Laksa, SKM Full Flavor Value For Money Lokal dari Gandum

Selamat malam,

Setelah lama saya tidak menulis di blog ini dan juga kesibukan saya yang dikatakan sangat tinggi, sehingga terpaksa saya harus menunda beberapa review rokok yang sudah saya beli ataupun saya dapatkan dari teman. Bisa dibilang, pembaca setia dari blog ini sangat menginginkan saya untuk selalu update dengan rokok-rokok apa saja yang sekiranya dijual di Indonesia dan juga review baik dari segi harga, kemasan, dan juga rasa yang ada pada rokok tersebut. Berhubung saya pada saat ini sangatlah sibuk, maka saya langsung bercerita bagaimana saya bisa mendapatkan rokok ini secara cuma-cuma. Bisa dikatakan saya mendapat rokok ini bersamaan dengan beberapa produk yang sudah saya review sebelumnya, dimana saya mendapatkan produk ini bersama dengan beberapa rokok asal Jawa Timur (sekedar bocoran, ada satu rokok asal Jawa Timur yang belum saya buat review-nya dikarenakan sebuah hal, terutama soal waktu yang tidak memungkinkan dimana durasi rokok ini sangatlah panjang dan saya bingung membuat review-nya) dimana rokok ini sebenarnya dibeli di toko grosir di kawasan Jakarta Selatan, bukan di Jawa Timur. Namun saya mendapatkan barang ini bersamaan dengan rokok yang ada di kawasan Jawa Timur. Sekedar info saja, saya sedang kurang begitu baik

Sejujurnya saya merasa bingung apakah review rokok ini diperlukan analisis ataupun tidak. Mengingat data informasi dari rokok ini sangatlah terbatas dan juga saya sedang malas untuk membuat analisis secara panjang, maka saya membuat sedikit analisis mengenai rokok ini berdasarkan pengetahuan yang saya dapatkan sebelumnya dengan menggunakan media internet layaknya berikut ini:
  1. Laksa, atau dahulu sering disebut dengan Laksa Masterpiece merupakan rokok yang bisa dikatakan sebagai pemain baru (dimana rokok ini baru dijual sekitar tahun 2010) dengan rasa yang konon memiliki kesamaan dengan Djarum Super yang menjadi salah satu market leader dalam industri rokok di Indonesia. Laksa sempat mengubah kemasannya pada tahun 2013 hingga saat ini, dimana tujuan pergantian kemasan dimaksudkan untuk bisa menarik lebih banyak perokok kelas menengah ke bawah. Dengan keunggulan tersebut, dan juga harga yang terhitung murah membuat rokok ini seakan diminati oleh banyak konsumen yang berada pada segmen kelas menengah ke bawah di Indonesia (terutama wilayah Barat Pulau Jawa) dimana Laksa sendiri bisa dikatakan sebagai produk yang diunggulkan oleh pihak PT Gandum.
  2. Angka penjualan SKM bisa dikatakan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan Annual Report Philip Morris International tahun 2016, angka penjualan SKM sejauh ini mencapai 75,8% di tahun 2016 dan kemungkinan akan mencapai angka 76-77% di beberapa tahun ke depan. Penjualan rokok SKM yang pada saat ini di dominasi dengan SKM LTLN tidak membuat SKM Full Flavor merasa turun. Justru, beberapa produsen rokok memanfaatkan momen pertumbuhan SKM yang dikatakan secara umum meningkat dengan mengeluarkan produk dalam segmen Value For Money. Beberapa pabrikan rokok lokal bisa bertahan dikarenakan harga yang ditawarkan sangat terjangkau, dan juga rasa yang konon bisa menyamai rasa rokok buatan Top 3 Pabrikan rokok di Indonesia.
  3. Dapat dikatakan bahwa meskipun PT Gandum sepertinya hanya mengandalkan Laksa di kawasan Barat Pulau Jawa, peminat rokok ini akan tetap ada dikarenakan rasa rokok ini bisa menyamai rokok buatan pabrikan Golongan I, serta harga yang murah membuat rokok ini tetap memiliki peminat, meskipun bisa dihitung dengan jari.
Baiklah, itu sedikit analisis mengapa rokok ini bisa bertahan dan penjualannya sepertinya akan berkembang seiring pertumbuhan segmen menengah ke bawah yang bisa dikatakan cukup tinggi. Mari kita review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk rokok ini, teman admin membelinya dengan harga Rp. 8.000 (beberapa toko menjual rokok ini dengan harga 8.500 atau 9.000, cukai 7.875) dengan kuantitas 12 Batang. Agaknya, rokok ini bisa masuk ke segmen menengah ke bawah yang menginginkan rokok dengan isi cukup banyak namun dalam harga yang murah. Untuk harga rokok ini saya beri nilai 10 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasan rokok ini dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan basis warna merah, putih, dan emas. Pada bagian depan dan belakang kemasan terdapat semacam latar yang mengingatkan saya kepada carbon fiber yang mampu menciptakan kesan modern, dengan warna anyaman carbon fiber merupakan gabungan dari merah dan merah tua dan memiliki efek emboss yang sangat terasa. Terdapat semacam curve di bagian kanan dan kiri yang memotong anyaman carbon fiber pada kemasan. Terdapat aksara Tiongkok yakni δΈ‡ yang bisa diartikan sebagai "ribuan" berwarna emas yang memiliki efek emboss, dalam artian rokok ini seakan menawarkan nilai lebih ketimbang rokok dengan harga yang sama. Terdapat tulisan Laksa dengan adanya huruf L yang menjadi underline dari tulisan "aksa", dengan huruf k yang memotong underline tulisan "aksa", dengan adanya efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama. Laksa sendiri bisa diartikan sebagai "puluhan ribu", dalam artian rokok ini menawarkan sensasi rasa yang lebih baik ketimbang rokok sejenis. Terdapat tulisan 12 di bagian bawah serta tulisan SIGARET KRETEK MESIN, bisa diartikan rokok ini merupakan rokok SKM. Bagian kanan kemasan terdapat logo JAGALAH KEBERSIHAN INDONESIA yang meniru ajakan yang persis sama dengan produk buatan Bentoel Group. Bagian kiri terdapat kadar tar serta nikotin dan tulisan tidak ada batasan aman. Bagian atas terdapat tulisan Laksa dengan latar merah tua serta adanya curve di bagian atas dan bawah objek. Bagian bawah tertulis DIBUAT OLEH PT. GANDUM dimana rokok ini masih bersaudara dengan rokok Gandum yang termasuk menjadi pilihan orang Sumatera dalam hal SKT. Untuk ukuran rokok murah, kemasan yang ditawarkan termasuk eksklusif dan berbeda, serta memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk kemasan, saya beri nilai 8.6 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian inner frame pada rokok ini sepertinya tidak begitu spesial, dengan model yang sama dengan rokok yang dijual di Indonesia secara umum. Pada bagian foil menggunakan warna emas dan tekstur yang dimiliki biasa saja.

Kemudian kita coba tarik foil-nya dengan seksama


Bisa dilihat, batang rokok ini memiliki warna yang sama dengan rokok SKM Full Flavor yang dijual di Indonesia. Susunan batang rokok ini ialah 6 di depan dan 6 di belakang, dengan kuantitas isi 12 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki ukuran panjang yakni long size, dengan adanya diameter rokok yang sama dengan rokok SKM Full Flavor yang umum dijual di Indonesia. Di bagian batasan tipping paper, rokok ini terdapat semacam garis emas yang bertuliskan Laksa dengan tulisan MASTERPIECE di bagian bawahnya dengan warna merah tua, serta adanya ornamen daun di bagian atasnya dan juga garis yang menyertai ornamen daun tersebut. Warna tipping paper pada rokok ini ialah cork, dengan motif yang cenderung abstrak layaknya SKM Full Flavor yang umum dijual di Indonesia.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi manis yang minim disertai adanya sensasi manis fruity yang khas. Namun ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa manis yang terasa disertai adanya sensasi fruity yang sangat khas dan sensasi spicy yang sangat terasa. Sensasi manis yang ditawarkan pada rokok ini tidak begitu manis, namun kuat akan sensasi a hint of sweetness yang terasa. Sensasi fruity yang ada pada rokok ini merupakan gabungan dari berry (kemungkinan raspberry) dalam intensitas yang terasa, berpadu dengan leci disertai adanya sedikit unsur nangka. Rokok ini seakan sedikit menawarkan sensasi minyak atsiri yang umum ditawarkan oleh produk buatan Djarum, kemungkinan rokok ini mengandung peppermint oil, rosemary oil dan sage oil sehingga mampu menciptakan karakter yang sedikit sama dengan Djarum Super, namun dalam intensitas rasa yang cenderung lebih minim. Sensasi spicy yang ditawarkan oleh rokok ini cenderung terasa namun tidak begitu kuat, dimana penyusun unsur spicy pada rokok ini ialah adas manis, kapulaga dan pekak, dengan sedikit sentuhan nutmeg. Ada sedikit sensasi vanilla yang saya dapatkan pada rokok ini, dimana intensitas vanilla yang ada pada rokok ini cenderung minim. Kemungkinan besar, a hint of sweetness pada rokok ini muncul dikarenakan salah satu penyusun saus rokok ini menggunakan liquorice, dalam intensitas yang minim. Cenderung memiliki karakter apek, dalam artian rokok ini seakan menawarkan sensasi blend Tembakau berjenis Oriental yang sangat dominan. Blend pada rokok ini bisa dikatakan mayoritas menggunakan Tembakau berjenis Oriental, dimana bisa dikatakan bahwa rokok ini menggunakan tembakau asal lokal dan tidak ada satupun yang berasal dari luar negeri. Cenderung memiliki sensasi rasa gurih, dalam artian rokok ini sengaja diciptakan memiliki rasa yang cenderung gurih dan memancing lidah untuk mengeluarkan liur. Cenderung memiliki sensasi nutty yang kuat, dimana rokok ini menggunakan Tembakau berjenis Oriental dalam intensitas yang banyak. Blend pada rokok ini cukup earthy dan balance, dalam artian rokok ini seakam menawarkan sensasi tanah yang terasa secara alamiah. Bila dikeluarkan dari hidung, rokok ini seakan menawarkan sensasi aroma nutty yang cenderung terasa. Tarikan pada rokok ini cenderung mantap namun halus, dalam artian rokok ini seakan menawarkan sensasi tarikan yang pas namun sangat mudah untuk ditarik. Sensasi harshness pada rokok ini cenderung minim namun sedikit terasa, dalam artian rokok ini menawarkan sensasi harsh yang cenderung rendah. Throat hit pada rokok ini hampir tidak ada, dalam artian rokok ini menawarkan sensasi yang cenderung nyaman di tenggorokan. Aftertaste dari rokok ini ialah gabungan dari sensasi nutty beserta sensasi rasa yang cenderung asam. Namun kelemahan rokok ini ialah ketika mendekati batasan tipping paper cenderung memiliki sensasi rasa yang sedikit pahit, dan juga sensasi vanilla yang baru menguat ketika akhir bakaran. Tipping paper dan filter rokok ini termasuk kuat untuk hitungan rokok murah, dalam artian rokok ini seakan menawarkan sensasi sentuhan yang lebih baik, meskipun ludah yang keluar banyak. Bisa dikatakan, rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang cenderung baik dalam harga yang cenderung murah. Namun bila dibandingkan dengan Djarum Super, sensasi rasa yang ditawarkan masih lebih baik Djarum Super. Tentunya hal tersebut berkaitan dengan harga yang pada saat ini menyentuh diatas 17.000. Termasuk cukup baik untuk hitungan rokok dengan rasa ala Djarum Super. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 8.75 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan sensasi rasa yang bisa dikatakan cukup baik untuk hitungan rokok murah, kemasan yang cenderung elegan untuk hitungan rokok murah, dan harga yang bersahabat membuat rokok ini seakan menawarkan sensasi rasa yang cenderung lebih baik untuk rokok dibawah harga 10.000. Terutama, rokok ini dibuat oleh pabrikan Golongan II sehingga secara harga rokok ini terhitung sangat terjangkau namun dengan rasa yang terhitung sangat baik untuk hitungan rokok murah. Kelemahan yang ada pada rokok ini ialah ketika mendekati batasan tipping paper cenderung pahit dan sensasi vanilla yang cenderung menguat pada akhir bakaran. Untuk kualitas filter serta tipping paper, rokok ini seakan lebih baik bila dibandingkan dengan Djarum Super, walaupun rokok ini memang sengaja diciptakan memiliki karakter yang sama dengan Djarum Super. Untuk distribusi rokok ini terbilang cukup susah, hanya beberapa warung dan agen saja yang menjual rokok ini. Dan rokok ini memang sangat laku di daerah pinggiran, dimana rokok ini paling mudah ditemukan di kawasan pinggiran kota. Overall saya memberi nilai rokok ini 9.08 dari 10. Artinya rokok ini menang pada rasa dan harga, namun untuk kemasan sepertinya perlu ada improvisasi lagi. 


Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di 
ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , ,

CONVERSATION

11 komentar:

  1. #stopadekraflycomment

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bacot lu goblok , bayi bau kencur bacot aja

      Hapus
    2. Baru tahu bacot itu bisa pintar atau goblok.

      Apa salahnya bayi bau kencur ngebacot?

      Hapus
    3. HEH MONYET TAI LO!

      Hapus
  3. wah jarang-jarang nih admin kekurangan analisis pangsa pasarnya.. hehe
    tapi tetep oke banget review nya.. apa lagi merk-merk langka begini, jarang banget ditemuin di review rokok tetangga..
    semangat terus buat mas admin.. ayo bikin rokok jadi kebanggaan indonesia
    tuan rumah dinegerinya sendiri

    BalasHapus
  4. Shit dah, mending matiin aj nih fitur komentar, biar si BAJINGAN itu ga bisa komen-komenan lagi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iy nich, adminny jg ga bertanggung jawab, masa review rokok bisa, blokir orang ga bisa???

      Hapus
    2. Keliatannya fitur moderasi musti ane aktifin lagi biar si goblok kagak bisa komen.

      Hapus
  5. Nama rokok kok kayak kare... . XD

    BalasHapus