Marcopolo King Size Original (Emas), SPM Full Flavor Flagship dari STTC

Selamat sore,

Beberapa hari ini admin mulai mengalami kesibukan dalam intensitas yang tinggi. Beberapa kesibukan yang admin hadapi diantaranya mengurus berkas-berkas yang diperlukan untuk membuat sesuatu yang admin perlu rahasiakan. Dan juga admin sepertinya akan menghadapi kesibukan yang sepertinya akan mulai memuncak sekitar bulan Agustus awal hingga pertengahan. Walaupun begitu, sepertinya admin akan tetap menuliskan berbagai posting-an mengenai rokok apa saja yang ada di Indonesia. Terlebih sebenarnya admin banyak hutang untuk mereview rokok, dikarenakan salah satu teman admin membawakan rokok yang berasal dari daerah Jawa Timur. Ada sekitar 5-6 rokok yang diberikan kepada admin tanpa adanya imbalan apapun. Dan juga salah satu pengikut setia admin sudah mengirimkan rokok impor (jenisnya rokok Duty Free) yang admin harus rahasiakan sampai waktunya siap untuk admin buat review-nya.

Hari ini admin akan membuat review mengenai rokok yang sepertinya termasuk langka di pasaran dan hanya dijual di warung tertentu saja. Yakni Marcopolo King Size Original atau lazim disebut dengan Marcopolo Regular ataupun Marcopolo Emas. Mengingat Marcopolo memiliki tiga varian yang beredar di pasaran yakni Original, Lights, dan Menthol Lights namun varian lain sangat susah untuk ditemui, pada akhirnya admin membuat review mengenai Marcopolo Regular pada saat ini. Produk ini kebetulan saya beli ketika saya pulang dari sebuah urusan di kawasan Jakarta Timur, tempat domisili asli admin. Admin membeli Marcopolo Regular ini di warung dekat domisili tempat asli saya. Produk ini pada intinya bisa didapatkan secara random, mengingat tidak semua warung di daerah asli domisili admin menjual produk ini. Hanya sekitar dua warung saja, dan itupun bukan warung berskala kecil. Akan tetapi warung yang menjual rokok ini merupakan warung kelas menengah, mengingat space yang dimiliki lebih besar ketimbang warung kecil. Tidak lupa, setiap membuat review, admin akan menyertakan sedikit analisis yang mampu menggambarkan mengapa rokok ini tetap bisa bertahan di pasaran dan juga sepertinya tetap ada peminat untuk rokok ini layaknya berikut ini:
  1. Marcopolo merupakan produk utama yang dijual oleh PT STTC yang berlokasi di Pematangsiantar, Medan sebenarnya sudah dijual sejak jaman dahulu (antara 80-an atau 90-an saya tidak tahu pasti, promosi baru berjalan kisaran akhir 90-an) yang dikatakan merupakan produk SPM flagship dari STTC dikarenakan secara promosi rokok ini masih dilakukan dibanding dengan produk STTC lainnya yang memang kebanyakan masih berfokus di daerah Sumatera Utara. Dengan mengusung slogan "Pemberani dan Tangguh", Marcopolo menggunakan image pelaut seperti halnya seorang Marcopolo (Marcopolo merupakan seorang pelaut asal Italia yang mencatat beberapa perjalanannya, salah satu wilayah dikunjungi ialah Sumatera Utara) dalam promosi yang sudah dilakukan beberapa tahun ke belakang. Marcopolo sejatinya merupakan salah satu SPM merek lokal dengan penjualan tertinggi di Indonesia (beberapa merek SPM lokal lainnya diantaranya ialah Halim yang dibuat oleh Gudang Garam Group yang dikatakan bisa menyaingi Marcopolo dengan harga lebih murah). Marcopolo sebagai salah satu market leader dalam industri SPM merek lokal bisa dikatakan memiliki peminat yang cenderung loyal, mengingat distribusi dari produk ini termasuk terbatas. Untuk data saya tidak bisa paparkan secara jelas, mengingat data dari rokok ini termasuk susah.
  2. Angka penjualan SPM secara keseluruhan berdasarkan Annual Report Philip Morris International tahun 2016 mencapai 6% dari keseluruhan penjualan rokok di Indonesia. Mengingat penjualan SPM termasuk kecil bila dibandingkan dengan SKT ataupun SPM, maka SPM merek lokal tetap bisa bertahan mengingat SPM harga premium bisa dibilang kurang begitu bisa menjangkau banyak konsumen. Marcopolo saat ini hadir untuk kelas menengah ke bawah yang menginginkan rokok SPM berkualitas tinggi namun dengan harga yang murah. Saya tidak bisa menjabarkan banyak analisis pada review kali ini, mengingat data untuk rokok ini sangatlah terbatas.
  3. Dapat disimpulkan bahwa segmen SPM yang sangat berkembang, dan juga merek SPM lokal cenderung sedikit membuat Marcopolo bisa dikatakan sebagai salah satu market leader dalam industri SPM merek lokal. Mengingat persaingan merek SPM lokal bisa dikatakan sedikit pemain, maka pada akhirnya Marcopolo tetap disukai oleh banyak orang, mengingat merek SPM lokal sangatlah sedikit bila dibandingkan dengan SKM ataupun SKT.

Baiklah, itu sedikit analisis mengenai mengapa Marcopolo bisa bertahan hingga saat ini dan walaupun penjualannya terbatas, akan tetapi masih ada peminat mengenai rokok ini. Mari kita mulai review rokok ini dimulai dari harganya terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya beli dengan angka Rp. 14.000 (cukai 12.000) dengan kuantitas isi sebanyak 20 batang. Termasuk murah untuk hitungan rokok SPM lokal, namun bila dibandingkan dengan Halim maka cenderung lebih murah Halim. Untuk harga sendiri saya beri nilai 8.8 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasannya dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan basis warna hitam, emas, dan merah. Pada kemasan dan depan belakang terdapat semacam objek persegi panjang di bagian atas berwarna emas polos dimana tertulis KING SIZE dengan font serif, dan tulisan MARCOPOLO dengan model tulisan condensed serta menggunakan font serif. Dibawah tulisan, terdapat garis berwarna merah yang menjadi batasan antara tulisan utama dengan tulisan yang memiliki latar. Terdapat latar semacam kayu pada bagian bawah, dengan adanya tulisan London - Paris - New York - Tokyo berwarna merah yang sepertinya terinspirasi dengan kemasan Dunhill pada era 90-an. Terdapat kotak dengan outline merah dan terdapat objek kotak berwarna merah dengan adanya semacam siluet kapal berupa garis yang membentuk sedemikian rupa berwarna emas. Bagian kiri dan kanan atas terdapat semacam lingkaran bertuliskan PT STTC dan INDONESIA yang dipisahkan dengan objek lingkaran hitam. Di bagian tengah lingkaran terdapat tulisan 20 dengan font serif dan SPM dengan font Arial. Terdapat tulisan MARCOPOLO di bagian kanan dan kiri kemasan. Hal yang membedakan diantara kemasan kanan dan kiri ialah di bagian kanan terdapat larangan jual, dan di bagian kiri terdapat tulisan MADE BY STTC INDONESIA dan dibawahnya tertulis UNDER AUTHORITY OF LEONARD TOBACCO, LONDON, ENGLAND yang menjadi anak perusahaan STTC yang ada di Inggris. Bagian atas  dan bawah kemasan terdapat pattern kayu dan tulisan MARCOPOLO dengan adanya underline berwarna merah. Hal yang membedakan rokok ini dengan rokok buatan pabrikan lainnya ialah tidak terdapat PT di bagian bawah kemasan. Hanya terdapat kode produksi yakni tanggal produksi dari rokok ini. Cukup simpel dan klasik. Untuk kemasan sendiri saya beri nilai 7.9 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Hal yang unik yang ada pada rokok ini ialah di bagian inner hinge lid dari rokok ini terdapat tulisan script yang bertuliskan "Pemberani & Tangguh" dengan model tulisan yang cenderung susah untuk dibaca. Bagian inner frame dari rokok ini menggunakan warna emas dengan adanya model inner frame layaknya rokok umumnya. Bagian foil pada rokok ini bertuliskan PULL yang berarti tarik dimana model foil rokok ini sedikit mengingatkan dengan rokok buatan di India ataupun Vietnam. Sangat jarang ditemui rokok dengan adanya petunjuk PULL untuk menarik foil dari rokok ini.

Kemudian kita coba robek foil-nya dengan seksama


Batang dari rokok ini menggunakan warna cork layaknya rokok SPM secara umum, dengan adanya motif layaknya rokok SPM secara umum. Susunan batang dari rokok ini ialah 7 di depan, 6 di tengah, dan 7 di belakang dengan kuantitas isi sebanyak 20 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki ukuran batang yakni King Size layaknya rokok SPM yang umum dijual di Indonesia, dengan diameter batang tidak terlalu gemuk dan panjang yang cenderung pendek. Pada bagian burning area, terdapat factory mark yakni gambar kapal serta tulisan MARCOPOLO, hal ini dimaksudkan untuk menjaga keaslian dari rokok ini. Pada batasan tipping paper terdapat motif cork serta line berwarna emas yang memiliki efek shiny. Warna tipping paper rokok ini ialah cork dengan motif yang cenderung sama dengan rokok SPM secara umum. Sekilas, tipping paper dari rokok ini agak mirip dengan Dunhill era 90-an, namun yang berbeda hanya terletak pada factory mark-nya saja.

Kemudian kita coba rasakan rokok-nya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi gurih yang sedikit terasa berpadu dengan sensasi rasa hambar yang sangat terasa. Namun bila dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi tembakau yang cenderung sangat kaya disertai sensasi spicy yang kemungkinan berasal dari proses curing yang digunakan pada rokok ini. Bilamana dipahami secara awam, rokok ini cenderung memiliki rasa yang hambar dan cenderung gurih, namun bila dirasakan secara perlahan, sensasi spicy yang ada pada rokok ini cenderung terasa. Sensasi spicy yang ada pada rokok ini kemungkinan berasal dari penambahan Tembakau Burley yang memang memiliki karakter spicy. Ada sedikit sensasi toasted tobacco yang berasal dari Tembakau Burley, berpadu dengan sensasi a hint of sweetness yang cenderung terasa dikarenakan rokok ini menggunakan Tembakau Burley. Rokok ini cenderung memiliki sensasi hisapan yang cenderung lembut dikarenakan salah satu blend dari rokok ini menggunakan Tembakau Virginia, dimana sensasi lembut ini mulai terasa dari mulai awal hisapan. Cenderung memiliki karakter rasa salty gurih yang cenderung alamiah, hal ini kemungkinan besar dikarenakan dikarenakan salah satu tembakau yang ada pada rokok ini memang memiliki rasa yang cenderung gurih. Sedikit merasakan adanya sensasi nutty, dalam artian rokok ini salah satunya menggunakan Tembakau berjenis Oriental yang ada pada blend dari rokok ini. Ada sedikit sensasi roti yang ada pada rokok ini, dimana rokok ini memang cenderung memiliki karakter tembakau yang alamiah. Memiliki sensasi warming yang terasa, kemungkinan memang tembakau yang digunakan cenderung memiliki karakter yang hangat. Blend yang ditawarkan pada rokok ini cenderung earthy dan mantap, dalam artian sensasi tanah alamiah cukup terasa pada rokok ini dan juga memiliki citarasa yang cenderung kaya. Cenderung memiliki tarikan yang sangat mantap namun tetap memiliki sensasi rasa yang cenderung halus, dalam artian rokok ini memiliki karakter yang cenderung mantap ketika ditarik namun tetap halus ketika menarik secara perlahan dan juga bila dikeluarkan lewat mulut maka rokok ini cenderung bisa dikeluarkan secara halus. Bilamana dikeluarkan lewat hidung, rokok ini cenderung memiliki aroma spicy alamiah disertai aroma Tembakau Virginia yang lembut serta sedikit sensasi toasted dari Tembakau Burley. Cenderung memiliki sensasi harshness yang terasa, dalam artian rokok ini memiliki sensasi harsh yang kemungkinan terjadi dikarenakan rokok ini memiliki karakter spicy namun dalam intensitas yang menengah ke bawah. Throat hit pada rokok ini cenderung minim, dalam artian rokok ini cenderung hampir tidak menusuk di tenggorokan, dan juga sensasi yang ada pada rokok ini cenderung nyaman di tenggorokan. Durasi bakar dari rokok ini sekitar 9-10 menit, dalam artian rokok ini cenderung memiliki karakter bakar yang lebih lama ketimbang SPM merek lain, dikarenakan kadar tar dari rokok ini diatas SPM pada umumnya yakni 16mg. Aftertaste dari rokok ini kuat akan sensasi tembakau yang cenderung alamiah, dalam hal ini rokok ini cenderung menawarkan sensasi aftertaste yang kuat akan sensasi gurih, dan juga sensasi tembakau yang cenderung kaya rasa disertai sedikit sensasi nutty berkat penambahan Tembakau berjenis Oriental. Namun ketika mendekati batasan tipping paper, rokok ini cenderung panas di mulut walaupun intensitasnya tidak begitu panas, serta tipping paper yang cenderung melemah, dengan adanya sedikit sensasi chemical taste namun dalam intensitas yang sangat rendah. Dan juga mengingat rokok ini memiliki karakter yang kering, saya terkadang merasa batuk setelah merokok ini walaupun intensitasnya sangat sedikit dikarenakan sensasi gatal pada rokok ini cukup terasa. Saya merasa, rokok ini secara rasa terhitung superior untuk rokok dengan harga 14.000, dan saya merasa cocok dengan rokok ini. Untuk rasa saya beri nilai 8.75 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan rasa rokok ini yang dikatakan cenderung alamiah dan superior untuk rokok berharga 14.000, memiliki sensasi tembakau yang cenderung kaya rasa, serta durasi bakar yang lebih lama bila dibandingkan dengan kompetitor membuat rokok ini seakan bisa diunggulkan untuk rokok berharga 14.000. Hal ini juga didukung dengan harga rokok yang terhitung murah untuk jenis SPM, bila dibandingkan dengan Marlboro Merah maka rokok ini cenderung memiliki sensasi rasa yang lebih bisa diterima, tentunya dikarenakan rokok ini cenderung tidak menusuk di tenggorokan. Kelemahan yang ada pada rokok ini ialah ketika mendekati batasan tipping paper, rokok ini cenderung meninggalkan sensasi panas yang terasa di mulut walaupun intensitasnya cukup minim, serta adanya tipping paper yang melemah ketika mendekati akhir bakaran. Untuk distribusi dari rokok ini termasuk sulit ditemukan bila dibandingkan dengan Halim, dikarenakan STTC produknya kurang begitu laku secara penjualan, dan juga rokok ini hampir tidak bisa ditemukan di minimarket secara umum dikarenakan rokok ini distribusinya sangat terbatas. Paling hanya bisa ditemukan di toko skala menengah ataupun warung dengan skala besar, dan kalaupun ada stoknya paling hanya satu sampai dua bungkus saja. Overall saya memberi nilai rokok ini 8.48 dari 10. Artinya rokok ini menang kepada rasanya yang menurut saya tidak bisa dianggap main-main, dan juga harga yang terhitung terjangkau. Namun untuk kemasan cenderung biasa saja dan kurang bisa menjual, dalam artian rokok ini memang secara kemasan kurang begitu bisa diunggulkan.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , ,

CONVERSATION

8 komentar:

  1. Ini yg namany M Rafly Thursandy tolong di BLOKIR ya, udah g bisa di tolerir lagi ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. ajarin cara blokir komen di blog dong. rafly lama-lama kayak anjing.

      Delete
    2. Widihh hahaha...bro admin marahnya sangar hahaha... Klo blh tau knapa tuh si rafly bro min??

      Delete
  2. After doing some online research, I've ordered my first e-cig kit at VaporFi.

    ReplyDelete
  3. cenderung review cenderung pusing pala saya bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya coba reduce di review yang akan datang

      Delete
  4. Rokok enak nihhh....!!
    alternatif marlboro merah yang harganya ngawur
    cuman carinya susah

    ReplyDelete