Djarum Clavo Premio Filter, SKM FF Dengan Batang Tebal dan Rasa Berbeda

Selamat malam,

Minggu ini merupakan minggu dimana admin bisa banyak mereview rokok yang ada di Indonesia. Salah satu hal yang admin sukai ketika admin mereview rokok ialah sensasinya. Dimana sensasi Tembakau bermutu berpadu dengan bahan lainnya menciptakan karakteristik yang berbeda di setiap merek rokok. Sensasi ini pada umumnya berbeda satu sama lain, dalam hal ini sensasi khas yang ditawarkan bisa menjadi nilai jual yang ada pada sebuah rokok. Dan pada kesempatan ini, admin akan mereview rokok yang sepertinya sudah produksinya mulai dikurangi, namun tetap ada di pasaran yakni Clavo Premio Filter. Sejujurnya saja, admin dahulu pernah mencoba rokok ini pada awal diluncurkannya, dimana pada saat itu admin merasakan sensasi yang berbeda dibandingkan produk Djarum pada umumnya. 

Produk ini kebetulan admin dapatkan di 7-Eleven di salah satu kawasan di Jakarta Timur dimana admin belakangan mulai sering nongkrong di tempat tersebut sebagai upaya untuk menenangkan diri admin dari berbagai masalah yang ada. Admin awalnya kaget ketika admin melihat etalase rokok yang ada di 7-Eleven tersebut. Beberapa rokok yang kini sudah jarang ditemui semisal saja Esse Sense Menthol, Bohem Cigar No. 6 dan beberapa merek rokok lain ternyata dijual di 7-Eleven tersebut. Biasanya admin langsung menikmati rokok yang sudah dibeli dengan kopi, pada kesempatan tersebut admin tidak langsung membakarnya dikarenakan suatu hal. Dan dalam hal ini admin akan menjelaskan mengapa Clavo Premio Filter masih bisa bertahan hingga saat ini dan walaupun penjualannya sudah sangat terbatas, rokok ini masih saja ada peminat-nya diantaranya sebagai berikut:
  1. Clavo Premio Filter sejatinya merupakan line extension dari Djarum Clavo yang secara pendekatan rasanya mirip dengan Dji Sam Soe. Clavo sendiri diluncurkan sekitar pertengahan tahun 2013 dimana Clavo menawarkan alternatif Dji Sam Soe yang pada saat itu harganya sudah mendekati 14.000 dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap dengan kekuatan dan kepadatan lintingan khas Djarum. Dengan slogannya yakni "Karya Tangan Indonesia" serta didukung dengan promosi yang sangat besar-besaran, produk ini mulai diterima di pasaran dan dalam hal ini dikarenakan Clavo sudah berhasil dijual dengan baik, maka diluncurkannya Clavo Premio sebagai alternatif dari Dji Sam Soe Magnum Filter juga disambut dengan baik awalnya. Dengan event yang dinamakan "BOLDNATION", Clavo berhasil menjual produk ini walau pada akhirnya konsumen merasa kecewa dikarenakan rasa rokok ini yang tidak begitu spesial. Malah sebagian pencinta rokok Djarum terutama dari segmen SKT merasa kecewa mengingat embrio khas kretek Djarum tidak ditemui pada produk lini Clavo.
  2. Clavo, dalam hal ini Clavo Premio Filter mulai dianaktirikan semenjak tahun 2015. Produk ini seakan menurun dalam hal produksinya walaupun di beberapa tempat, produk ini masih sedikit mudah untuk ditemui. Dikarenakan Djarum sudah mengeluarkan promosi yang besar namun hasilnya tidak seberapa, produk ini seakan mati suri dan saat ini hanya mudah ditemui di supermarket saja. Produk Clavo memang menawarkan sesuatu hal yang berbeda dibandingkan produk Djarum lainnya yakni rasa yang cenderung lebih natural. Namun seorang fanatik pasti akan merasa kecewa ketika sebuah hal dianggap menyimpang dibandingkan yang ada pada umumnya. Hal ini terjadi juga pada Clavo yang kurang disukai oleh penggemar fanatik Djarum.
  3. Dikarenakan penjualan yang terbatas serta promosi yang tidak begitu baik, pada akhirnya produk ini seakan menjadi 'penyedap' dari penjualan Djarum itu sendiri. Kontribusi Clavo Premio terhadap segmen SKM sangatlah sedikit, bahkan bila dibandingkan dengan produk yang dibuat oleh anak perusahaan Djarum masih besar yang dibuat oleh anak perusahaan Djarum itu sendiri. Banyak orang saat ini mengatakan bahwa Clavo merupakan produk gagal, dalam hal ini walaupun promosi dilakukan sedemikian rupa pada akhirnya produk ini mulai mengendur dalam hal kekuatannya.
Baiklah, itu merupakan alasan mengapa Clavo Premio Filter termasuk produk gagal walaupun masih dijual sampai sekarang. Mari kita review rokok ini mulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya beli dengan harga Rp. 13.000 (cukai 12.000) dengan kuantitas isi 12 batang. Agaknya harga yang ditawarkan termasuk terhitung terjangkau bagi sebuah rokok langka. Untuk harga sendiri saya beri nilai 9.5 dari 10.

Kemudian kita review kemasannya dengan seksama






Kemasan rokok ini menggunakan basis warna hitam disertai warna emas dan silver. Bagian depan dan belakang kemasan terdapat latar berupa pattern cengkeh khas dengan jumlah 8 di bagian luarnya dan 8 di bagian dalamnya dengan efek emboss yang cukup terasa. Dalam hal ini tulisan CLAVO menggunakan font serif berwarna emas dengan adanya kontur berwarna merah pada bagian atas CLAVO serta tiga buah cengkeh berwarna coklat sebagai latar pendukung pada bagian kanan tulisan CLAVO. Dibawah tulisan CLAVO terdapat underline berwarna silver. Dalam hal ini tulisan dibawahnya yakni P R E M I O menggunakan font yang sama dengan jarak spasi yang cukup baik. Dalam hal ini terdapat tulisan Filter dengan font classic berwarna silver. Adanya tulisan 12 KRETEK FILTER menunjukan bahwa rokok ini masuk kedalam segmen SKM. Bagian samping kemasan hanya terdapat pattern serta tar dan nikotin. Warna barcode ialah putih keabu-abuan. Bila dirasakan teksturnya cukup kasar berkat adanya pattern khas dari Clavo. Cukup menjual dan menurut saya menandakan bahwa rokok ini termasuk rokok modern yang simpel secara kemasan. Untuk kemasan saya beri nilai 8.6 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Foil pada rokok ini mirip dengan foil yang ada pada rokok Djarum pada umumnya, dalam hal ini berwarna emas dengan adanya logo Djarum berupa jarum gramofon. Model inner frame sama dengan rokok pada umumnya.

Kemudian kita coba robek foilnya dengan seksama


Terlihat jelas bagian inner hinge lid berupa pattern yang sama dengan bagian luar kemasan. Susunan batang pada rokok ini ialah 6 di bagian depan dan 6 di bagian belakang. Batang terlihat jelas berwarna putih khas.

Kemudian kita coba tarik batang rokoknya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki diameter yang terhitung besar dengan panjang yang sama dengan rokok SKM Djarum pada umumnya. Agaknya rokok ini mengingatkan saya pada MLD Black Series yang dulu saya pernah review. Pada bagian batasan tipping paper terdapat line berwarna silver dengan adanya logo CLAVO dan PREMIO yang berwarna silver.

Kemudian kita coba rasakan rokoknya dengan seksama


Rasa rokok ini cenderung memiliki karakter spicy yang kuat disertai sensasi khas Marshmallow dengan paduan adanya unsur vanilla pada rokok ini. Agaknya, rokok ini menggunakan liquorice sebagai basis utama dari saus rokok ini layaknya Magnum Filter dari Dji Sam Soe namun dengan kekuatan liquorice yang lebih rendah. Dalam hal ini rasa tembakaunya cenderung cukup kuat, termasuk kedalam kategori earthy secara rasa. Rokok ini cenderung memiliki sensasi natural yang sangat berbeda dengan rokok buatan Djarum pada umumnya, dengan rasa spicy yang cenderung warming namun tidak ditemukan sensasi fruity yang khas layaknya rokok buatan Djarum lainnya. Saya tidak menemukan unsur berry dan nangka pada rokok ini, namun saya menemukan sensasi lain berupa penambahan leci yang agak jarang digunakan Djarum pada segmen Full Flavor. Cenderung memiliki rasa sweet-fermented, dalam artian aging pada Tembakau di rokok ini sangat matang sehingga menimbulkan rasa yang nikmat. Rasa manisnya cenderung minimal, dalam hal ini saya sangat bisa menikmatinya dan bersifat tidak overpower. Tarikannya sangat smooth, dengan adanya sensasi spicy khas dari Clavo. Saya bisa menemukan sedikit rasa nutty pada rokok ini yang menandakan rokok ini memiliki kandungan Tembakau Oriental. Dominan rempahnya ialah adas manis dan sedikit unsur kapulaga. Ketika dikeluarkan dari hidung, rokok ini memiliki aroma liquorice yang cukup terasa dengan adanya paduan Marshmallow yang menurut saya nikmat. Throat hit pada rokok ini termasuk baik, dalam artian rokok ini tidak memiliki throat hit yang terlalu menusuk tenggorokan, walaupun rokok ini pada beberapa saat sedikit menusuk ketika ditarik. Saya bisa memaknai rokok ini sebagai Magnum Filter KW-I dikarenakan sensasi rokok ini mirip dengan Magnum Filter walau tingkatannya masih dibawah. Aftertaste rokok ini cenderung nutty berpadu dengan sedikit essens leci. Kelemahan rokok ini ialah cenderung hambar bagi sebagian orang, dan saya tidak bisa menemukan karakter khas rokok Djarum yang begitu kuat rasa spicy dan fruitynya. Serta pada bagian tipping papernya cenderung kurang begitu kuat pada akhir bakaran, khas rokok SKM Djarum. Saya cukup suka dengan rasanya dan sensasinya yang menurut saya berbeda, untuk rasanya saya memberi nilai 8.8 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan harga yang murah, rasa yang menurut saya cukup nikmat serta kemasannya yang mantap membuat rokok ini seharusnya masih bisa bertahan di tengah persaingan SKM FF yang saat ini sudah merambah ke kadar tar yang medium. Namun kelemahan rokok ini jelas pada tipping papernya yang kurang begitu kuat serta bagi sebagian orang, rokok ini akan terasa hambar dibandingkan Magnum Filter. Untuk distribusi rokok ini hanya menjangkau ke 7-Eleven tertentu dan supermarket tertentu saja, sama saja dengan Clavo Kretek. Saya sangat susah untuk menemukan rokok ini pada saat ini, dikarenakan penjualannya cenderung merosot dari tahun ke tahun. Bagi pihak Djarum, saran saya dengan rasa rokok yang bisa menyaingi Magnum Filter, rokok ini seharusnya dipertahankan, bahkan sebisa mungkin promosinya mulai dikencangkan kembali. Saya agak bingung mengapa pihak Djarum meng-anak tiri-kan rokok ini, walaupun saya termasuk yang suka dengan rokok ini. Overall saya beri nilai rokok ini 8.96 dari 10. Artinya rokok ini menang pada kemasan, harga dan rasanya. Namun secara distribusi sangatlah kurang.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , ,

CONVERSATION

7 komentar:

  1. Saya sedih ngelihat nasibnya Clavo Premio Filter apakah Djarum mau berhentiin Clavo tahun ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya masih bakal bertahan untuk saat ini.

      Hapus
    2. Abang tau nggak iklan Clavo Premio Filter yang versi Soccer itu cewenya yang poninya pendek mirip Momo Geisha ya bang tolong cariin ya saya suka sama iklannya

      Hapus
  2. 2 bln lalu gw bl yg SKT min d giant hrgany d struk 12.890 byrny d buletin jd 12.900.
    d giant stokny msh bnyk.
    urusan rasa,beda bgt sm kluarga "djarum coklat&76" pdhl megang nama Djarum y...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu emang kalo dibuletin juga 12.900 harganya 13 ribu kalo seandainya dijual di warung kecil.

      di giant emang sentra rokok yang sekarang jarang ditemuin, clavo, sejati, ama country setau w dijual disana

      Hapus
  3. bro, coba review in LA Light Merah dong. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti ya, kisaran maret saya coba review ya

      Hapus