Dji Sam Soe Magnum Blue, SKM Light Mild pertama dari Dji Sam Soe

Selamat sore,

Kali ini saya akan mereview rokok kesukaan saya beberapa bulan ini, yaitu Dji Sam Soe Magnum Blue. Rokok ini bisa dibilang favorit banyak teman saya, mengingat harganya cukup murah namun dengan rasa yang smooth dan lebih narik dibandingkan Sampoerna Mild serta blend dasar Dji Sam Soe yang diterapkan pada rokok ini. Saya pertama kali kenal rokok ini sekitar Agustus 2015, dimana teman saya menawarkan rokok ini ketika rokok saya habis. Dan saya suka dengan rasanya yang pas. Rokok ini bisa dibilang digemari oleh pria dan wanita. Teman wanita saya kebetulan juga merupakan fans dari rokok ini karena dia merasa sangat cocok secara rasa dan tarikannya. Oh iya saya akan beberkan beberapa alasan mengapa Dji Sam Soe meluncurkan rokok SKM LTLN pada Maret 2014 diantaranya
  1. Pangsa pasar rokok mild diatas 15mg bisa dibilang jarang pemain. Mengingat dengan kadar tar 15 mg kesan mild yang ingin dijual kurang begitu bisa dapat. Sampoerna mengisi celah ini dengan membuat variasi baru dari Dji Sam Soe Magnum Filter dengan karakter yang lebih muda dan lebih modern. Sejujurnya rokok ini bisa saja dinamai Magnum Mild, namun mengingat PP 109 tahun 2012 sudah diterapkan maka Sampoerna berusaha mengikuti aturan tersebut dengan memberi nama Magnum Blue. Blue dan mild bila dihitung sama-sama memiliki empat huruf, dan kebetulan hal yang bisa menggambarkan ini rokok mild dengan empat huruf yaitu Blue. Jadi nama rokok ini ialah Magnum Blue.
  2. Persaingan rokok mild pada saat ini sangat sengit. Bisa dibilang Sampoerna tidak punya lawan untuk rokok mild kelas menengah (U Mild ditujukan lebih kepada kelas value for money yang sejujurnya lebih rendah dari menengah, dimana secara pendapatan cenderung pas-pasan namun menginginkan kualitas Lasermild dari Sampoerna dan blend yang lebih berasa). Jadi Magnum Blue diciptakan untuk mengisi pasar kelas menengah dari rokok tersebut.
  3. Blend Dji Sam Soe sudah teruji dalam hal kenikmatan serta kualitas tembakau, cengkeh dan sausnya. Namun bisa dikatakan pangsa pasar 18-30 tahun kurang begitu prefer dengan Dji Sam Soe. Pangsa pasar itu umumnya suka dengan rokok mild, namun bisa dikatakan yang tarikannya kuat dan berasa hanya beberapa merek. Sampoerna mencoba mengaplikasikan blend Dji Sam Soe pada Magnum Blue dengan harapan konsumen bisa mengetahui kualitas dari blend Dji Sam Soe itu sendiri, dengan style kekinian.
Baiklah saya akan mencoba mereview rokok ini. Untuk harga rokok ini ialah Rp 14.300 (beberapa toko bisa lberharga 15.000, cukai 16.000) dengan isi 16 batang. Cukup terjangkau bagi saya pribadi. Untuk harga saya memberi nilai 8.5 dari 10. Kemudian kita coba lihat kemasannya lebih dahulu.







Kemasan rokok ini berbasis biru tua dengan warna tulisan berbasis silver. Seperti mewarisi kakaknya yaitu Magnum Filter, terdapat garis kotak dengan warna biru sangat tua namun tampil secara transparan serta tulisan Magnum Blue yang posisinya sama dengan kakaknya. Warna dasar biru menandakan rokok ini merupakan rokok Magnum dengan kadar tar lebih ringan serta lebih modern. Perbedaan terletak pada bagian deskripsi dimana pada Magnum Filter hanya tertulis MAGNUM saja, tetapi untuk rokok ini tertulis MAGNUM BLUE dengan adanya penambahan embel-embel "Rasa mantap khas Dji Sam Soe Magnum". Hal yang membedakan dengan SKM LTLN Sampoerna ialah tidak adanya unsur embel-embel Lasermild layaknya rokok mild Sampoerna lainnya, malah tertulis 16 KRETEK CIGARETTES. Untuk kemasan saya beri nilai 8.5 dari 10. 

Kemudian kita coba buka plastiknya dan membuka kemasannya terlebih dahulu

Pada foil terdapat logo Magnum Blue dengan adanya unsur garis serta adanya warna dasar silver. Kemasan cukup mudah dibuka karena pita cukainya bisa dibilang pas dalam hal pengelemannya. 

Kemudian kita coba robek foilnya terlebih dahulu


Susunan rokok ini ialah 8 bagian depan dan 8 bagian belakang. Cukup mirip dengan susunan rokok mild pada umumnya.

 Kemudian kita coba tarik rokoknya terlebih dahulu

Batang rokok ini memiliki panjang dan diameter yang sama dengan produk mild buatan Sampoerna lainnya. Jumlah perforasi pada rokok ini ialah dua baris, sehingga mampu menciptakan rasa smooth khas rokok mild. Kemudian kita coba review rokok ini.


Ketika membakar rokok ini saya dapat merasakan unsur spicy dari rokok ini. Rokok ini bisa dibilang earthy dan spicynya pas, rasa dominan aroma manis khas karena penambahan liquorice cukup terasa, untuk kemanisan sendiri tidak semanis Sampoerna Mild. Tarikan untuk dihisap sangat dapat untuk sebuah rokok mild. Ketika mendekati batas filter sedikit saya merasakan ada unsur vanilla. Blendnya sangat balance, perpaduan tembakau dan cengkehnya sangat mantap. Agak hard saat dihisap namun ini sangat ideal dengan saya yang menginginkan rasa mantap dengan wujud mild pada umumnya. Tidak menimbulkan rasa tidak nyaman pada tenggorokan, dan rasanya halus mantap. Durasi bakar lebih lama dibanding mild biasa. Bisa dibilang rokok ini sangat ideal untuk harga yang murah. Untuk rasa saya beri nilai 9 dari 10.

KESIMPULAN

Rokok ini bisa dikatakan sebagai rokok yang ideal menurut saya pribadi. Bisa dibilang untuk sebuah rokok mild merupakan pilihan yang pas bagi penggemar rokok mild yang menginginkan karakter lebih. Namun kekurangannya ialah terkadang beberapa warung tidak menjual, tetapi sejauh ini saya bisa mendapatkannya dengan mudah di banyak warung dan toko. Secara overall saya bisa memberi nilai 8.6 dari 10. Karena ini merupakan rokok favorit saya, maka saya membeli rokok ini secara regular dan mengonsumsinya setiap hari.

Demikian review saya kali ini. Bila ada pertanyaan silahkan email saya atau ask saya di ask.fm/reviewrokok. Sekian dan terima kasih.

Share this:

, , , , , , ,

CONVERSATION

10 komentar:

  1. sy merokok sejak usia 14th sd skr sdh 22thn merokok
    dari awal rokok pertama Crystal (masa bulanan aka Hitungan Bulan)
    lalu Garfit (Bulanan)
    Surya 16 (Bulanan)
    Surya Profesional 16 (Bulanan)
    Wismilak Diplomat (Bulanan)
    Djarum 76 (Bulanan)
    Mr.Bond (Bulanan)
    Bentoel Mild (Bulanan)
    Starmild (Bulanan)
    Marlboro Merah (2 tahun)
    Marlboro Light (1 Tahun)
    Lucky Strike Merah (4 tahun)
    Dji sam soe Kretek (2 tahun)
    LA Light Merah (3 tahun)
    LA Light Menthol (2 Tahun)
    Sampoerna A Mild (6 tahun)
    Magnum Blue ( 1 tahun 1 bulan sd sekarang..)
    Dari semua merk rokok yg pernah saya konsumsi selama 22 tahun
    dari semua alasan cita rasa, tarikan dll, Hanya Magnum Blue yg menurut saya Terbaik. ( Hanya menurut saya blm tentu dg para perokok lain) thanks Putera Sampoerna yg telah menciptakan Produk Magnum Blue

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana carax untuk mengajukan propsal event ke perusahan rokok magnum blue

      Hapus
  2. Memang mantap Magnum Blue. Harga oke dengan rasa dan kualitas rokok yg mantap.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Menurut agan lebih enak A Mild atau Magnum Blue , apakah magnum blue memiliki rasa pahit seperti Marlboro pada umumnya?

    BalasHapus
  5. Ane penggemar sampoerna mild, pas habis ane coba magnum blue. Wih nendang dari pertama sampai akhir. Mantap dah buat keseharian ane.

    BalasHapus
  6. PM Veni vidi vici Marlboronya merah tinggal kenangan... Marlboro sekarang beda jauh banget.Gua coba gonta ganti rok tapi ga ada yang cocok,cuman rokok winston ama lucky merah yang lumayan nyetel..tapi tetap gak seenak Marlboro merah dulu..
    Gua sebagai cowok Marlboro mungkin mewakilkan sebagaian besar Marlboro man merasa kecewa banget!!!

    BalasHapus