat hit cenderung hampir tidak ada. Dalam artian hisapan rokok ini terbilang sangat nyaman ketika sebelum diklik. Aftertaste sebelum diklik ialah rasa madu yang meninggalkan kesan baik di tenggorokan, dan adanya sensasi nutty khas yang meninggalkan kesan baik di tenggorokan. Kelemahan ketika sebelum diklik ialah hisapan manis madu ini mulai berkurang ketika berada melewati setengah bakaran, dalam artian rokok ini cenderung terkesan artifisial dan bukanlah perisa alami. Dan juga ketika bakaran mulai mendekati batasan tipping paper juga mulai terasa sensasi chemical taste.

Untuk mengaktifkan fitur Caramel Capsule sebagai salah satu fitur utama dari rokok ini, Anda cukup memposisikan jempol dan telunjuk ke bagian yang sudah terdapat pada filter rokok ini berupa lingkaran berwarna kuning yang dilengkapi dengan panah berwarna putih dan adanya persilangan panah klik


Dan untuk mengklik kapsul rokok ini terbilang sangat mudah, Anda cukup mendorong bagian jempol dan telunjuk ke bagian yang sudah ada di filter rokok ini. Hingga terdengar bunyi klik, maka seketika rasa Caramelmint (atau Caramel Capsule) mulai muncul


Bila diklik, rokok ini cenderung kurang begitu terasa sensasi caramel pada awalnya. Namun kuat akan sensasi mint. Sensasi caramel mulai terasa pada hisapan kedua dan seterusnya, beserta sensasi mint yang sangat menguat pada hisapan kedua dan seterusnya. Sensasi caramel ini terkesan didominasi dengan perisa artifisial, dalam artian kemungkinan besar kapsul yang ada di rokok ini kurang memiliki kandungan karamel asli. Meskipun begitu, tetap saja sensasi caramel ini terhitung sangat unik di rokok ini. Sensasi karamel yang ada pada rokok ini bersifat "boost" pada rokok ini, dalam artian sensasi manis madu bawaan pada rokok ini menjadi sedikit menguat dibandingkan sebelumnya. Namun juga, rokok ini bersifat "switch", dalam artian sensasi karamel ini seakan menutupi sensasi madu bawaan rokok ini, dan juga terdapat sensasi dingin mint yang membuat rokok ini seakan berubah rasa. Bila dikeluarkan dari hidung, rokok ini seakan mengeluarkan aroma karamel yang cukup terasa, dengan adanya sedikit sensasi dingin di rongga hidung. Tarikan setelah diklik cenderung sama saja, harshness cenderung sedikit lebih terasa dan throat hit tetap tidak ada. Dalam artian rokok ini tetap nyaman di tenggorokan meskipun sudah diklik kapsul bawaan dari rokok ini. Aftertaste setelah diklik ialah rasa karamel manis, rasa mint segar di mulut, namun karakter bawaan dari rokok ini terkesan hilang terkecuali sensasi nutty.

Durasi bakar dari rokok ini ialah 12-13 menit, dalam artian rokok ini cenderung menawarkan sensasi slow-burning untuk hitungan SKM LTLN dengan kadar tar 15mg, yang sepertinya agak jarang memang sebuah rokok dibawah 16mg menawarkan sensasi bakaran tersebut. Kelemahan dari rokok ini setelah diklik ialah rasa mint yang semakin menguat ketika mendekati batasan tipping paper. Rasa dan aroma karamel juga mulai lebih menguat pada batasan tipping paper, dan juga cenderung memiliki sensasi bakaran yang panas ketika mendekati batasan tipping paper. Unsur chemical taste juga terasa dalam intensitas cukup kuat, namun hal tersebut seakan tertutupi dengan unsur mint bawaan rokok ini. Saya merasa rokok ini terbilang sangat nikmat, meskipun saya sadar bahwa semuanya hanyalah sensasi artifisial belaka. Untuk rasa keseluruhan sendiri saya beri nilai 9.1 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa rokok ini yang terhitung unik yakni rasa manis madu dan adanya kapsul berisi Caramelmint, rokok ini seakan menawarkan sensasi yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan kompetitor. Terlebih, rokok ini merupakan rokok pertama yang menawarkan "Flavor Tip" untuk sebuah rokok di Indonesia. Dimana belum ada satupun pabrikan rokok yang berani menawarkan fitur ini dikarenakan investasi yang dikeluarkan tentunya akan lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Kelemahan dari rokok ini ialah sensasi rokok ini yang terkesan artifisial, sensasi rasa yang mulai melemah pada akhir bakaran, sensasi kurang menyenangkan pada akhir bakaran terutama dari segi chemical taste, dan bagi Anda yang mengharapkan ketika setelah diklik rokok ini tidak mengeluarkan sensasi mint maka jangan harap Anda bisa menemukannya di rokok ini. Untuk distribusi sendiri, produk ini sangat mudah ditemukan sejauh ini di Modern Trade (semisal Indomaret, Circle K, dan Alfamart serta Alfamidi) di kawasan Jabodetabek. Namun untuk daerah lain sepertinya harus bersabar mengingat distribusi rokok ini belum merata. Meskipun begitu, saya sendiri sudah menemukan lapak di Tokopedia ataupun Bukalapak yang menjual rokok ini secara online. Jadi, kalau Anda merasa penasaran dengan rokok ini namun belum bisa mendapatkannya. Silahkan beli online saja kalau saran saya pribadi. Overall, saya memberi nilai rokok ini 8.53 dari 10. Artinya rokok ini unggul pada rasa dan kemasan, namun untuk harga sendiri saya agak kurang merekomendasikannya.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , , , , ,