Envio Mild, SKM LTLN Value For Money Khusus Jabodetabek Dari Group Djarum

Selamat siang,

Hari ini merupakan hari dimana admin bisa menyempatkan diri untuk mereview rokok yang ada di Indonesia. Dan dalam kesempatan ini admin baru saja menemukan stok berpita cukai 2017 walaupun sifat-nya masih golongan IIA. Dalam hal ini, admin mendapatkan produk ini secara tidak sengaja ketika admin sedang ingin membeli Kopiko 78 sebagai salah satu teman merokok admin. Secara tidak sengaja, pagi tadi admin memang ada niatan untuk membeli kopi, namun untuk membeli rokok pada kesempatan ini admin tidak kepikiran pada awalnya. Namun entah mengapa dikarenakan admin merupakan pembeli yang bersifat impulsif (ketika ada barang yang layak di review langsung dibeli) serta ada beberapa orang yang meminta admin untuk mereview Envio Mild, pada kali ini admin akhirnya baru sempat mereview rokok yang kebetulan stok-nya masih baru sampai ke minimarket di dekat tempat tinggal admin.

Kesempatan ini admin tidak buang percuma, ketika admin melihat sebuah barang berpita cukai yang agak asing untuk saat ini, pada akhirnya admin bisa membeli rokok Envio Mild yang dimana stok ini merupakan stok produksi Februari 2017. Review ini sepertinya tidak ada cerita yang spesial, namun tetap saja diperlukan adanya analisis merupakan sebuah hal yang wajib disertakan ketika admin sedang mereview rokok. Analisis mengapa Envio Mild diluncurkan serta mengapa rokok ini bisa bertahan bisa dijabarkan sebagai berikut:
  1. Envio Mild, bersama beberapa merek rokok Mild dibawah naungan Group Djarum (beberapa diantaranya yakni Ten Mild, Access Mild, Polo Mild, Geo Mild, Slic Mild, In Mild, Urban Mild, dan lain-lain) memang dikhususkan kepada konsumen kelas menengah usia 18-30 tahun yang menginginkan rokok Mild berkualitas tinggi dengan rasa yang mirip dengan Sampoerna Mild (walaupun dikatakan rokok ini agak berbeda dengan rasa Sampoerna Mild) namun dengan harga yang sangat terjangkau. Diluncurkan pada akhir 2011 di kawasan Jabodetabek, rokok ini seakan menjadi primadona di kalangan kelas menengah yang menginginkan rokok berkualitas tinggi namun dengan harga yang murah. Penjualan rokok ini terus naik dari tahun ke tahun, dalam hal ini sangat diimbangi dengan kenaikan persentase perokok SKM yang menurut Annual Report Philip Morris International, segmen SKM menguasai sekitar 75,1% dari keseluruhan penjualan rokok di Indonesia. Terutama segmen SKM LTLN yang pada saat itu persaingannya sangat ketat, rokok ini seakan menawarkan harga yang murah namun tetap berkualitas tinggi dan rasa yang bisa diterima konsumen. Hal ini membuat rokok ini seakan menjadi pilihan beberapa konsumen di kawasan Jabodetabek yang secara kantong tidak terlalu membaik namun masih butuh rokok dengan rasa yang mendekati Sampoerna Mild.
  2. Alasan ini bisa diterima, mengingat Sampoerna pada masa itu me-relaunch U Mild dimana rokok tersebut menawarkan sensasi yang berbeda namun dengan kualitas khas Sampoerna yang sudah tidak perlu diragukan lagi. U Mild yang pada saat tahun 2015 memiliki market share sebanyak 4,8% membuat Djarum tertantang untuk menguasai segmen rokok LTLN dengan berbagai merek namun tetap dengan rasa yang tidak jauh berbeda. Diferensiasi merek memang perlu dilakukan untuk memperbesar market share, dan dalam hal ini sebagai salah satu penantang dari U Mild, Envio Mild melakukan strategi komunikasi yang lebih mendekatkan diri dengan anak muda. Rebranding rokok ini juga dilakukan pada tahun 2016 dimana Envio Mild lebih mendekatkan diri dengan pengguna motor Vespa yang dibawahi dengan nama Nvio Zone sebagai bentuk aktivitas BTL dengan upaya untuk mendekatkan diri dengan konsumen menengah yang terus berkembang dari tahun ke tahun, serta dilakukan pergantian logo menjadi lebih muda pada akhir 2016 dengan upaya penjualan rokok ini bisa meningkat dan diterima oleh konsumen. 
  3. Envio Mild dapat dikatakan merupakan pesaing dari U Mild dengan menawarkan kelembutan yang berbeda namun tetap bisa diterima oleh konsumen. Berkat aktivitas yang sudah ditawarkan yang saya bahas pada poin ke dua, rokok ini menjadi salah satu pilihan yang pas bagi konsumen kelas menengah dimana angka tersebut cenderung berkembang dari tahun ke tahun. Target usia, terutama konsumen yang masuk kedalam segmen millenial bisa dibilang akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Dengan bentuk komunikasi yang muda, dapat disimpulkan rokok ini seakan menawarkan kelembutan khas rokok LTLN Value For Money dari Djarum dengan nama yang bersifat modern dan dinamis.
Nah, itu dia merupakan analisis sedikit mengapa Envio Mild bisa bertahan hingga sekarang, bahkan sampai detik ini konsumen rokok ini tetap ada bahkan cenderung menguat mulai tahun lalu. Baiklah kita review rokok ini dengan seksama mulai dari harga terlebih dahulu. Untuk harga rokok ini saya dapatkan dengan harga Rp. 14.900 (beberapa toko bisa menjual 15.000 atau mungkin 14.000, cukai tahun 2017 yakni 13.125) dengan kuantitas isi yakni 16 batang. Untuk harga saya beri nilai 8.2 dari 10.

Kemudian kita coba review kemasan rokok ini dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan basis warna putih, merah, dan adanya gradasi dari ungu ke merah. Bagian depan dan belakang rokok ini terdapat semacam efek asap berwarna yakni adanya gradasi dari warna ungu ke merah dimana gradasi asap ini pada awalnya dimulai dengan adanya warna ungu tua dan muda, kemudian gradasi ini berlanjut dengan arah menuju kanan atas dengan perpaduan antara jingga dengan merah tua dimana pada bagian kanan atas terdapat ujung asap yang cenderung gelap. Efek asap ini terdapat dua lapisan, yakni lapisan luar yang cenderung menawarkan warna yang muda dan lapisan dalam dengan adanya efek warna yang cenderung lebih gelap. Kombinasi warna ini menandakan sensasi dinamis dan berwarna yang ditawarkan oleh rokok ini. Adanya tulisan envio berwarna merah dan mild dengan warna silver dilengkapi dengan efek emboss yang bisa dirasakan dengan seksama, tentunya dengan menggunakan font berbasis sans serif dengan model yang modern. Bagian kanan kemasan terdapat tulisan 16 di bagian atas berwarna merah serta tulisan envio mild yang letak tulisannya berada pada posisi horizontal serta adanya larangan jual sebanyak tiga baris khas rokok buatan Djarum. Bagian samping kiri terdapat tulisan SKM serta kadar tar dan nikotin dimana penempatan tar ini sudah berada pada bagian atas, berbeda dengan kemasan sebelumnya yang menempatkan nikotin di bagian atasnya. Bagian atas terdapat tulisan envio mild dengan font yang sama namun tidak memiliki efek emboss. Bagian bawah terdapat kode produksi, dimana produk ini dibuat oleh PT Leni Jaya Tobacco, salah satu Group Djarum yang memang difokuskan untuk memproduksi jenis SKM LTLN. Saya merasa kemasan ini sangat simpel dan menjual. Untuk kemasan saya beri nilai 8.2 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Bagian inner frame rokok ini berwarna putih polos dengan model layaknya rokok mild pada umumnya. Dalam hal ini pada bagian foil tertulis envio dengan model tulisan bold dan mild dengan font yang lebih tipis. Foil pada rokok ini berwarna silver, dengan model yang sama saja dengan rokok SKM pada umumnya yakni tersusun atas pattern dot.

Kemudian kita coba robek foil-nya dengan seksama


Terlihat jelas pada bagian batang rokok ini berwarna putih minimalis layaknya rokok mild pada umumnya. Susunan batang rokok ini ialah 8 di bagian depan dan 8 di bagian belakang dengan kuantitas isi 16 batang.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang dan diameter yang sama dengan rokok mild pada umumnya. Dalam hal ini, pada batasan tipping paper-nya terdapat tulisan envio berwarna merah dan mild dengan warna silver dengan efek shiny. Batasan ini didukung dengan line berwarna silver dengan efek shiny. Perforasi pada rokok ini berjumlah tiga baris, dengan bentuk dot dan lubangnya saling berdekatan satu sama lain alias rapat.

Kemudian kita coba rasakan rokoknya dengan seksama


Ketika sebelum dibakar, rokok ini seakan menawarkan rasa leci yang kuat. Ketika dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi essens leci yang kuat disertai adanya penambahan liquorice sebagai pembentuk karakter a hint of sweetness dari rokok ini. Entah mengapa saya sedikit menemukan adanya penambahan vanilla pada rokok ini yang membentuk karakter khas dari rokok mild buatan Djarum dalam segmen Value For Money. Cenderung memiliki karakteristik yang sama dengan rokok mild Value For Money dari Djarum. Rasa manis pada rokok ini cenderung lemah, dalam artian rokok ini tidak semanis produk mild buatan Sampoerna. Rasa spicy yang ditawarkan rokok ini cukup terasa namun cenderung memiliki intensitas yang cenderung menengah keatas, alias tidak begitu tinggi namun tidak rendah. Agaknya saya bisa mendapatkan karakter Tembakau Virginia yang terkenal lembut pada rokok ini. Rasa spicy pada rokok ini cenderung menguat pada tengah bakaran, dalam artian rasa spicy pada rokok ini cenderung kurang merata. Cengkeh pada rokok ini memiliki kadar yang baik, dalam artian bisa menimbulkan sensasi warming yang khas pada rokok ini. Blend pada rokok ini cenderung earthy dan balance, dalam artian rasa rokok ini cenderung memiliki blend yang bersifat seimbang dan tidak dominan dengan satu jenis tembakau. Tarikan pada rokok ini cenderung smooth, dalam artian sensasi smooth yang ingin dijual oleh rokok ini saya bisa rasakan dengan seksama. Sedikit saya menangkap sensasi Tembakau Oriental yang terkenal nutty, namun kadarnya menurut saya pribadi cenderung rendah. Pada rokok ini, harshness yang ditawarkan cenderung rendah namun bisa dirasakan dengan seksama, dalam artian rokok ini memang memiliki karakter yang smooth seperti yang ingin dijual oleh rokok ini. Walaupun begitu, dikarenakan rokok ini masuk kedalam segmen kelas menengah, secara rasa rokok ini kurang begitu kuat bila dibandingkan dengan MLD Putih ataupun LA Lights. Ketika dikeluarkan dari hidung, rokok ini seakan menawarkan sensasi lembut khas Tembakau Virginia, yang berpadu dengan sensasi leci disertai aroma yang menurut saya lembut dan nikmat. Throat hit pada rokok ini cenderung tidak ada, dalam artian rokok ini menawarkan sensasi yang cenderung nyaman di tenggorokan. Aftertaste rokok ini yakni antara paduan spicy yang sedikit kuat disertai adanya sensasi leci kuat dengan adanya sedikit unsur nutty khas rokok kretek Indonesia. Blend pada rokok ini cenderung mellow dan slow burning, dalam artian rokok ini menawarkan kenikmatan yang lebih baik dikarenakan kadar tar rokok ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rokok mild pada umumnya yakni 14 mg. Durasi bakar rokok ini 8-9 menit, dimana rokok ini menawarkan durasi bakar yang menurut saya ideal untuk sebuah rokok mild. Namun entah mengapa saya merasakan sensasi chemical ketika sudah mulai batasan tipping paper, dan dalam hal ini cenderung bisa ditoleransi, serta cenderung panas ketika bakaran sudah mendekati tipping paper. Overall saya cukup suka, namun bila rasa rokok ini lebih kuat maka saya akan lebih menyukainya. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 8 dari 10.

KESIMPULAN

Rokok ini menawarkan sensasi yang menurut saya sangat lembut namun dengan citarasa yang tidak begitu kuat. Dalam artian, rokok ini menurut saya pas dengan kantong terlebih untuk harga rokok ini untuk saat ini termasuk dalam segmen menengah yang secara harga tidak begitu mahal namun tidak murahan. Kelemahan rokok ini terletak pada rasanya yang bagi awam cenderung tidak kuat, serta bila Anda menginginkan rasa lebih mantap, saya kurang begitu merekomendasikan rokok ini. Serta kelemahan rokok ini juga terletak pada akhir bakaran yang cenderung panas serta saya sedikit merasakan chemical taste yang menurut saya sangat lumrah untuk ukuran rokok mild. Untuk distribusi rokok ini saya rasa sangat mudah ditemui, terlebih rokok ini saat ini dipromosikan di warung dengan harga 1.000 per batang, dan saya sangat mudah menemui rokok ini di kawasan Jabodetabek dimana rokok ini memang berfokus di area ini, baik di minimarket, warung, serta supermarket. Overall saya memberi nilai rokok ini ialah 8.13 dari 10. Artinya rokok ini secara rasa termasuk bisa diterima konsumen, harga yang menurut saya cukup terjangkau, serta dalam hal ini kemasannya juga termasuk baik bila dibandingkan dengan mild Value For Money dari Group Djarum lain yang beredar di daerah yang berbeda.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , ,

CONVERSATION

1 komentar:

  1. Review Djarum Super Original yang merah dong tolong ya yang isi 12 batang

    BalasHapus