Dunhill Fine Cut Filter, Inovasi Kretek Full Flavor Modern dari Bentoel Group

Selamat sore,

Agaknya admin kembali mengepos mengenai rokok apa saja yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, admin mulai kebingungan mengenai rokok apa yang selayaknya untuk direview pada postingan selanjutnya, mengingat produk bercukai 2017 sampai sekarang belum masuk ke pasaran Indonesia. Dalam hal ini sepertinya admin akan mereview rokok yang belakangan mulai jadi primadona di beberapa tongkrongan berkat rasanya yang kuat namun dengan inovasi yang khas, yakni Dunhill Filter (atau nama resminya Dunhill Fine Cut Filter). Dalam hal ini admin sedikit menceritakan bagaimana kondisi admin saat ini sehingga intensitas merokok admin mulai meningkat kembali.

Beberapa bulan ini, admin sepertinya mulai kehilangan arah akan hidup. Admin yang dahulu merokok tidak dalam intensitas yang banyak, kali ini mulai kembali banyak semenjak admin menghadapi berbagai masalah yang ada. Blog yang sudah dibuat ini merupakan salah satu pelampiasan admin untuk mencoba mencari arah hidup. Jadi ya maklumi, admin juga sembari memberikan ilmu kepada pembaca semua mengenai bagaimana rasa rokok yang ada beserta kemasan dan harganya.

Dunhill Fine Cut Filter sejatinya merupakan produk yang sudah lama beredar, namun dikarenakan keterbatasan bahan yang ada di internet maka pada akhirnya admin akan memberikan sedikit analisis mengapa Dunhill Filter diluncurkan pada bulan November 2014 dan tetap beredar hingga sekarang diantaranya sebagai berikut:

  1. Pangsa pasar SKM FF ber-tar medium bisa dibilang jarang pemain. Pemain utama dalam SKM FF ber-tar medium sejauh ini masih bisa dihitung jari, dan sejatinya segmentasi produk ini masih dikuasai oleh Surya PROfessional (Surya Pro Merah) yang diluncurkan pada era akhir 80-an atau 90-an sebagai bentuk antisipasi perkembangan rokok Mild yang pada tahun itu memang cukup menantang bagi perusahaan rokok yang masih bermain kedalam segmen SKM FF Tradisional. Dunhill Filter memang masih dikatakan pemain baru dalam segmen ini, walaupun begitu saya menganggap produk ini cukup baik kinerjanya dan secara keseluruhan, Dunhill Filter merupakan salah satu anak emas dari Bentoel Group itu sendiri. Dalam hal ini, saya melihat, perkembangan SKM FF sejauh ini masih tetap stabil, dikarenakan kemungkinan besar konsumen yang bersifat newcomer masih potensial, terutama bagi perokok Mild yang dikatakan sudah merasa bosan dan umumnya konsumennya berkisar 18-30 tahun dengan psikologis yang masih labil dalam memilih rokok. Dunhill mencoba mencari celah diantara Full Flavor dengan Mild dengan meluncurkan Dunhill Filter, dimana animo dari masyarakat terhadap produk ini sangat besar. Dengan warna dasar hitam, Dunhill seakan menawarkan sensasi Full Taste dengan gaya khas Dunhill yang Smooth dan dalam bentuk Filter Kretek Modern.
  2. Alasan ini bisa diterima, mengingat Dunhill selaku merek internasional nomor satu di Indonesia selalu menawarkan sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pabrikan rokok berbasis kretek lainnya. Pertama, dengan meluncurkan versi Mild dengan isi 20 batang yang tidak pernah terpikirkan oleh produsen rokok lainnya. Kedua, dengan penggunaan seal khusus yang dinamakan Reloc mampu menjaga aroma dan rasa rokok tetap stabil, walaupun disimpan di tempat yang lembab. Ketiga, penggunaan Fine Cut sebanyak 40 irisan per daun tembakau menciptakan sensasi yang lebih terasa namun secara rasa lebih smooth. Keempat, penggunaan tembakau lokal berkualitas baik yang lebih besar pada varian Dunhill Fine Cut Kretek (Mild dan Filter), dimana saya pernah membaca bahwa untuk varian Kretek dari Dunhill menggunakan tembakau asal lokal yang menurut saya secara langsung meningkatkan produksi dari petani tembakau lokal.
  3. Dalam hal ini, Dunhill mencoba menerjemahkan arti dari Full Flavor dengan style yang agak berbeda dari pendahulunya semisal Bintang Buana Filter ataupun Bentoel Biru. Penggunaan saus yang cukup bold sepertinya mampu menarik animo masyarakat untuk membeli rokok ini, serta dengan kuantitas 12+4 (seperti yang tertulis pada gimmick di reloc-nya) mampu memberikan kesan lebih banyak seperti halnya Dunhill yang memberikan 'journey' terbaiknya dengan kualitas terbaik namun dengan harga yang terbaik juga.
Baiklah, itu merupakan alasan mengapa Dunhill Filter bisa bertahan hingga saat ini. Marilah kita review rokok ini dengan seksama mulai dari harga terlebih dahulu. Untuk harga sendiri ialah Rp. 15.900 (dibulatkan saja jadi 16.000, cukai 16.000 mengacu kepada cukai tahun 2016 lalu). Saya sendiri belum bisa mendapatkan barang yang bercukai tahun 2017 ini. Dengan kuantitas yang banyak, rokok ini seakan menawarkan gimmick lebih banyak Untuk harga sendiri saya beri nilai 8 dari 10.

Kemudian kita review kemasannya dengan seksama







Kemasan rokok ini menggunakan warna dasar hitam keabu-abuah serta abu-abu dan putih. Bagian depan dari kemasan terdapat latar pattern persegi panjang yang menghadap vertikal berjumlah sepuluh buah. Dalam hal ini, terdapat sayatan merah pada bagian kiri persegi panjang dalam posisi tiga perempat menandakan rokok ini merupakan rokok kretek dari Dunhill. Adanya logo Dunhill berwarna merah merupakan logo khas dari Dunhill yang terletak pada bagian kiri atas dengan posisi dekat sayatan merah dengan efek emboss. Latar ini didukung dengan sayatan tembakau yang dicacah, sehingga membentuk pola yang tersusun dari warna silver dan abu-abu. Tulisan DUNHILL memiliki efek emboss dan drop shadow yang berwarna putih. Tulisan FINE CUT FILTER terdapat strokes berwarna abu-abu dan menggunakan font yang berkesan modern. Adanya emblem khas Dunhill pada bagian kanan menandakan rokok ini memiliki kualitas yang sama dengan Dunhill pada umumnya. Adanya tulisan SINCE 1907 diatas garis menandakan rokok ini berdiri pada tahun 1907, dan dibawahnya terdapat tanda tangan Alfred Dunhill selaku founder dari Dunhill Tobacco of London Limited, yang saat ini dimiliki oleh British American Tobacco. Bagian belakang terdapat objek sayatan tembakau yang sama dengan bagian depan tanpa ada tulisan apa-apa, adanya sayatan berwarna merah, dan deskripsi yang menjelaskan rokok ini merupakan rokok modern filter kretek dari Dunhill yang dilindungi dengan seal Reloc, serta adanya tulisan Perfectionist in Tobacco serta tanda tangan Alfred Dunhill. Hal yang berbeda dengan kemasan awal saat diluncurkan ialah penempatan tulisan SKM. Untuk produksi 2016 keatas, penempatan SKM berada pada bagian kiri bawah. Tulisan 16 FINE CUT FILTERS menandakan rokok ini masuk kedalam rokok filter, dan adanya lisensi dari Dunhill of Tobacco Limited, Inggris. Bagian atas dan bawah tidak ada yang istimewa. Secara keseluruhan, untuk kemasan saya beri nilai 9 dari 10.

Kemudian kita buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Ketika dibuka, maka akan terlihat adanya foil khusus dengan efek glossy dan ketika dipegang sangat licin yang menjadi inner frame dari rokok ini serta adanya layanan konsumen pada bagian inner hinge lid-nya. Inner frame ditutupi dengan adanya seal RELOC yang menjadi ciri khas dari rokok Dunhill. Adanya tulisan 12+4 STICKS MORE menandakan rokok ini memiliki batang lebih banyak ketimbang kompetitor dalam segmen Full Flavor. 

Ketika dibuka maka seal RELOC akan terlihat sedikit batangnya layaknya berikut


Seal RELOC ini sebenarnya dapat dibuka secara seutuhnya, namun untuk menjaga rasa maka RELOC akan memberikan nilai lebih yakni rasa rokok yang akan bertahan lebih lama dibandingkan kompetitor. Dalam hal ini saya akan mensimulasikan bagaimana bila seal RELOC dibuka seutuhnya dengan mendorong seal RELOC ke belakang dekat dengan inner hinge lid.


Kuantitas rokok ini ialah 16 batang, dengan isi 8 di bagian depan dan 8 di bagian belakang. Tampaknya, terlihat jelas batang rokok ini berwarna abu-abu dengan efek glossy dan adanya sayatan tembakau khas dari keluarga Dunhill line kretek.

Kemudian kita coba tarik batang rokok-nya dengan seksama


Panjang dan diameter rokok ini sama saja dengan Dunhill Mild ataupun keluarga Dunhill Fine Cut lainnya. Dalam hal ini, batasan tipping paper berwarna merah dan terdapat logo Dunhill berwarna putih. Latar dari tipping paper seakan menggambarkan sayatan dari daun tembakau, dengan adanya tulisan Dunhill berwarna hitam. Perforasi pada rokok ini ialah dua baris dengan bentuk dot yang jaraknya agak sedikit berjauhan satu sama lain.

Kemudian kita coba rasakan rokoknya dengan seksama


Rasa rokok ini cenderung unik. Pada awal bakaran, rokok ini meninggalkan campuran saus yang terdiri dari cocoa, rhum, serta adanya sedikit unsur kopi dengan penambahan buah leci dan salak. Rasa spicy dalam rokok ini termasuk cukup kuat, dalam hal ini rasa spicy-nya terkadarkan dengan baik sehingga menimbulkan kesan warming yang baik. Dalam hal ini, penambahan rhum (saya duga ini berjenis Jamaican Rhum) membuat aroma dan rasa rokok ini menjadi dominan, berpadu dengan buah salak yang terkenal tajam aromanya dan leci untuk menimbulkan kesan segar. Rasa kopi disini sedikit saya tangkap, dalam hal ini masih dominan fruity dan sweet-fermented yang ingin dijual oleh rokok ini. Sangat earthy, dalam hal ini saya bisa menangkap sensasi tembakau yang rich dan terdiri dari tembakau lokal berkualitas. Sedikit meninggalkan kesan honey dan mapple syrup khas Full Flavor Bentoel, dalam hal ini tingkat kemanisannya cukup baik, tidak begitu manis tapi tidak over dalam hal kemanisannya. Saya bisa menangkap adanya penambahan adas manis sebagai salah satu rempah yang menjadi saus rokok ini. Harshness-nya bisa dirasakan dengan baik, dalam hal ini sensasi full flavor yang kasar menjadi nilai jual dari rokok ini. Tarikannya sangat mantap namun smooth, bahkan menurut saya untuk full flavor kelas medium ini sangat dapat feel-nya. Throat hit pada rokok ini cukup terasa, namun dikarenakan pengolahan Fine Cut pada tembakaunya menjadikan rokok ini cukup lembut throat hit-nya. Berkat penambahan perforasi, rokok ini menawarkan rasa yang smooth namun berkarakter khas. Aftertastenya meninggalkan kesan fruity berpadu dengan adanya sensasi fermented berkat adanya penambahan essens Jamaican Rhum, walaupun agak kering mengingat blend Dunhill yang dominan unsur keringnya. Durasi bakar rokok ini berkisar 10 menit, dalam hal ini cocok bagi anda yang tidak begitu suka Full Flavor pada umumnya yang lama secara bakaran dikarenakan kadar tar rokok ini hanya 21mg, lebih rendah dibandingkan Surya Pro namun diatas mild pada umumnya. Namun ketika bakaran sudah sampai batasan tipping paper, rokok ini mulai terasa sedikit adanya chemical taste, namun dalam intensitas yang cukup baik sehingga saya bisa toleransi hal tersebut. Serta bagi anda yang menginginkan tarikan lebih mantap, saya kurang begitu merekomendasikannya. Saya sangat suka dengan rasanya yang menurut saya unik. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 8.9 dari 10.

KESIMPULAN

Dengan kemasannya yang menurut saya elegan, harga yang cukup terjangkau, serta rasanya yang berbeda dengan rokok Full Flavor pada umumnya menjadikan rokok ini termasuk primadona di berbagai tempat di Indonesia. Bagi anda yang tidak suka rokok full flavor pada umumnya, ataupun yang ingin naik tingkat dari jenis LTLN, rokok ini menjadi pilihan yang pas dan tidak ada yang bisa menandingi, terutama dalam sausnya yang menurut saya komposisinya sangat unik dan berbeda dengan kompetitor yang pada umumnya menawarkan sensasi berry berpadu dengan nangka. Namun kelemahannya ialah pada akhir bakarannya yang menurut saya agak sedikit chemical taste, namun hal tersebut bukanlah masalah. Bagi anda pencinta full flavor sejati, saya juga kurang merekomendasikannya mengingat rokok ini memiliki istilah "filter kelas bawah" yang tarikannya dan sendiri cenderung mirip dengan mild namun lebih baik serta lebih berat. Untuk distribusi sendiri, ASMO Bentoel sudah menyebar ke seluruh Indonesia dan sangat mudah untuk mendapatkan rokok ini. Overall saya memberi nilai rokok ini 8.63 dari 10. Artinya, rokok ini menang pada kemasannya dan rasanya yang unik. Namun untuk harga sejauh ini masih terhitung terjangkau untuk ukuran rokok Dunhill.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok, like Page Facebook blog ini di fb.me/ReviewRokok, dan ask saya di ask.fm/reviewrokok, serta add ID Line saya yakni reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , , , ,

CONVERSATION

16 komentar:

  1. Bentoel Sejati udah nggak produksi lagi kok belum pernah di review tolong review ya Bentoel Sejati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini gw lg udud "sejati" bro,trmsuk rokok favorit gw jg. Bl d giant bro,hrga d struk 10.892 byrny dibuletin jd 10.900..
      Gw mank perokok SKT,smua merk SKT ud gw coba.

      Delete
    2. masih ada kok, penjualannya terbatas.

      Delete
    3. Katanya hari ini mau review Dunhill versi SPM dari 3 varian Classic (Red) Lights (Blue) sama Menthol (Green) ya bang saya lihat Dunhill versi SPM kok ada iklannya di tv itukan slogannya Make It Your Journey kan kalau Dunhill versi SPM tapi bukan yang SKM

      Delete
  2. Min boleh minta review rokok Sobranie Cocktail 100's dan Sobranie Black Russian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. belom berniat review rokok impor untuk saat ini.

      Delete
  3. Entah kenapa dengan rokok ini, abis bakar rasa manisnya nempel di jari.. hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong di mana tempat mengadu saya suka rokoknya tapi manisnya luar biasa

      Delete
  4. ini rokok pas awal keluar rasanya enak banget.. pas udah selang beberapa lama jadi aneh dan gak enak.. kenapa ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ane masih pake dunhill gan kek ny gk ada yg berubah di taste nya

      Delete
  5. Rokok saya ini, saya kalo merokok awalnya dunhill mild terus ganti yg dunhill filter, sempat coba merk lain dan saya sedang mencoba rokok2 putih, kalau lucky strike original red beli dimana gan dan enakan mana sama marlboro

    ReplyDelete
    Replies
    1. belinya di Alfamart, Circle K atau 7-Eleven. kadang warung juga nyetok lucky strike merah.

      enakan lucky strike merah jelas, punya karakter spicy plus dia ada rasa manis2nya.

      Delete
  6. Paling pas ini rokok kalo sampoerna mild bisa habisin 2 batang biar mantep kalo dunhill 1 batang aja udah manteb. Rasanya juga lebih enak daripd marlboro

    ReplyDelete
  7. Udah jatuh cinta sama dunhil hitam ini
    Perjalanan Dr mlbro merah- dunhil merah.
    Apaagi ngudud + kopi item pekat bahhhhh..
    Nikmattttttttt
    Ampe dibilang cewek sadis saya :p

    ReplyDelete
  8. Ever wanted to get free Twitter Re-tweets?
    Did you know that you can get these AUTOMATICALLY & TOTALLY FREE by registering on Like 4 Like?

    ReplyDelete
  9. Ada campuran rhumnya bro?

    ReplyDelete