Marlboro Merah Kemasan Baru, Marlboro Indonesia dengan Architecture 2.0 dan Firm Filter

Selamat siang,

Kali ini saya selaku admin akan memberitahu produk yang baru saja saya temukan pada hari ini, yaitu Marlboro Merah kemasan baru. Sebenarnya saya menemukan ini dengan penuh keberuntungan dimana saya sebenarnya ingin membeli Kopiko 78 untuk teman nongkrong di Indomaret di kawasan Depok, namun ketika saya tidak sengaja melihat ada slop Marlboro (ada juga di Indomaret versi Menthol Lights, namun kali ini saya ingin mencoba versi merahnya) dan kemudian saya bertanya kepada mbak-mbak kasirnya

"Marlboro yang baru satu deh!"

Kemudian saya dikasih rokok ini dengan penuh ikhlas dari si mbaknya. Sejujurnya line architecture 2.0 sangat telat diterapkan di Indonesia, namun lebih maju dibanding negara lain (Filipina belom semua produknya masuk kedalam keluarga 2.0, baru Premium Black dan Ruby Burst serta Thailand yang belum menerapkan sama sekali karena terkendala PHW yang besarnya 85% dari kemasan).

Saya jadi teringat dulu pernah mencoba versi Arab dari rokok ini. Hanya beda dengan kadar tar yang lebih rendah serta adanya perforasi pada filternya. Kalau mau buka linknya silahkan klik ini : http://reviewrokok.blogspot.com/2016/04/review-singkat-marlboro-merah-saudi.html.

Ada beberapa alasan mengapa Philip Morris Indonesia baru menerapkan kemasan baru rokok ini pada pertengahan April dan akan diluncurkan kira-kira bulan Mei ini diantaranya:
  1. Produk ini bisa dibilang membuat orang susah mengenali rokok ini sebagai Marlboro karena tidak ada tulisan yang jelas. Bisa dibilang Soft Touch design ini benar-benar tidak terlihat tulisan Marlboro karena tulisannya hampir transparan. Dan orang Indonesia punya kultur bahwa kemasan baru akan mengubah rasanya. Contoh parahnya ialah kasus Gudang Garam International yang sempat diganti kemasannya pada 2012 dan banyak orang merasa kurang cocok.
  2. Philip Morris Indonesia sepertinya sudah siap dengan marketingnya dimana mengacu kepada regulasi periklanan bahwa produk rokok tidak boleh menampilkan bungkus dan kemasan. Di luar negeri produk ini ditampilkan dengan wujud kemasannya yang jelas tergambar dan adanya unsur-unsur dari rokok tersebut. Kampanye RED IS here sebagai pengenalan Marlboro 2.0 akan meluncur ke toko dan warung pada awal Mei, mengingat baru bulan ini diproduksi.
  3. Stok Marlboro kemasan lama di gudang Sampoerna sudah hampir habis, sehingga memungkinkan untuk diproduksinya kemasan baru ini. 
  4. Marlboro ingin merefresh kemasannya dengan kontekstual sebagai upaya untuk meningkatkan market sharenya dalam kelas SPM. Bisa dibilang karena Marlboro merupakan pemimpin dalam hal kelas SPM maka dia bisa saja berkehendak untuk mengganti kemasan dari dulu, namun baru siap meluncurkan pada saat ini.
  5. Indonesia bisa dibilang ketinggalan karena hampir semua negara Asia Tenggara (bahkan Vietnam yang Philip Morrisnya berlogo Sampoerna sudah dulu meluncurkan pada tahun 2015) sudah menerapkan kemasan ini dimana pemimpin dari kemasan ini (menurut beberapa sumber) ialah Singapura yang notabenenya maju.
Untuk info, bisa dibilang kemasan Soft Touch diterapkan di semua line produk Marlboro Indonesia mulai produksi bulan April, baik line Flavor (Marlboro Merah), Gold (Marlboro Lights) serta Fresh (Marlboro Black Menthol, Ice Blast dan Menthol Lights).

Oh iya saya ingin mereview rokok ini terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini ialah Rp. 20.500 (beberapa toko menjual dengan harga 20.000, ada toko yang menjual dengan harga 21.000, pita cukai 18.600). Untuk harga saya beri nilai 6 dari 10. Kemudian kita review kemasannya.







Terlihat jelas perubahan yang berbeda ialah rooftop yang menjadi curve, kemudian adanya tulisan Marlboro dan logo Philip Morris yang menjadi transparan karena menerapkan kemasan Soft Touch, adanya logo FIRM FILTER di bagian samping dibawah larangan jual, adanya tulisan SELECTED FINE TOBACCOS di bagian bawah tulisan Marlboro, serta pada bagian bawah kemasan pada dekat kode produksi yang berubah bentuk dimana sebelumnya terdapat logo Marlboro dengan rooftop namun sekarang hanya ada tulisan Marlboro dengan warna latar putih dan tulisan merah. Kemasan ini ketika dipegang tulisan Marlboro dan logo Philip Morris sangat muncul walaupun transparan. Inilah yang menjadikan Marlboro 2.0 sebagai Marlboro dengan Soft Touch design. Pada penjualan awal ini pada bagian kemasan tertulis NEW DESIGN IN SOFT TOUCH pada bagian depan dan belakang kemasan yang menegaskan perubahan yang ada. Untuk kemasan saya beri nilai 9 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya


Ketika dibuka plastik dan kemasannya terlihat jelas adanya perbedaan kemasan yang cenderung lebih doff ketimbang kemasan terdahulu yang glossy serta package insert yang mampu menjelaskan fitur baru yaitu FIRM FILTER yang saya bisa gambarkan sebagai berikut



Fitur FIRM FILTER sendiri sebenarnya merupakan dua lapisan tipping paper dengan adanya perforasi yang dimaksudkan agar lebih enak digenggam serta rasa yang lebih konsisten dari awal hisapan hingga akhir.

Kemudian kita coba lihat bagian foilnya


Foilnya bisa dibilang tidak ada perubahan. Hinge lidnya juga sama masih berbasis warna putih dengan tidak adanya perpanjangan dalam hal hinge lid. Karena saya lupa memfoto bagian rokok yang sudah dirobek foilnya, bisa dibilang susunan batang tetap sama dengan Marlboro lama, namun hal yang berbeda ketika kita tarik filternya sebagai berikut


Ada hal yang berbeda ketika menarik batang dari rokok tersebut, dimana tulisan Marlboro kini berada di bagian tipping paper dengan adanya tulisan silver FIRM FILTER yang menegaskan adanya dua lapisan pada tipping papernya. Saya menemukan perforasi kecil berjumlah satu baris dengan jarak yang cukup jauh. Cukup enak saya genggam dibanding kemasan sebelumnya karena badannya lebih gemuk.

Kemudian kita coba rasakan rokoknya dengan seksama


Ketika saya bakar rokoknya, terlihat ada sedikit perbedaan dibanding kemasan seblumnya yaitu rasa yang cenderung lebih lembut dengan karakter yang tetap sama dengan kemasan lama. Bisa dibilang saya lebih menikmati versi baru ini. Saya kira efek lembut ini terjadi karena adanya perforasi pada filternya. Karakter harshness dan cocoa dan sensasi tembakau asli sangat tergambar, dan cenderung sama nariknya dan beratnya dengan kemasan lama. Bisa dibilang dengan adanya FIRM FILTER mampu menciptakan rasa yang lebih baik dibanding kemasan sebelumnya. Karakter spicy kurang bisa tergambar dibanding kemasan sebelumnya, namun overall saya lebih merasakan enak dibanding kemasan sebelumnya. Untuk rasa saya beri nilai 8.2 dari 10.

KESIMPULAN

Bisa dibilang Marlboro benar-benar memanjakan penikmatnya dengan kemasan baru ini. Kelebihan utama bisa dibilang pada kemasannya yang elegan, namun kelemahan Marlboro sejak dulu ialah dalam hal harga serta durasi bakar yang cepat. Bisa dibilang rokok ini belum didistribusikan secara massal, mengingat baru bulan Mei baru benar-benar dijalankan aktivitas campaign maupun penjualan secara nasional. Overall saya memberi nilai 7.7 dari 10. Saya memang bukan penikmat Marlboro jadi saya bisa menilai 8.2 saja, tetapi mungkin bagi penikmatnya akan memberi nilai lebih.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya atau ask saya di ask.fm/reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , ,