Marlboro Filter Black, SKM Full Flavor Pertama di Indonesia dengan Air Flow Filter dan Pro Seal

Selamat malam,

Hari ini merupakan postingan pertama admin di bulan September tercinta ini. Mengingat saya sudah banyak mereview rokok di Indonesia, maka saya bisa mengklaim web ini menjadi satu-satunya blog yang membahas rokok secara komprehensif, baik dari segi kemasan, dari segi isi, dan juga dari segi rasa. Maklum, di luar negeri sana banyak yang membahas mengenai rokok terutama dari negeri Jepang sana. Saya jujur bingung mau intro apa di postingan kali ini, yang jelas saya mau bahas soal Marlboro Filter Black yang pada Jumat kemarin hari sudah terdistribusi di Indomaret namun peluncurannya sendiri pada akhir Agustus 2016.

Saya sedikit ingin bercerita mengapa admin bisa mendapat produk ini. Saat itu admin dalam kondisi pulang ke Jakarta untuk menemui orang tua. Dalam hal ini admin sebelum pulang menyempatkan diri untuk membeli produk yang baru saja diluncurkan ini. Saya melihat di etalase harganya Rp. 20.000* sesuai harga yang direkomendasikan. Kemudian admin akhirnya membeli dengan sepenuh hati demi para pembaca semua. Dan selesailah cerita random ini.

Oh iya, saya ingin memberitahu bahwa Marlboro Filter Black merupakan produk kedua dari Marlboro dalam segmen SKM Full Flavor dimana sebelumnya sudah ada Marlboro Filter Mix 9 yang sudah diluncurkan sebelumnya pada tahun 2007 namun dikarenakan penjualannya kurang baik maka produksinya dihentikan.

Ada beberapa alasan mengapa Marlboro Filter Black mulai diluncurkan pada akhir Agustus 2016 dan baru beredar sekitar awal September 2016 dan masuk ke warung pada tanggal 5 September 2016 diantaranya sebagai berikut

  1. Segmen SKM FF atau lazim disebut dengan rokok filter (dalam bahasa awamnya) merupakan segmen yang dianggap Philip Morris Indonesia cukup menjual dikarenakan berdasar Annual Report yang sudah dipublish pada kuarter 1 2016 menunjukan segmen SKM menunjukan angka 73,5% dimana Sampoerna sendiri menguasai 29,9% dari segmen SKM secara keseluruhan, dalam hal ini A Mild menyumbang banyak penjualan sebanyak 15% dari total keseluruhan penjualan rokok di Indonesia dan menjadi market leader di Indonesia dari total penjualan rokok. Sedang Marlboro sendiri hanya mampu meraih market share sebanyak 5,1% dari total penjualan rokok di Indonesia atau masuk kedalam peringkat 5 rokok yang paling banyak terjual di Indonesia. Mengingat brand equity dari Marlboro sudah sangat baik, dan banyak pertimbangan mengingat 93% perokok di Indonesia ialah perokok kretek maka Marlboro akhirnya mengeluarkan lagi versi SKM FF dengan beberapa perubahan yang signifikan dibanding sebelumnya.
  2. Pasar SKM FF dengan kadar tar dibawah 30 mg bisa dibilang sangat jarang pemain untuk saat ini. Pelopornya ialah Surya Professional dimana kadar tarnya ialah 25 mg dengan rasa khas Full Flavor namun dengan ukuran yang lebih kecil. Djarum Black juga bisa dikatakan sebagai pesaing dari Surya Pro namun dengan diameter yang lebih kecil yang sama dengan rokok mild pada umumnya. Dikarenakan Marlboro memiliki image maskulin yang tinggi (untuk seri merah atau Flavor), maka dipilihlah Marlboro Filter Black untuk menandingi kedua merek rokok tersebut.
  3. Dengan inovasi Air Flow Filter (dua lapis filter, dengan lubang berbentuk tube), Marlboro Filter Plus menawarkan hal yang berbeda dengan kompetitor yakni rasa yang lebih mantap namun dengan smoothness yang baik serta kadar tar yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor. Disertai dengan inovasi PRO SEAL yang pertama kali ditawarkan di Indonesia, rokok ini seakan menjadi pesaing berat dari Dunhill Filter yang menawarkan seal Reloc namun akan kerepotan dalam membuka sealnya, dimana dengan adanya PRO SEAL  ketika dibuka kemasannya langsung terbuka sealnya secara otomatis. Dalam hal ini ditujukan sebagai jawaban Sampoerna atas adanya Dunhill Filter yang diluncurkan pada November 2014 lalu.
  4. Produk ini seakan menjadi produk adaptasi dari Marlboro Premium Black yang sudah diluncurkan di 3 negara ASEAN namun dengan kearifan lokal yakni dalam wujud SKM Full Flavor. Dengan kesamaan dalam kemasan dan seal yang digunakan, serta tipping paper yang memiliki desain hampir mirip, Marlboro seakan memasuki segmen baru dalam hal SKM Full Flavor dengan adanya seal dan inovasi pada filternya yang tidak bisa ditiru kompetitor.
Baiklah itu merupakan alasan mengapa Marlboro meluncurkan versi kreteknya pada akhir Agustus lalu. Daripada kelamaan lebih baik kita review rokoknya dengan seksama. Untuk harga rokok ini ialah Rp. 20.000 (cukai 20.000) dengan kuantitas isi 20 Batang. Untuk ukuran SKM Full Flavor bisa dibilang terhitung murah mengingat bila diketeng, rokok ini akan dijual dengan harga 1.000 per batangnya. Untuk harga sendiri saya memberi nilai 7.4 dari 10.

Kemudian kita review kemasannya dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan basis warna merah tua disertai warna hitam. Model kemasan ini menggunakan kemasan sudut C-Shape yang sudah diterapkan pada Marlboro yang menggunakan Pro Seal. Bagian depan dan belakang kemasan terdapat rooftop Marlboro berwarna merah tua disertai emboss tulisan Marlboro dan logo Philip Morris khas dari Marlboro 2.0. Logo Philip Morris berupa badge dimana teksturnya bisa dirasakan dengan sangat halus, dan tulisan Marlboro disini menggunakan warna merah tua dengan unsur transparan. Adanya tulisan   FILTER BLACK berwarna putih disertai garis berbentuk jarum berwarna merah menyiratkan rokok ini masuk kedalam jenis SKM FF dimana dalam hal ini tulisan FILTER-nya di bold sedemikian rupa dan tulisan BLACK di italic-an untuk mempertegas varian terbaru dari Marlboro ini. Hitam disini melambangkan kesan bold dan harsh yang ingin dijual oleh rokok ini, sedang merah melambangkan berani dan menggambarkan rasa yang full khas keluarga Marlboro Flavor. Tulisan 20 CIGARETTES dengan font ala eurostile menggambarkan rokok ini berisi 20 batang. Bagian samping kemasan tertulis FILTER KRETEK dan SKM yang menjelaskan rokok ini masuk kedalam jenis SKM dengan rasa yang full alias Full Flavor. Bagian samping lainnya terdapat logo AIR FLOW FILTER yang menjelaskan fitur utama yang ingin dijual rokok ini. Air Flow Filter sendiri tersusun dari dua filter asetat yang pada bagian bawahnya merupakan filter biasa sedang bagian hisapannya terletak sebuah hollow atau lubang khusus yang mampu mengambil udara banyak untuk menciptakan kesan smooth namun tetap memiliki rasa yang mantap. Bagian atas kemasan terdapat logo Marlboro dalam kotak merah tua transparan dan bagian bawah rokok ini tertulis PT HM SAMPOERNA, Tbk. yang merupakan anak perusahaan dari Philip Morris International. Sangat menjual dan menarik untuk dilihat. Untuk kemasan sendiri saya memberi nilai 9.4 dari 10.

Kemudian kita buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Ketika plastiknya dibuka dan kemasannya dibuka, kemasan ini bisa dibilang agak sedikit susah dibanding kemasan rokok pada umumnya. Kemasan luar ini ketika dipegang sangat doff layaknya Marlboro 2.0 pada umumnya. Terdapat foil otomatis yang dinamakan PRO SEAL yang berfungsi menjaga citarasa rokok tetap sama dari awal bukaan hingga akhir bukaan dan menjaga kelembaban dari rokok itu sendiri. Serta menghindari penyakit masuk angin yang mungkin bisa terjadi pada rokok ketika dibiarkan kelamaan. Sepertinya PRO SEAL akan ditawarkan pada keluarga Marlboro lainnya paling minim tahun depan. Doakan saja. Kuantitas rokok ini ialah 20 batang dengan susunan yang sama dengan jenis rokok isi 20 batang umumnya.

Kemudian kita coba tarik batangnya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang yang sama dengan SKM FF dengan ukuran panjang pada umumnya namun dengan diameter yang agak sedikit lebih slim dibandingkan kompetitor. Dalam hal ini pada bagian tipping papernya terdapat motif cork pada umumnya dengan warna abu-abu, disertai objek yang diatasnya bertuliskan FILTER BLACK dengan adanya unsur segitiga curve, dan tulisan Marlboro di sisi lainnya. Bisa dibilang pada bagian tipping papernya mengadopsi Marlboro Premium Black yang dijual di 3 negara Asean.

Hal yang unik pada rokok ini ialah adanya filter bolong yang disebut dengan Air Flow Filter. Mekanismenya ialah mengambil udara banyak dan masuk ke bolongan (hollow) untuk menciptakan kesan smooth namun tetap berkarakter. Filternya bisa dilihat dibawah ini.


Baiklah, daripada kelamaan mending kita coba rasakan rokoknya dengan seksama. 


Rasa rokok ini bisa dibilang sangat fruity dan spicy, tingkat kemanisan rokok ini bisa dibilang menengah. Memiliki unsur cocoa yang cukup terasa, disertai unsur berry (kemungkinan Raspberry) khas rokok buatan Gudang Garam dan sentuhan fermented khas black rhum yang cukup terasa. Dalam hal ini intensitas spicynya sangat terasa, namun tertutupi dengan sensasi saus campuran berry, nangka, dan cocoa. Dalam hal ini karakter Marlboro tergambar dengan unsur cocoa, sedang karakter kreteknya tergambar dengan unsur berry dan ada sedikit unsur nangka. Agaknya rasa rokok ini mengingatkan saya dengan U Bold yang dulu saya pernah review, namun dengan intensitas yang lebih rendah. Cukup harshnessnya, namun smooth ketika ditarik. Hal ini dikarenakan adanya Air Flow Filter yang membuat rasanya lebib refined namun tetap menjaga citarasa strong yang ingin dijual rokok ini. Ketika dibakar maka flow filter akan berubah warna sebagai berikut


Hal ini dapat disimpulkan bahwa rokok ini merupakan rokok dual filter pertama dalam segmen SKM Full Flavor. Unsur spicy disini cukup terasa terutama berkat adanya penambahan rempah dalam intensitas yang menengah. Throat hit tidak begitu terasa, namun unsur earthy rokok ini sangat terasa terutama penggunaan tembakau lokal berkualitas yang sangat terasa. Sangat nikmat, bahkan sangat mantap bila ditemani kopi hitam. Aromanya sangat nikmat, bahkan menurut saya sangat enak secara rasa. Tidak menimbulkan rasa tidak nyaman pada tenggorokan mengingat Air Flow Filter sangat mampu membuat tarikan yang lembut namun tetap berkarakter khas. Durasi bakar sangat pas, bahkan menurut saya rokok ini lebih cepat dibanding SKM FF umumnya, namun dengan waktu yang pas sehingga cocok untuk nongkrong dalam waktu cukup cepat. Namun kelemahannya ialah ketika mendekati tipping paper rokok ini akan mulai panas, namun tipping paper rokok ini cenderung lebih kuat dibandingkan SKM FF buatan Sampoerna lainnya. Memiliki aftertaste yang cukup terasa, terutama sensasi fruitynya. Sangat mantap dan cukup saya bisa rekomendasikan terutama bagi anda perokok SKM FF yang ingin merasakan sensasi berbeda. Untuk rasa saya beri nilai 8.7 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan harga per batang yang terhitung lebih murah, adanya seal khusus secara otomatis, dan kemasan yang keren serta rasa yang mantap, rokok ini saya bisa rekomendasikan terutama bagi anda yang menginginkan sensasi lebih dalam sentuhan full flavor. Harga rokok ini memang mahal bila dibeli perbungkus, namun secara matematis rokok ini termasuk murah mengingat bila dibeli satuan maka harganya hanya 1.000. Untuk distribusi sendiri sudah baik, namun hari ini saya hanya bisa menjumpainya di Indomaret mengingat distribusi akan berjalan baik ke warung mulai esok hari. Kelemahan rokok ini ialah ketika mendekati akhir akan terasa panas mengingat rokok ini masuk kedalam SKM FF, kelemahan ini memang sudah terjadi pada rokok SKM FF buatan Sampoerna, namun adanya tipping paper yang lebih kuat mampu menahan rasa panas tersebut sehingga tidak sepanas merek SKM FF Sampoerna lainnya. Overall saya sangat suka dengan rokok ini, yang jelas saya memberi nilai 8.5 dari 10. Artinya rokok ini memang mahal secara harga, namun karena rokok ini masuk kedalam SKM FF maka akan terhitung lebih murah dibandingkan kompetitor.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok dan ask saya di ask.fm/reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , , , ,