Neslite Black, SKM LTLN Regular Pertama Dengan Sensasi Rasa Khas Rokok Bold

Selamat sore,

Belakangan ini hampir dikatakan saya tidak memiliki waktu untuk menuliskan postingan di blog ini dikarenakan pada beberapa minggu belakangan kesibukan saya dikatakan sangat tinggi. Banyak sekali urusan yang menurut saya sangat banyak, dan bisa dikatakan saya tidak ada waktu untuk mengurus blog ini. Walaupun begitu, saya akan mulai aktif kembali sekitar beberapa minggu kedepan, melihat kesibukan saya mulai selesai sekitar pertengahan bulan Oktober ini. Cukup banyak juga orang yang menanyakan mengapa sudah hampir tiga minggu saya tidak menuliskan postingan ini, sekiranya statement yang sudah saya buat bisa menjawab pertanyaan pembaca mengenai mengapa saya belakangan mulai jarang menulis postingan di blog ini.

Sebenarnya, review ini saya publish sekitar Rabu, namun ada beberapa alasan yang saya tidak ingin di jabarkan kepada para pembaca. Dikarenakan saya baru bisa memposting pada hari ini, maka saya ingin menceritakan bagaimana saya bisa mendapatkan produk ini. Sebenarnya saya mendapatkan rokok ini di dekat domisili asli saya yakni kawasan Jakarta Timur. Pada awalnya, saya ingin mencoba membeli Union, salah satu produk yang diunggulkan oleh STTC dimana basis penjualannya berada di daerah Medan dan sekitarnya. Namun entah mengapa ketika saya mencoba membeli Union, stok yang saya sudah incar sebelumnya ternyata sudah habis. Kemudian saya tak sengaja melihat ada produk yang sekiranya agak asing menurut saya pribadi, dimana hampir semua varian Neslite sudah saya coba, terkecuali produk yang akan saya review hari ini. Sebenarnya saya sudah melihat adanya produk ini sekitar bulan September lalu dengan adanya beberapa poster di beberapa warung dekat rumah asli saya. Pikiran saya yang terlintas pada produk ini ialah produk ini merupakan nama baru dari Neslite Black Edition yang sudah saya review sekitar bulan Januari lalu. Namun, ketika saya pulang ke Depok dan saya mencoba rasa rokok ini, rasa yang dihasilkan sangat berbeda dengan Neslite secara umumnya. Nanti saya mencoba menjabarkan bagaimana rasa yang ada pada rokok ini sehingga saya bisa dikatakan sangat berbeda dengan Neslite umumnya di bagian review rasa.

Dikarenakan produk ini sebenarnya merupakan produk SKM LTLN berjenis "bold" pertama yang dikeluarkan oleh PT Merapi Agung Lestari (tentunya saya bisa mengatakan hal tersebut dikarenakan saya sudah mencoba rasa dari rokok ini), maka alangkah baiknya saya bisa memberikan sedikit analisis mengapa produk ini bisa diluncurkan pada kisaran bulan September 2017 secara singkat layaknya berikut:

  1. Pangsa pasar rokok SKM LTLN berjenis "bold" dikatakan merupakan segmen baru yang bisa dibilang sangat berkembang dan terus mengalami kenaikan penjualan. Rokok LTLN "bold" pertama kali dicetuskan oleh Magnum Blue (sekarang Magnum Mild) dengan adanya kadar tar diatas rata-rata rokok SKM LTLN, yakni 18 mg. Angka kadar tar LTLN yang secara umum berlaku di Indonesia berkisar 12mg-15mg tergantung merek, dimana Magnum Blue merupakan rokok SKM LTLN pertama di Indonesia yang menawarkan rasa yang lebih kaya namun dalam wujud SKM LTLN yang sekiranya bisa diterima oleh masyarakat luas. Tren rokok "bold" ini kemudian berlanjut dengan hadirnya LA Bold yang bisa dikatakan sebagai 'game changer' dalam industri SKM LTLN di Indonesia, dengan ukuran batang yang lebih besar dan rasa yang terhitung unik. Pada 2 tahun belakangan setelah LA Bold diluncurkan di pasaran, cukup banyak pabrikan yang berusaha meluncurkan rokok SKM LTLN dengan sensasi "bold". Neslite Black bisa dikatakan merupakan produk yang sekiranya belajar dari beberapa rokok "bold" yang ada di pasaran. Dengan wujud yang sama dengan rokok SKM LTLN umumnya dan kadar tar dibawah rokok "bold" yang dijual di pasaran, Neslite Black seakan bisa menjadi pilihan bagi perokok dengan status ekonomi C dan D yang secara pengeluaran terhitung kecil, yang menginginkan sensasi rasa yang terhitung lebih terasa namun dengan harga yang terhitung murah. 
  2. Angka pertumbuhan SKM LTLN bisa dikatakan termasuk memiliki performa yang lebih baik, ketimbang SKM Full Flavor ataupun SKT yang sekiranya semakin tahun ke tahun mengalami penurunan yang drastis. Pertumbuhan SKM berdasarkan Annual Report Philip Morris tahun 2016 mencatat bahwa di tahun 2016 mencapai 75,8%, dimana pelopor SKM LTLN di Indonesia yakni A Mild memiliki pangsa pasar di Indonesia sebanyak 14% atau bisa dikatakan termasuk besar untuk hitungan rokok di Indonesia. Pertumbuhan SKM bisa diprediksi akan mencapai 80% sekitar 5-10 tahun ke depan, mengingat pertumbuhan perokok di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan rokok berjenis "bold" juga bisa dikatakan terus meningkat, terutama saat ini cukup banyak pabrikan rokok lokal menawarkan rokok SKM LTLN berjenis "bold" dan kemungkinan besar beberapa pabrikan multinasional juga akan mengeluarkan rokok berjenis "bold" beberapa tahun ke depan. Merapi Agung Lestari juga merupakan salah satu pemain yang bisa dikatakan terhitung bulan September kemarin mengeluarkan rokok berjenis "bold" dengan nama Black. Walaupun rokok yang umumnya memiliki nama "Black" memiliki konotasi dengan batang rokok berwarna hitam, akan tetapi nama "Black" yang ada pada rokok ini dapat diartikan sebagai "bold", walaupun "Black" yang menjadi deskriptor pada rokok ini mengacu kepada rasanya yang lebih berani ketimbang varian Neslite lainnya.
  3. Dapat disimpulkan bahwa dengan pertumbuhan rokok "bold" yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dan juga potensi pasar yang cenderung lebih baik serta banyaknya juga pabrikan rokok yang mengeluarkan rokok berjenis "bold". Neslite bisa dikatakan berusaha memanjakan konsumen setianya dan berusaha merebut perokok yang memang dasarnya menyukai rokok berjenis "bold" namun terkendala soal harga, terutama bagi LA Bold yang terhitung bulan ini di beberapa toko mencapai harga 21.000 per bungkus. Bisa dikatakan, Neslite seakan mengikuti arus perkembangan segmentasi SKM LTLN berjenis "bold" dengan wujud yang seakan-akan mirip dengan SKM LTLN yang umum dijual di pasaran.
Baiklah, itu merupakan sedikit analisis mengapa produk ini bisa diluncurkan dan seakan-akan tidak menjual rasa "bold" layaknya rokok LTLN berjenis "bold" secara umum. Mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya membelinya dengan harga Rp. 12.000 (cukai 10.500) dengan kuantitas isi 16 batang. Untuk harga saya beri nilai 10 dari 10

Kemudian kita coba review kemasannya dengan seksama








Kemasan rokok ini menggunakan basis warna hitam, merah, abu-abu, dan adanya gradasi pelangi. Bagian depan dan belakang kemasan terdapat pattern heksagonal yang menyatu satu sama lain dimana pattern ini memiliki efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama, dan adanya stroke pada objek heksagonal yakni abu-abu. Terdapat semacam objek yang mirip dengan orang yang sedang melompat (bisa dikatakan mirip dengan objek yang ada pada Neslite Music Edition) dengan adanya siluet berupa strokes dan memiliki warna layaknya pelangi, dengan adanya efek hologram yang bisa dilihat dengan seksama. Pada bagian kanan atas kemasan terdapat objek Wayang Gunungan dengan adanya logo MAL di bagian tengahnya dan adanya semacam curve yang membentuk layaknya urat yang ada pada daun. Objek Wayang Gunungan tersebut memiliki efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Objek siluet tersebut bisa dikatakan berpotongan dengan tulisan logo NESLITE dimana tulisan yang ada menggunakan warna merah dan terdapat efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Pada bagian kanan bawah terdapat semacam objek persegi panjang dengan warna merah, dimana di bagian dalam tertulis BLACK berwarna hitam dengan font yang cenderung modern, dengan adanya efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Di bagian bawah objek persegi panjang terdapat tulisan 16 LASER KRETEK FILTER dengan font italic dan memiliki strokes berwarna abu-abu. Bagian kanan kemasan atas, terdapat tulisan yang melingkar dan bertuliskan PT.M.A.L dan INDONESIA, dimana di bagian kanan tengah kemasan terdapat tulisan NESLITE dan BLACK dengan warna merah. Bagian kiri kemasan terdapat tulisan SKM berwarna merah dan larangan jual. Bagian atas kemasan terdapat tulisan NESLITE dan BLACK dengan adanya efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Bagian bawah terdapat kode produksi. Saya merasa kemasan pada rokok ini bisa dikatakan lebih baik dan lebih modern ketimbang varian Neslite secara umum. Untuk kemasan saya beri nilai 8.4 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Ketika melihat inner frame dari kemasan rokok ini cenderung memiliki kesamaan dengan Neslite Black Edition, yakni menggunakan warna hitam. Pada bagian foil dari rokok ini menggunakan warna merah yang sama dengan Neslite Black Edition, dan juga terdapat logo MAL selaku produsen dari rokok ini.

Kemudian kita coba robek foil-nya dengan seksama


Untuk pertama kalinya, dugaan saya salah terhadap rokok ini ketika mulai merobek bagian foil-nya.  Dimana ekspektasi saya terhadap rokok ini ialah berwarna hitam. Batang rokok ini terlihat menggunakan warna putih, dimana beberapa batang terlihat adanya objek persegi berwarna merah. Saya dahulu menduga rokok ini merupakan nama baru dari Neslite Black Edition, namun dugaan saya ternyata salah. Susunan batang rokok ini ialah 8 di depan dan 8 di belakang, dengan kuantitas isi sebanyak 16 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang dan diameter yang sama dengan rokok mild yang umum ditemui di Indonesia yakni diameter cenderung slim dan memiliki panjang yang cenderung sama dengan rokok mild umumnya. Pada batasan tipping paper terdapat garis berwarna emas dan diatasnya tertulis NESLITE berwarna merah. Bagian tipping paper rokok ini terdapat semacam objek persegi panjang  berwarna merah dan tertulis BLACK berwarna hitam. Perforasi laser yang ada pada rokok ini ialah berjumlah 2 baris, dimana jarak lubang perforasi pada rokok ini sangat dekat satu sama lain layaknya varian yang ditawarkan oleh Neslite secara umum.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa manis yang cukup kuat, dimana sensasi manis yang ditawarkan rokok ini cenderung memiliki sensasi manis khas yang kemungkinan besar menggunakan madu atau maple syrup yang belakangan mulai sering ditemui pada kebanyakan rokok berjenis "bold" di Indonesia. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi manis yang cenderung agak kuat namun terasa, dengan intensitas rasa spicy yang cenderung sangat terasa namun dalam intensitas yang pas. Artinya, rokok ini cenderung memiliki intensitas rasa spicy yang tidak begitu dominan. Bisa dikatakan, ketika memulai membakar rokok ini, maka sensasi manis khas madu atau maple syrup sangat terasa pada rokok ini. Dimana bila kita membandingkan dengan varian Neslite secara umum, maka rokok ini seakan membuat perbedaan rasa yang sangat kontras. Sensasi manis yang cenderung berkarakter honeyish ini sepertinya baru pertama kali diterapkan pada Neslite Black ini, dimana bisa dikatakan bahwa rokok ini cenderung memiliki karakter rasa yang lebih berani ketimbang varian Neslite lainnya. Sensasi spicy mulai menguat ketika sudah memasuki beberapa hisapan, dengan adanya sensasi spicy khas cengkeh berpadu dengan saus yang menggunakan rempah dalam intensitas menengah. Kemungkinan besar, penyusun sensasi spicy yang ada pada saus rokok ini ialah salah satunya menggunakan adas manis dan kapulaga. Sensasi honeyish yang menjadi nilai jual pada rokok ini juga berpadu dengan sensasi fruity yang cukup dominan namun karakter honeyish pada rokok ini bisa dikatakan sangatlah dominan. Sensasi fruity pada rokok ini merupakan gabungan dari sedikit nanas dan juga adanya sensasi leci yang menjadi daya tarik dari rokok SKM LTLN secara umum, serta kemungkinan besar rokok ini menggunakan sedikit essens pisang untuk menciptakan karakter rasa yang lebih berani. Bilamana dirasakan secara mendalam, maka karakter rokok ini cenderung cukup lembut dan sepertinya lebih baik ketimbang varian Neslite lainnya. Dimana bisa dikatakan rokok ini cenderung memiliki rasa yang lebih berani ketimbang Neslite lainnya namun dalam intensitas rasa yang cenderung nikmat untuk dinikmati. Karakter tembakau yang ada pada rokok ini cukup mellow dan berani, dimana bisa dikatakan rokok ini memiliki sensasi rasa yang bisa dikatakan lebih baik ketimbang varian Neslite lainnya. Tembakau yang digunakan pada rokok ini merupakan gabungan dari Tembakau Virginia dan Oriental, dimana sensasi lembut yang ada pada rokok ini muncul berkat penambahan Tembakau Virginia, dan saya bisa menemukan adanya sensasi nutty yang muncul berkat penambahan Tembakau berjenis Oriental.  Karakter rokok ini bisa dikatakan sedikit earthy, dimana rokok ini sedikit memiliki unsur tanah yang terasa. Cenderung memiliki aroma yang sangat lembut, bila dibandingkan dengan rokok berjenis "bold" di Indonesia, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang lebih baik bila dibandingkan dengan rokok "bold", dimana sensasi kelembutan yang ditawarkan mampu menciptakan sensasi rasa yang seimbang dan pas untuk dinikmati. Ketika dikeluarkan lewat hidung, rokok ini cenderung memiliki aroma nutty yang terasa dengan adanya sedikit sensasi spicy. Tarikan pada rokok ini terkesan lebih baik ketimbang varian Neslite lainnya, dimana sensasi tarikan pada rokok ini bisa dikatakan cenderung lebih mantap namun tetap halus ketika ditarik. Sensasi harshness pada rokok ini cukup terasa namun dalam intensitas yang minim, dimana rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang lebih baik ketimbang varian Neslite lainnya. Throat hit pada rokok ini bisa dikatakan tidak terasa sama sekali, dalam artian rokok ini cenderung tidak membuat tenggorokan tidak nyaman. Durasi bakar dari rokok ini ialah 14-15 menit tergantung bagaimana Anda menghisap rokok ini, dimana durasi bakar dari rokok ini bisa dikatakan cenderung terhitung sangat lama untuk jenis SKM LTLN. Aftertaste dari rokok ini ialah sensasi honeyish yang cukup meninggalkan kesan yang terasa, disertai sensasi nutty yang cukup terasa. Kelemahan pada rokok ini ialah, ketika bakaran mulai mendekati batasan tipping paper maka rokok ini mulai terasa sedikit panas dan juga sensasi spicy pada rokok ini sangat menguat ketika mulai mendekati batasan tipping paper. Untuk rokok ini, sensasi chemical taste yang sangat umum ditemui ketika bakaran mulai mendekati batasan tipping paper bisa dikatakan hampir tidak terasa, walaupun kelemahan yang saya rasakan ketika menghisap rokok ini memiliki sensasi panas cenderung terasa di jari dan mulut. Saya merasa, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang dikatakan lebih baik bila dibandingkan dengan varian Neslite umumnya, dan sensasi "bold" yang ingin dijual dari rokok ini bisa saya rasakan dengan seksama. Namun bila dibandingkan dengan rokok "bold" semisal LA Bold ataupun Lucky Strike Bold, rokok ini cenderung memiliki sensasi rasa yang generik layaknya rokok "bold" yang umum dijual di Indonesia. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 8.7 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan sensasi rasa yang cenderung honeyish dalam intensitas yang terasa, kemasan yang cenderung lebih baik ketimbang varian Neslite yang umum dijual di pasaran, dan juga harga yang terhitung terjangkau seakan rokok ini menjadi pilihan banyak perokok yang menginginkan produk Value For Money . Tentunya, bila mengacu dengan rokok "bold" yang umum dijual di Indonesia, maka rokok ini seakan memberikan sensasi rasa yang cenderung lebih mantap ketimbang Neslite biasa. Untuk kemasan sendiri, kemasan rokok ini seakan cenderung lebih modern dan dinamis sesuai target utama dari Neslite sendiri, yakni usia 18-30 tahun yang menginginkan rokok dengan sensasi rasa yang terkesan premium namun dengan harga yang cenderung lebih terjangkau. Untuk kelemahan rokok ini ialah sensasi rasa yang terkesan generik (walaupun rokok ini tetap saja memiliki rasa yang khas), sensasi bakaran cenderung panas ketika mendekati batasan tipping paper di jari dan mulut, serta bagi sebagian orang akan cenderung kurang menyukai rokok ini dikarenakan rokok ini bagi beberapa orang merasa terlalu manis. Untuk distribusi sendiri masih berfokus kepada beberapa warung dan toko saja, dimana untuk varian ini belum terdistribusi secara merata dan juga kalaupun ada, stok yang ada hanya sekitar 1-2 bungkus saja mengingat rokok ini terhitung sebagai rokok baru di pasaran. Untuk kawasan Depok sendiri saya belum tahu apakah produk ini sudah dijual atau belum, mengingat di Depok sendiri promosinya terkesan kurang. Overall, saya memberi nilai rokok ini 9.03 dari 10. Artinya rokok ini menang kepada harga yang terhitung murah dan sensasi rasa yang bisa dibilang lebih baik ketimbang Neslite biasa. Namun secara kemasan rokok ini terkesan biasa saja, walaupun untuk kemasan rokok ini terkesan lebih premium ketimbang Neslite biasa.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , , ,