Polo Mild, SKM LTLN Khusus Daerah Jawa Barat dan Sekitarnya dari Group Djarum

Selamat malam,

Kali ini admin akan mereview rokok yang saya beli bersamaan dengan Sampoerna U Bold Filter yang sudah saya review di postingan sebelumnya. Rokok ini dinamakan dengan Polo Mild. Entah ini apakah namanya terinspirasi dengan baju polo ataupun olahraga polo yang kurang begitu populer di Indonesia, rokok ini sangat dikenal terutama di daerah Bandung dan sekitarnya Walaupun saat ini saya hanya bisa menemukannya di Indomaret di kawasan Bandung dan saya kurang bisa melihat promosinya dalam media sosial, rokok ini tetap dikonsumsi terutama bagi perokok Sampoerna Mild atau LA Lights yang menginginkan rasa hampir sama namun dengan harga yang sangat terjangkau.

Ada beberapa alasan mengapa Polo Mild diluncurkan pada tahun 2011 dan menjadi favorit perokok mild di daerah Bandung dan sekitarnya diantaranya:
  1. Kesuksesan peluncuran Urban Mild yang dibuat oleh Group Djarum pada tahun 2008 seakan memotivasi Djarum untuk memantapkan diri sebagai salah satu pembuat rokok mild di Indonesia terutama untuk kelas menengah kebawah. Dikarenakan cukup banyak perokok yang menginginkan rokok mild berkualitas dengan harga murah, Djarum membentuk beberapa perusahaan yang berdomisili di Kudus dan sekitarnya untuk memproduksi berbagai merek rokok mild dengan nama yang berbeda sebagai bentuk variasi merek. Beberapa merek yang dibuat diantaranya Envio Mild, Slic Mild, Geo Mild, Urban Mild, Slic Mild, Access Mild, Relax Mild, In Mild, dan lain-lain. Blend yang digunakan memiliki basis yang sama walaupun merek yang digunakan serta pabrik yang membuat berbeda. Dapat dikatakan bahwa Djarum berusaha menjadi penguasa dalam kelas menengah walaupun tidak menggunakan nama besar Djarum sendiri.
  2. Rokok ini dibuat di daerah Demak yang notabenenya bukan salah satu sentra industri rokok di Indonesia walaupun secara lokasi dekat dengan Kudus. Dapat dikatakan rokok ini membuktikan bahwa daerah ini mampu menghasilkan rokok mild dengan distribusi besar dari Djarum sekaligus menambah lapangan pekerjaan di daerah Demak. Jadi dapat dikatakan bahwa Polo Mild merupakan bukti bahwa daerah Demak bisa menghasilkan rokok mild dengan nama yang dikenal masyarakat.
  3. Dengan adanya Polo Mild serta beberapa merek lain yang tersebar di penjuru Indonesia, Djarum berusaha menutupi kekurangan LA Lights dan Djarum Super Mild yang kurang bisa menambah kantong uang dalam segmen SKM LTLN, dimana LA Lights tidak masuk kedalam 5 besar rokok SKM LTLN berdasar dari data yang saya dulu pernah baca. Karena perokok kelas menengah cukup besar maka Polo Mild dan merek-merek lain dari Group Djarum mampu menutupi hal tersebut walaupun tidak begitu signifikan.
Itulah beberapa alasan mengapa Djarum membuat Polo Mild namun tidak menggunakan nama besar Djarum sendiri. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya monopoli secara nama besar pada pabrikan di Kudus dan sekitarnya. Sebaiknya kita review rokok ini dimulai dari harga jual. Untuk harga jual rokok ini ialah Rp. 13.000 (cukai 11.850, dalam hal ini cukai masuk kedalam pabrikan golongan II) dengan kuantitas 16 batang. Sangat murah untuk kantong perokok kelas menengah. Untuk harga saya beri nilai 9.2 dari 10.

Kemudian kita review kemasannya dengan seksama







Kemasan rokok ini memiliki warna dasar dari rokok mild Djarum yaitu background putih disertai warna merah dan abu-abu. Dalam hal ini pada bagian depan dan belakang memiliki oval utama berwarna merah yang mengarah ke kanan atas dengan adanya tiga oval berwarna abu-abu muda yang mengarah ke kiri atas. Dalam hal ini tulisan POLO dan MILD menggunakan font berbasis kekinian, yang mencerminkan modernitas serta simplisitas namun dengan harga yang pantas. Tulisan 16 pada bagian samping atas kemasan menggunakan font berbasis Arial. Dalam hal ini penempatan SKM pada rokok ini sama dengan merek yang dibuat Group Djarum dimana peletakannya diatas kadar tar dan nikotin. Pada bagian bawah kemasan tertulis rokok ini dibuat oleh PT Moeria Mulia, sebuah perusahaan dari Group Djarum yang berdomisili di Demak, dimana ada hubungan dengan PT Muria Sigaret Industri yang juga merupakan perusahaan dari Group Djarum. Saya cukup suka dengan kemasannya. Untuk kemasan saya beri nilai 8.2 dari 10.

Kemudian kita coba buka plastiknya dan kemasannya dengan seksama


Terlihat jelas pada bagian hinge-lid kemasan berwarna putih dalam hal ini terlihat jelas foil berwarna silver yang memiliki pattern rokok mild umumnya dengan tulisan POLO MILD yang terletak pada bagian tengah foil.

Kemudian kita coba buka foilnya dengan seksama


Rokok ini memiliki kuantitas 16 batang dengan susunan 8 di depan dan 8 di belakang. Dalam hal ini terlihat batang rokok berwarna putih layaknya mild pada umumnya.

Kemudian kita coba tarik batang rokoknya dengan seksama


Batang rokok ini memiliki panjang serta diameter yang sama dengan rokok mild pada umumnya. Pada bagian tipping papernya terdapat tulisan POLO MILD dengan adanya garis silver dan merah yang menjadi ciri khas rokok ini. Memiliki perforasi sebanyak 3 garis dengan jarak yang agak sedikit jauh namun secara lubang sangat dekat.

Kemudian kita coba rasakan rokoknya dengan seksama


Rasa rokok ini tidak begitu dominan ketika awal pembakaran, bahkan cenderung agak hambar pada awalnya. Namun pada beberapa bakaran kemudian muncul rasa manis yang tidak begitu kuat, dalam hal ini tidak terasa spicy serta adanya rasa smoothness tembakau virginia kelas menengah yang menjadi ciri khas rokok ini. Memiliki aroma yang tidak begitu kuat, sedikit earthy layaknya mild murah buatan Group Djarum. Saya rasa dan aroma rokok ini mirip dengan Envio Mild yang dijual di kawasan Jabodetabek. Tarikan sangat smooth, namun cenderung kurang dapat feel mantapnya karena bahan tembakaunya yang digunakan grade menengah. Ada unsur sedikit harshness namun tidak begitu terasa. Dalam hal ini, rasa manis cenderung mirip honey tanpa ada unsur fruity. Di tenggorokan cukup nyaman, walau pada akhirnya membuat sedikit kering. Karena rokok ini masuk kedalam pasar menengah kebawah, maka bisa dimaklumi rasanya kurang disukai perokok menengah keatas. Untuk rasa saya beri nilai 7.8 dari 10.

KESIMPULAN

Rokok ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang menginginkan rasa mild dengan harga murah. Namun saya jujur kurang suka mengingat saya kurang bisa merasakan kemantapan dibanding dengan Lucky Strike Mild ataupun U Mild dengan harga yang hampir sama (untuk Lucky Strike Mild harganya sama). Kelemahan rokok ini terletak pada distribusinya yang hanya menyentuh daerah Bandung dan sekitarnya serta promosi yang kurang begitu banyak terutama dibandingkan dengan mild murah buatan Group Djarum lainnya. Overall saya memberi nilai 8.4 dari 10. Keunggulan rokok ini terletak pada harganya yang murah namun secara rasa kurang baik.

Demikian postingan saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya, mention saya di @ReviewRokok dan ask saya di ask.fm/reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , ,

CONVERSATION

2 komentar:

  1. Are you paying over $5 / pack of cigarettes? I'm buying all my cigs from Duty Free Depot and I save over 60%.

    BalasHapus
  2. After doing some research online, I got my first electronic cigarette kit at VaporFi.

    BalasHapus