Starmild Single Filtration Baru, percobaan pertama Bentoel Group setelah Starmild Tritek Gagal di Pasaran

Selamat malam,

Kali ini saya mencoba mereview rokok yang sebenarnya sudah lama diluncurkan, namun dengan variasi filter yang baru. Sebelumnya saya memberitahu bahwa saya belakangan jarang posting di blog ini. Maklum, saya baru saja benar-benar sembuh dari sakit saya. Dan sayapun mencoba untuk mengurangi rokok dari seharusnya sehari sebungkus, kini bisa menjadi dua hari sebungkus. Pencapaian untuk saya ini :). Yak mending kita lanjut saja yha ke postingannya. Biar asik gitu.

Produk ini sebenarnya sudah diluncurkan beberapa bulan yang lalu (sekitar bulan Juni 2015) dengan harapan penjualan Starmild naik. Ada beberapa latar belakang mengenai mengapa Bentoel Group mengembalikan Starmild dari tadiannya menggunakan filter Tritek yang promosinya digencar-gencarkan dengan menggunakan tiga lapis filter menjadi satu lapis filter layaknya sebelum 1 Oktober 2012. Beberapa alasan tersebut diantaranya:

1. Tritek sebenarnya merupakan prototipe rokok kretek futuristik dari Bentoel Group. Sebenarnya, Bentoel Group mengupgrade Starmild menjadi Tritek karena merasa tersaingi dengan Double Filter milik Djarum Black Mild. Sistem filtrasi dalam Starmild Tritek sebenarnya cukup futuristik, namun saya sangat menyayangkan mengapa dia harus menggunakan dua filter asetat dan satu filter berhollow bintang yang saya rasa kurang menghasilkan rasa yang nikmat. Semenjak Starmild mengupgrade filternya menjadi tiga lapis, penjualan terus merosot. Dahulu Starmild bisa menduduki posisi 3 besar dalam rokok mild kini malah turun ke posisi yang lebih rendah dibanding terdahulu. (bahkan dengan Club Mild yang sama-sama buatan Bentoel masih bagus penjualan Club Mild). Rasa yang dihasilkan sangat mengecewakan konsumen, mereka umumnya mengeluh sakit radang tenggorokan setelah merokok Tritek. Walaupun support promosi pada saat itu cukup gencar, namun kalau rasanya tidak enak maka sama saja bohong.

2. Bentoel bisa dikatakan hampir tidak punya saingan untuk kelas premium isi 16 untuk melawan A Mild. Dunhill Mild walaupun sudah ada yang berisi 16 batang tetap saja merupakan bukan saingan langsung dari A Mild, karena secara teknis perajangan tembakau sudah beda, dan adanya seal Reloc yang bisa dibilang sangat premium. Secara batang untuk Dunhill Mild agak sedikit panjang, makanya  Bentoel mencoba melawan A Mild dengan meluncurkan kembali Starmild single filtration.

3. Keinginan Bentoel menambah segmen SKM LTLN kelas premium di pasaran. Bisa dikatakan walau A Mild merupakan satu-satunya produk SKM LTLN kelas premium keluaran Sampoerna, tapi tetap saja tidak ada yang bisa menghadangnya. Gudang Garam Signature Mild yang merupakan satu-satunya SKM LTLN kelas premium buatan Gudang Garam tetap saja tidak bisa menandingi.

Yha, daripada lama saya menuliskan pengantarnya lebih baik kita review barangnya terlebih dahulu.

Untuk harga rokok ini tadi saya membelinya dengan harga 17.300 dengan isi 16 batang. Hampir mirip dengan harga A Mild yang mulai menyentuh harga 18.000 dengan isi 16 batang. Barang tidak susah dicari, umumnya tersedia di minimarket terdekat dan warung-warung. Untuk harga saya memberi nilai 6 dari 10.

Lalu kemudian kita lihat kemasannya terlebih dahulu.







Dari segi kemasan saya memberi nilai 8 dari 10. Cukup menggambarkan kesan futuristik yang dijual dalam rokok ini. Terlihat juga tidak ada perubahan signifikan dengan kemasan Tritek, namun perubahan mendasar ada pada bagian belakang rokok ini. Dulu warnanya silver dengan deskripsi Tritek. Namun karena Starmild sudah kembali kepada satu lapis filter maka deskripsinya diganti total.  Deskripsinya sudah cukup menggambarkan rokok ini dengan rasa yang smooth untuk dihisap. Terlihat juga adanya perubahan pabrik dari rokok ini. Kalau dulu rokok ini dibuat oleh PT Lestari Putra Wirasejati, kini diproduksi oleh PT Suburaman yang juga merupakan anak perusahaan Bentoel Group. Lalu kita coba buka plastiknya terlebih dahulu. 


Foil pada rokok tidak berubah sama sekali, sangat disayangkan pita cukai pada rokok yang saya beli sangat melekat pada kemasan. Dan cukai yang dipakai masih cukai untuk keluaran 2015 walaupun rokok yang saya beli dibuat pada 11 Januari 2016. Keliatannya stok rokok bercukai 2016 (dengan warna hijau tua kombinasi jingga untuk pabrik golongan I, kebetulan ini diproduksi oleh pabrik golongan I) akan mulai benar-benar tersedia mulai bulan ini sampai Maret. Kemudian saya mencoba merobek foil dari rokok tersebut. 


Susunan pada rokok tetap sama dengan 8 batang di bagian depan dan 8 batang di bagian belakang. Sama saja dengan rokok mild pada umumnya. Kemudian saya mencoba melihat batang dari rokok tersebut.


Batang pada rokok tidak berubah sama sekali. Logo Starmild tidak ada perubahan posisi bila dibandingkan dengan kemasan Tritek. Jumlah perforasi pada rokok ini ada dua baris. Sangat umum untuk jenis rokok mild. Hal yang berbeda pada rokok ini dibandingkan Tritek ialah tidak adanya lubang pada rokoknya. Saya mencoba memfoto filter rokok tersebut.


Dapat disimpulkan bahwa rokok ini hanya memiliki satu lapis filter untuk penyaringannya. Saya lebih suka filter tunggal dibandingkan filter berlapis. Rasa mild yang dihasilkan cenderung natural bila tidak menggunakan filter berlapis. Kemudian kita coba icip rokok tersebut dengan seksama.


Rasa yang dihasilkan sangat smooth untuk saya. Enak untuk ditarik lebih tepatnya. Ini menurut saya karena kadar tar pada rokok ini hanya 12 mg. Terlihat jelas dari segi rasa menggambarkan karakter tembakau virginia yang lembut. Tidak terlalu manis. Cukup spicy di lidah, sedikit ada rasa buah yang jelas dapat dirasakan, ada sedikit sensasi earthy ala rokok mild premium umumnya. Tembakau dan cengkehnya saya rasa sangat balance. Aftertaste tidak menimbulkan rasa radang atau tidak nyaman di tenggorokan. Saya cukup jatuh cinta dengan rasanya. Untuk rasa saya beri nilai 8.5 dari 10.

KESIMPULAN

Dapat kita lihat keunggulan Starmild versi baru ini terletak pada rasanya yang smooth dan nyaman untuk dihisap. Kemasan saya rasa cukup baik. Namun kelemahan terbesar ialah dari segi harga dan promosi. Saya bisa maklumi mengapa harga Starmild cenderung mahal untuk sebuah rokok mild, karena bahan bakunya juga cukup mahal untuk membuatnya. Promosi saya lihat sama sekali tidak ada, padahal seharusnya Bentoel Group bisa mencoba menggencarkan promosi untuk Starmild ini, terutama untuk mengembalikan pasar perokok yang dulunya merokok Starmild dan pindah ke rokok lain karena filter sudah diupgrade ke Tritek. Nilai overall pada rokok ini ialah 7.5 dari 10. Cukup baik untuk sebuah rokok mild.

Demikian postingan saya ini. Kalau ada pertanyaan silahkan email saya atau ask saya di ask.fm/reviewrokok. Sekian dan terima kasih.






Share this:

, , , , , ,